WAKATOBI, KENDARIKINI.COM – Pembatalan Wakatobi sebagai tuan rumah HUT Sultra 2026 memicu kekecewaan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sultra Hugua menunjuk Wakatobi saat penutupan HUT Sultra 2025 di Kolaka.
Namun, Pemprov Sultra kini mempersiapkan peringatan HUT ke-62 tersebut di Kota Kendari.
Pemerhati pembangunan Wakatobi, Idris Mandati, menilai keputusan itu tidak konsisten dengan pengumuman resmi sebelumnya.
Menurut Idris, masyarakat dan pelaku usaha telah merespons serius penunjukan tersebut dengan berbagai persiapan.
Pelaku usaha mulai menyiapkan penginapan, transportasi, serta kebutuhan kuliner untuk menyambut tamu.
Ia menyebut pembatalan dengan alasan efisiensi disampaikan terlambat oleh pemerintah provinsi.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian bagi sektor perhotelan dan jasa lokal.
Idris juga menyoroti perbedaan pernyataan antara gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata Sultra.
Gubernur menyebut kegiatan sederhana, sementara Kadispar menyampaikan anggaran sekitar Rp3,7 miliar.
Rangkaian kegiatan bahkan direncanakan menghadirkan artis ibu kota di beberapa lokasi.
Menurut Idris, hal tersebut tidak mencerminkan konsep efisiensi yang disampaikan gubernur.
Ia mengusulkan peringatan tetap sederhana jika dipindahkan ke Kendari.
Anggaran kegiatan diharapkan dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Perbedaan pernyataan pejabat dinilai menunjukkan lemahnya komunikasi internal pemerintah provinsi.
Idris menegaskan, ketidaksinkronan kebijakan dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap pemerintah.*










