Senin, September 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaTeguh Santosa Bantah Narasi Putin Kritik Prabowo di Vladivostok

Teguh Santosa Bantah Narasi Putin Kritik Prabowo di Vladivostok

KENDARIKINI.COM – Pakar hubungan internasional Teguh Santosa membantah narasi yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Geopolitik GREAT Institute itu menyebut narasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks.

Teguh mengatakan, ia menyimak pidato Prabowo dalam rangkaian forum ekonomi dan kawasan di Vladivostok, Rusia.

Ia juga mencermati respons langsung Putin dalam pertemuan bilateral maupun forum pleno.

Menurut Teguh, tidak ada kalimat bernada kritik, teguran, ataupun sentimen negatif dari pihak Moskow terhadap diplomasi Jakarta.

Sebaliknya, ia menilai pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh rasa saling menghormati.

Prabowo juga disebut mendapatkan sambutan positif dari tuan rumah dan para pemimpin delegasi lainnya.

“Presiden Putin sama sekali tidak mengkritik kebijakan luar negeri Indonesia seperti narasi yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Teguh di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (7/9/2026).

Teguh menambahkan, pidato Prabowo justru menawarkan konsep “jalan raya ekonomi” di kawasan Pasifik.

Gagasan tersebut dinilai dapat menghubungkan potensi ekonomi Indonesia dan Rusia melalui kerja sama strategis.

Ia menyebut Indonesia tetap berperan sebagai kekuatan penyeimbang yang berdaulat dan mandiri.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif tanpa terseret aliansi militer.

Untuk menguji klaim yang beredar, Teguh mengaku telah berkomunikasi dengan kalangan diplomat Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.

Menurut Teguh, pihak diplomatik Rusia membantah spekulasi tersebut dan menyatakan konten yang beredar tidak berdasar.

“Informasi itu sungguh palsu. Tidak pernah terjadi. Rusia dan Indonesia adalah mitra strategis,” ujar seorang diplomat senior Rusia yang dikutip Teguh.

Teguh menyayangkan penyebaran informasi melalui potongan video, manipulasi takarir, dan distorsi konteks.

Ia mengajak masyarakat memverifikasi informasi politik luar negeri melalui rujukan resmi pemerintah atau media kredibel.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -