Rabu, Juni 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPerkara Ipar Adalah Maut di Konawe Berujung Damai

Perkara Ipar Adalah Maut di Konawe Berujung Damai

KENDARIKINI.COM – Perkara soal ipar adalah maut di Kelurahan Laosu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, resmi di selesaikan dengan menggunakan pendekatan adat Tolaki.

Dilansir dari akun Instagram Konawe Info Proses penyelesaian kasus ini lakukan pada Senin 7 April 2025 malam di kediaman Lurah Laosu, Taswin Tomawa.

Hal ini dibenarkan oleh keluarga korban bernama PA.

“Sudah diselesaikan secara adat dirumah pak lurah yakni Taswin Tomawa,” katanya.

Lebih lanjut, prosesi penyelesaian perkara ini turut dihadiri oleh pelaku inisial ARS (Ipar) dan kakak beradik yang merupakan korban inisial ASL (15) serta AN (20) hingga keluarga dari kedua belah pihak. Selain itu juga turut hadir ketua LPM Laosu Abd Kadir, dan Tokoh Adat Muh. Amin L.

Priska menambahkan, pasca penyelesaian kasus ini pelaku dibuat surat penyataan dengan tujuan agar tidak mengulangi kejadian serupa.

Kemudian pelaku juga menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada korban serta pihak keluarga atas tindakan yang telah di perbuatnya.

Setelah itu, ARS meminta maaf kepada kedua korban serta orang tua mereka dan mengakui kesalahannya atas apa yang ia telah perbuat.

Untuk diketahui, aksi bejat ARS terhadap ASL dan AN ini telah berlangsung sejak tahun 2022 silam.

“Saya waktu itu masih berumur 12 tahun atau kelas 7 Smp. Sementara kakakku AN masih kelas 11 Sma,” ujar ASL.

Kejadian ini bermula saat AN dan ASL bermalam di rumah kakak tertuanya. Dimana keduanya saat itu tidur di depan TV dengan sangat terlelap.

Disaat yang sama, pada malam itu ASL merasa ada hal yang aneh. Dirinya merasa ada yang memegang area sensitifnya.

“Dalam mimpi ku saya rasa kayak ada yang pegang kemaluanku dia tusuk-tusuk. Nah pas lama kelamaan saya terbangun dan lihat iparku,” imbuhnya.

Setelah kejadian itu, ASL memilih diam karena ia tak mau kakak tertuanya bertengkar karena mengetahui aksi bejat suaminya.

Keesokan malamnya, ASL bercerita tentang kejadian itu kepada kakaknya AN. Usut punya usut ternyata AN juga mengalami hal serupa.

Dari aksi bejat ini, ASL mengalami trauma saat sedang tidur. Dirinya kerap tiba-tiba terbangun meskipun hanya mendengar bunyi-bunyi kecil.(Amin)*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -