KENDARIKINI.COM – Polemik penumpukan sampah di sudut Jalan Jenderal Ahmad Nasution, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rabu 3 Januari 2026.
Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
“Karena ini sifatnya urgent, kami akan menjalankan fungsi pengawasan DPRD dengan berkoordinasi bersama DLHK agar segera memerintahkan petugas mengangkut sampah. Mudah-mudahan besok sudah bisa diselesaikan,” kata Rajab saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com
Rajab menjelaskan, keterlambatan pengangkutan sampah diduga berkaitan dengan belum terbayarkannya honor petugas kebersihan. Menurutnya, saat ini Pemerintah Kota Kendari tengah melakukan proses transisi pengelolaan sampah, di mana kewenangan operasional dialihkan ke tingkat kecamatan.
“Dalam proses transisi ini, termasuk setelah wali kota melaunching penambahan honor petugas sampah, kami meyakini koordinasi sudah berjalan sampai ke bawah,” katanya.
Terkait pembayaran honor petugas pengangkut sampah, Rajab menegaskan DPRD akan mendorong penyelesaian melalui DLHK Kota Kendari pada Senin (5/1/2026).
“Kami minta petugas bersabar. Hari Senin kami pastikan persoalan pembayaran honor petugas sampah ini diselesaikan melalui DLHK,” tegasnya.
Sebelumnya, pantauan jurnalis Kendarikini.com sekitar pukul 17.00 WITA mendapati tumpukan sampah berserakan disertai bau tak sedap di dua titik wilayah Anduonohu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, yakni di depan Bank Ganda Lata Kendari dan di depan Hotel Adipati Kendari.
Seorang warga setempat berinisial E (40) mengatakan sampah tersebut belum diangkut sejak sebelum malam pergantian Tahun Baru 2026.
“Sejak sebelum malam tahun baru, sampah di sini belum diangkut,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan kondisi drainase di sekitar lokasi yang dinilai sudah lama tidak berfungsi.
“Drainasenya tidak berfungsi. Kalau hujan, daerah ini banjir. Ini perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh Pemkot,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kambu, Aswan, menyebut keterlambatan pengangkutan sampah diduga berkaitan dengan belum dibayarkannya honor petugas pengangkut sampah oleh DLHK Kota Kendari.
“Sampah belum terangkut karena persoalan honor petugas. Mudah-mudahan honornya segera dibayarkan sehingga sampah bisa segera diangkut,” ujar Aswan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak DLHK sebelumnya telah menyampaikan informasi terkait penyaluran anggaran honor petugas, namun hingga kini belum ada bukti transfer yang diterimanya.
“Sampai sekarang buktinya belum ada,” katanya singkat.
Di sisi lain, jurnalis Kendarikini.com telah berupaya mengonfirmasi Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, melalui pesan dan panggilan WhatsApp terkait pembayaran honor petugas pengangkut sampah. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.(Faldi)*










