Senin, November 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaBPS Catat Inflasi Sultra 4,74 Persen, Produksi Padi Turun pada 2026

BPS Catat Inflasi Sultra 4,74 Persen, Produksi Padi Turun pada 2026

KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 4,74 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y) pada Oktober 2026.

Data tersebut dirilis BPS Provinsi Sulawesi Tenggara pada Senin (2/11/2026), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,57.

Kabupaten Konawe mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,44 persen. Sementara itu, Kota Kendari menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 4,47 persen.

Kenaikan harga terjadi pada 11 kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 6,96 persen.

Secara bulanan, Sultra justru mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Namun, inflasi kumulatif sejak Januari hingga Oktober 2026 mencapai 4,53 persen.

Selain inflasi, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Sultra pada Oktober 2026 sebesar 115,13. Angka tersebut turun 0,38 persen dibandingkan September 2026.

Penurunan NTP terjadi karena kenaikan harga yang diterima petani sebesar 0,31 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 0,69 persen.

Di sektor pariwisata, tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada September 2026 mencapai 37,19 persen. Angka tersebut meningkat 2,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara dan laut domestik mengalami penurunan pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026.

Dari sektor perdagangan, nilai ekspor Sultra mencapai US$384,06 juta atau meningkat 7,83 persen dibandingkan September 2025.

Nilai impor juga meningkat 64,84 persen menjadi US$296,83 juta. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Sultra mencatat surplus sebesar US$87,23 juta.

Di sektor pertanian, luas panen padi 2026 diperkirakan mencapai 143,98 ribu hektare. Angka tersebut turun 5,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi padi diperkirakan mencapai 646,38 ribu ton gabah kering giling (GKG), turun 5,06 persen dibandingkan 2025.

Produksi beras untuk konsumsi penduduk juga diperkirakan turun menjadi 371,20 ribu ton dari sebelumnya 390,98 ribu ton.

BPS Sultra menyebutkan data tersebut merupakan bagian dari perkembangan indikator ekonomi dan sosial Sulawesi Tenggara sepanjang 2026.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -