BPS Sultra: Dua Kota Mengalami Inflasi

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara telah merilis beberapa indikator strategis terkini diantaranya Perkembangan Indeks Harga Konsumen Gabungan 2 Kota IHK Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis 3 Agustus 2023.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, S.Si., ME dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pada Juli 2023 terjadi Inflasi gabungan 2 kota IHK year on year (yoy) 3,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,72. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen dengan IHK sebesar 116,10 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,50 persen dengan IHK sebesar 116,28. Sementara inflasi month to month (mtm) tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,43 persen dengan IHK 121,37 dan inflasi terendah terjadi di Sintang dan Cilacap masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing 123,51 dan 115,13,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa inflasi year on year (yoy) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

“Yaitu, kelompok transportasi sebesar 10,86 persen, kelompok pendidikan sebesar 6,04 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,61 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,50 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,38 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,04 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,00 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,72 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,57 persen; serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,73 persen,” ungkapnya.

Lanjutnya tingkat inflasi gabungan 2 kota IHK month to month (mtm) sebesar 0,33 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Juli 2023 sebesar 1,62 persen.

“Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yoy antara lain angkutan udara, beras, angkutan udara, rokok kretek filter, akademi/perguruan tinggi, angkutan dalam kota, mobil, bahan bakar rumah tangga, rokok putih serta angkutan antar kota,” ungkapnya.

Sambungnya Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yoy antara lain bawang merah, ikan layang/ikan benggol, cabai rawit, kangkung, ikan teri, daun kelor, cabai merah, bayam, jagung muda/putren serta kacang panjang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker