KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) memperkuat pendidikan inklusif setelah menerima mahasiswa baru penyandang disabilitas tahun akademik 2026.
Kampus mulai menyiapkan fasilitas, pendampingan, serta penyesuaian pembelajaran untuk memastikan mahasiswa disabilitas tidak mengalami hambatan.
Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UHO, Eva Herik, mengatakan pemetaan mahasiswa disabilitas dan sarana kampus telah dilakukan.
“Kami sudah melakukan pendataan sarana dan prasarana serta mahasiswa di fakultas-fakultas,” ujar Eva, Selasa (11/8/2026).
UHO juga membuka hotline untuk menjangkau mahasiswa baru yang terdeteksi sebagai penyandang disabilitas.
Menurut Eva, pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Dosen dan tenaga kependidikan juga akan mendapatkan pelatihan mengenai disabilitas dan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
Materi, kurikulum, metode tugas, serta proses pembelajaran akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
UHO juga menyiapkan konselor sebaya dan relawan untuk membantu mahasiswa disabilitas menjalani aktivitas akademik.
Para konselor sebaya akan mendapat pelatihan sebelum menjalankan tugas pendampingan di lingkungan kampus.
Sementara itu, FISIP UHO mulai menyiapkan fasilitas khusus setelah menerima salah satu mahasiswa baru penyandang disabilitas.
Dekan FISIP UHO, Prof Dr H Eka Suaib, mengatakan fasilitas tersebut meliputi jalur khusus, toilet, dan ruang parkir.
FISIP juga menyiapkan tongkat dan kursi roda yang dapat digunakan mahasiswa sesuai kebutuhan.
Selama orientasi, mahasiswa tersebut ditempatkan di bagian depan dan disiapkan ruangan khusus untuk beristirahat.
Eka mengatakan kebutuhan mahasiswa disabilitas akan terus diperhatikan ketika memasuki proses perkuliahan.
“Pendidikan untuk semua berarti termasuk orang-orang yang berkebutuhan khusus kita fasilitasi,” tegas Eka.
Ia mengakui sebagian fasilitas telah tersedia, sementara sejumlah sarana lainnya masih dalam proses pemenuhan.
UHO memastikan fasilitas dan pembelajaran akan terus dikembangkan sesuai standar pendidikan yang inklusif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen UHO menciptakan lingkungan akademik yang aksesibel dan setara bagi seluruh mahasiswa.*










