KENDARIKINI.COM, KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Eng. Ir. Lukas Kano Mangalla, ST, MT, IPM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Konversi Energi, Kamis (6/2/2026).
Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Universitas Halu Oleo tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan peran UHO dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset energi berkelanjutan di Indonesia.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Lukas menegaskan bahwa rekayasa sistem termal inovatif memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan transisi energi global. Menurutnya, masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan merekayasa sistem yang efisien, bersih, dan berkelanjutan.
“Rekayasa panas pada dasarnya adalah rekayasa masa depan energi. Melalui inovasi teknologi, kita dapat mentransformasi sumber daya lokal menjadi energi bernilai tinggi sekaligus ramah lingkungan,” ujar Prof. Lukas.
Sebagai akademisi dan peneliti, Prof. Lukas dikenal aktif mengembangkan teknologi torrefaksi biomassa berbasis pemanas microwave-elektrik. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas biomassa menjadi bahan bakar dengan stabilitas termal tinggi serta nilai energi yang lebih baik, sehingga berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pengukuhan Guru Besar ini juga menegaskan komitmen Universitas Halu Oleo dalam mendorong riset unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prof. Lukas menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem energi masa depan yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga solusi nyata bagi peradaban,” tegasnya.
Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Lukas meraih gelar doktor dari Kanazawa University, Jepang, pada tahun 2015 dalam bidang Innovative Science and Technology. Ia juga aktif terlibat dalam berbagai kolaborasi riset nasional dan internasional serta forum ilmiah global di bidang teknologi energi.
Dengan diraihnya jabatan akademik tertinggi tersebut, Prof. Lukas berkomitmen untuk terus mengembangkan riset, mendidik generasi insinyur masa depan, serta menghadirkan inovasi yang mendukung pembangunan energi berkelanjutan.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan generasi muda bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang berdaya saing.*










