Rabu, November 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPenjualan Bijih Nikel Vale Melonjak 387 Persen, Tembus US$211 Juta

Penjualan Bijih Nikel Vale Melonjak 387 Persen, Tembus US$211 Juta

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan lonjakan pendapatan dari penjualan bijih nikel sebesar 387,4 persen sepanjang Januari hingga September 2026.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, pendapatan tersebut mencapai US$211,99 juta. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar US$43,49 juta.

Peningkatan tersebut ditopang penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa dengan total volume mencapai 4,27 juta wet metric tons (wmt).

Dari jumlah tersebut, penjualan kepada pihak ketiga mencapai US$187,23 juta. Sementara transaksi dengan pihak berelasi tercatat sebesar US$24,76 juta.

Dalam laporan tersebut, PT Vale menyebut PT Kawasan Industri Antam Timur (KIAT) sebagai pembeli dari pihak berelasi. Perusahaan ini memiliki hubungan afiliasi melalui pemegang saham utama yang sama, yakni MIND ID.

Sementara itu, PT Vale tidak mengungkapkan secara terperinci nama pelanggan pihak ketiga dalam laporan keuangannya.

Dari sisi volume, penjualan bijih nikel meningkat sekitar 377 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang mencapai 896.264 wmt.

Blok Bahodopi menyumbang penjualan sebesar 2,38 juta wmt. Angka tersebut meningkat dari 617.519 wmt pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun Blok Pomalaa mencatatkan penjualan sebesar 1,90 juta wmt, meningkat dibandingkan 278.745 wmt pada Januari-September 2025.

Masuk Rantai Pasok Industri HPAL

Bijih nikel dari kedua wilayah tersebut dipasarkan berdasarkan jenis mineral, yakni limonit dan saprolit.

Bijih limonit dari Bahodopi dipasok untuk fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) di Sambalagi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Sementara bijih saprolit dari Bahodopi dipasarkan kepada GEM dan pembeli domestik.

Untuk wilayah Pomalaa, bijih limonit disalurkan melalui fasilitas Feed Preparation Plant (FPP) menuju fasilitas HPAL PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI).

Fasilitas tersebut dikembangkan bersama mitra Huayou. Adapun bijih saprolit dari Pomalaa dipasarkan ke pasar domestik.

Peningkatan penjualan bijih nikel turut mengubah komposisi pendapatan perusahaan. Kontribusinya mencapai sekitar 23,7 persen dari total pendapatan, meningkat dibandingkan 6,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pendapatan nikel matte tercatat sebesar US$684,08 juta, meningkat 3,4 persen dibandingkan US$661,90 juta pada Januari-September 2025.

Penjualan nikel matte dilakukan melalui kontrak jangka panjang kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM).

Penjualan kepada VCL mencapai US$546,26 juta, sedangkan kepada SMM sebesar US$137,82 juta.

Meski pendapatan meningkat, produksi nikel matte PT Vale justru turun 12,5 persen menjadi 48.114 ton selama sembilan bulan pertama 2026.

Namun, produksi pada kuartal III mencapai 18.341 ton, meningkat dibandingkan kuartal II sebesar 16.153 ton.

PT Vale menyebut peningkatan ketersediaan peralatan dan stabilitas operasional pabrik mendukung pemulihan produksi setelah pemeliharaan besar pada awal tahun.

Perusahaan juga melanjutkan proyek hilirisasi, termasuk penyelesaian mekanis pertama Line 1 dan Line 2 proyek HPAL Pomalaa.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -