KENDARIKINI.COM – Jumlah investor pasar modal di Sulawesi Tenggara mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra mencatat kenaikan 45 persen atau sekitar 38.000 investor baru.
Total investor kini mencapai 123.925 SID (Single Investor Identification), tertinggi sepanjang sejarah di daerah ini.
Kota Kendari masih mendominasi dengan kontribusi 31 persen atau sekitar 14.197 investor.
Namun, perubahan terjadi pada posisi berikutnya, di mana Kolaka naik ke peringkat kedua dengan 6.246 investor.
Konawe Selatan menyusul di posisi ketiga, menggeser dominasi Baubau sebelumnya.
Tidak hanya jumlah investor, nilai transaksi saham juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Sepanjang 2025, total transaksi saham di Sultra mencapai Rp4,37 triliun.
Rata-rata transaksi bulanan tercatat sekitar Rp364 miliar.
Puncak transaksi terjadi di akhir tahun, menembus Rp675 miliar dalam satu bulan.
BEI Sultra juga mencatat prestasi nasional melalui dua Rekor MURI bersama IAIN Kendari.
Rekor tersebut meliputi pembukaan 2.500 rekening saham syariah dan 10.000 peserta edukasi.
Untuk memperluas akses, BEI Sultra menambah empat Galeri Investasi baru sepanjang 2025.
Lokasinya di SMA 4 Kendari, MAN IC Kendari, ISTEK Aisyiyah, dan SMA 10 Kendari.
Total Galeri Investasi kini mencapai 23 titik di berbagai sekolah dan institusi.
Deputi Kepala BEI Sultra, Ricky, mengenalkan reksadana sebagai alternatif investasi mudah bagi masyarakat.
Menurutnya, reksadana cocok bagi pemula karena dikelola manajer investasi profesional.
Pertumbuhan ini menandakan meningkatnya literasi dan minat masyarakat terhadap investasi di Sultra.*










