KENDARIKINI.COM – Pasangan LA-IDA berkomitmen mengatasi ketimpangan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan primer wilayah tertinggal di Sulawesi Tenggara, Sabtu 2 November 2024.
Diketahui, masyarakat Sulawesi Tenggara yang bermukim di wilayah tertinggal, perbatasan dan kepulauan umumnya mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan primer yang berkualitas.
Hal tersebut disebabkan kondisi geografis, topografi, transportasi, akses komunikasi, tingginya tingkat kemiskinan penduduk dan berbagai masalah sosial yang dihadapi.
Mendengar hal itu, Laode Ida mengatakan, untuk wilayah tertinggal dan terpencil didaerah kepulauan, pasangan LA-IDA menyediakan kapal ambulans untuk pelayanan kesehatan.
“Jadi cepat sekali melayani orang yang sakit dari sana ke rumah sakit,” kata Laode Ida pada Jumat (1/11/2024).
Selanjutnya, pasangan LA-IDA akan membangun pos kesehatan dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.
“Setiap desa pun kami memiliki akan dirikan pos kesehatan isinya satu perawat satu bidan. Jadi para perawat siap-siap diangkat satu desa dua orang,” ujarnya.
Kemudian, akan dihubungkan akses internet guna untuk mengetahui dan merespon secara cepat masalah kesehatan yang terjadi di wilayah tersebut.
Selain itu, untuk menjaga kenyamanan masyarakat di wilayah pesisir laut perlu dibangun Break-water (pemecah ombak).
Pada saat yang sama, LA-IDA mencanangkan pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Pasti itu akan terealisasikan saat kami memimpin Sulawesi Tenggara. Insyaallah kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, infrastrukturnya dibangun disana selesai sudah masalahnya,” pungkasnya.**










