KENDARIKINI.COM – Pergantian Kapolda Sultra mulai memunculkan dinamika dan spekulasi di internal Polri.
Meski telegram Kapolri belum terbit, sejumlah nama perwira tinggi mulai diperbincangkan.
Tradisi senioritas dan angkatan akademi disebut masih berpengaruh dalam penentuan jabatan strategis Polri.
Sorotan mengarah pada lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1993 dan 1994.
Beberapa nama yang beredar yakni Irjen Asep Safrudin, Irjen Ade Deryana Wijaya, dan Irjen Pipit Rismanto.
Namun, Irjen Pipit Rismanto disebut menjadi salah satu figur terkuat menuju kursi Kapolda Sultra.
Pipit diketahui pernah menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.
Posisi itu menangani kasus tambang ilegal, penyelundupan sumber daya alam, dan mafia distribusi BBM.
Sulawesi Tenggara sendiri belakangan menjadi sorotan terkait aktivitas pertambangan ilegal dan dugaan penyelewengan BBM.
Sejumlah pihak menilai Kapolda Sultra mendatang harus mampu menjaga keamanan sekaligus menindak kejahatan terorganisir.
“Kapolda Sultra ke depan harus berani membongkar jaringan besar yang selama ini sulit tersentuh,” ujar seorang pengamat.
Pergantian Kapolda Sultra dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa di tubuh Polri.
Publik kini menanti figur pemimpin yang dinilai mampu menangani persoalan hukum strategis di Sultra.*










