KENDARIKINI.COM – KSBSI Sulawesi Tenggara meminta tenaga kerja lokal diprioritaskan dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kendari.
Permintaan itu ditujukan kepada Gubernur Sultra, Kementerian Pekerjaan Umum, dan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero).
Sekolah Rakyat merupakan Proyek Strategis Nasional yang menjadi program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Proyek tersebut dibangun di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Ketua KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto, menegaskan proyek beranggaran negara harus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama dalam proses perekrutan pekerja proyek.
“Jangan sampai masyarakat lokal kesulitan memperoleh pekerjaan di daerahnya sendiri,” kata Iswanto.
Ia juga menyoroti dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga lokal yang diduga melibatkan sejumlah pekerja proyek.
Sebagai tokoh pemuda Kecamatan Puuwatu, Iswanto mengecam keras dugaan tindakan kekerasan tersebut.
KSBSI meminta PT Brantas Abipraya membuka rekrutmen secara transparan, terbuka, dan sesuai ketentuan ketenagakerjaan.
Selain itu, perusahaan diminta memenuhi hak normatif pekerja, termasuk upah, BPJS, hubungan kerja, dan penerapan K3.
Iswanto menilai pembangunan Sekolah Rakyat harus menghadirkan manfaat ekonomi melalui peningkatan kesempatan kerja masyarakat Sulawesi Tenggara.
KSBSI berharap pemerintah, Kementerian PU, dan PT Brantas Abipraya bersinergi memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal.
Organisasi buruh itu menyatakan akan mengawal pelaksanaan proyek agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.*










