KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Operasional SPPG Watubangga resmi dihentikan sementara setelah dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan itu disampaikan dalam mediasi di Pantai Kalomang, Kecamatan Watubangga, Minggu malam (10/5/2026).
Pertemuan dihadiri Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga, pemerintah kecamatan, Koramil, pengelola SPPG, dan pihak yayasan mitra.
Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga meminta operasional SPPG dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.
Juru bicara APKW, Rahmad Hidayat, meminta investigasi mendalam dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menegaskan kasus tersebut menyangkut keselamatan dan kesehatan para siswa penerima program MBG.
Koordinator SPPG Watubangga, Hendriawan, mengatakan pihaknya kini menjalani evaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sampel makanan juga sedang diuji Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kolaka.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan 11 siswa SDN 3 Watubangga.
“Mulai Senin, 11 Mei 2026, operasional SPPG dihentikan sementara,” ujar Hendriawan.
Danramil Watubangga, Kapten Infanteri Sulaeman, berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga meminta Babinsa diberikan akses memantau proses penyiapan makanan MBG.
Pimpinan Yayasan Arta Wijaya Akademi, Ilham, menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya.
Sementara Koordinator BGN Sulawesi Tenggara, Maharani, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Menurutnya, BGN telah memperketat SOP seluruh SPPG dan menghentikan sementara operasional SPPG Watubangga.
Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi menyeluruh dari pihak terkait.*










