KENDARIKINI.COM – Polres Bau-bau melakukan penyelidikan perihal kecelakaan kerja di Perumahan Griya Puncak, Kota Bau-bau yang menyebabkan salah seorang operator excavator meninggal dunia.
Kapolres Bau-bau yang dikonfirmasi via pesan whats app mengatakan bahwa Kasat Reskrim sementara berada di TKP
“Kasat serse masih ke TKP,” ujarnya singkat, Kamis 26 Maret 2026.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bau-bau, AKP Gayuh yang dikonfirmasi mengarahkan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut ke kanit Tipidter Polres Bau-bau
“Laka kerja di pembangunan perumahan, Perumahan Griya Puncak, Langsung ke kanit saya aja,” katanya.
Kanit Tipidter Polresta Bau-bau, IPDA Andi Hendra mengatakan pihaknya masih melakukan tahan penyelidikan.
“Untuk sekarang kami masih melakukan tahap penyelidikan terkait kecelakan kerja tadi, insyallah awal kronologis dan baketnya nanti di sampaikan setelah setelah kami selesai melaksnakan penyelidikan dan interogasi,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan kecelakaan kerja terjadi di Perumahan Griya Puncak, Kota Baubau, Kamis (26/3/2026).
Seorang operator excavator tewas setelah tertimpa batu besar saat membersihkan lahan.
Korban diketahui bernama Akbar, 33 tahun, warga Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyebut laporan diterima pukul 11.30 Wita dari Damkar Baubau.
“Korban dilaporkan terjepit dalam excavator akibat longsoran batu dari atas lokasi pekerjaan. Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan pukul 11.45 Wita menuju lokasi kejadian,” katanya.
Sambungnya, Jarak tempuh lokasi kejadian sekitar 12 kilometer dari Pos SAR Baubau. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan berdasarkan informasi dari BMKG.
“Tim SAR tiba di lokasi pukul 12.15 Wita dan langsung melakukan evakuasi gabungan. Evakuasi melibatkan SAR, Damkar, kepolisian, tenaga medis, dan operator alat berat,” tambahnya.
Lanjutnya, Korban berhasil dievakuasi pukul 13.15 Wita dalam kondisi meninggal dunia.
“Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Palagimata Baubau untuk penanganan lebih lanjut. Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh proses evakuasi selesai dilakukan,” ungkapnya.
Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, excavator, alat evakuasi, dan komunikasi.
Peristiwa bermula saat korban bekerja sekitar pukul 10.00 Wita membersihkan lahan perumahan.
“Tiba-tiba terjadi longsoran dan batu besar menimpa korban di dalam excavator,” pungkasnya.*










