KENDARIKINI.COM – Ketua Asosiasi Pengusaha Rumah Makan, Refleksi, Bioskop, Karaoke, Warkop, dan Pub (Arokap) Sulawesi Tenggara (Sultra), Amran, angkat bicara terkait maraknya kasus pemukulan dan pembacokan yang terjadi di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Kendari.
Saat ditemui jurnalis Kendarikini.com di salah satu warung kopi di Kendari, Kamis (12/2/2026), Amran menegaskan bahwa setiap insiden yang terjadi di THM merupakan tanggung jawab masing-masing manajemen outlet.
“Kalau kejadian itu kan kembali kepada outletnya masing-masing. Saya hanya menghimbau, kalau itu kejadian pemukulan atau pembacokan, itu dapurnya masing-masing. Tapi di situlah pentingnya peran HRD dan perusahaan untuk memberikan pembinaan kepada karyawan,” ujar Amran.
Ia menekankan, peran Human Resources Development (HRD) di setiap perusahaan THM sangat krusial dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap karyawan, termasuk petugas keamanan (security), agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, pembinaan tersebut wajib dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku di masing-masing perusahaan.
“Karena setiap perusahaan berbeda SOP-nya, berbeda juknisnya. Itu dikembalikan ke perusahaannya masing-masing. Tapi dari saya menghimbau, jangan sampai terulang terjadi baik kepada tamu maupun karyawannya. Kalau itu terjadi, sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah kasus pemukulan dan pembacokan dilaporkan terjadi di beberapa THM di Kendari. Bahkan, dalam beberapa peristiwa, oknum security THM disebut turut terlibat dalam insiden tersebut.
Arokap Sultra berharap seluruh pengelola THM di Kendari dapat memperketat pengawasan internal serta meningkatkan kualitas pembinaan karyawan guna menciptakan lingkungan hiburan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.*










