KENDARI, KENDARIKINI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara nasional sejak 2025, ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh satuan pendidikan.
Di Kota Kendari, siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kendari hingga kini belum menerima manfaat program MBG yang kembali resmi berjalan serentak sejak Kamis, 8 Januari 2026.
Kepala SLBN 1 Kendari, Sitwan, mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 hingga memasuki Januari 2026, sekolah yang dipimpinnya belum pernah menerima jatah MBG sama sekali.
“Selama 2025 lalu sampai hari ini, siswa kami tidak kebagian jatah MBG,” ujar Sitwan kepada awak media, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pada awal 2025 pihak sekolah sempat didatangi aparat berwenang untuk melakukan sosialisasi sekaligus pendataan terkait kesiapan pembangunan dapur MBG.
Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
SLBN 1 Kendari sendiri memiliki total 78 siswa yang terdiri dari 40 siswa SD, 19 siswa SMP, dan 19 siswa SMA, serta didukung oleh 15 guru dan tenaga pendidik. Keberadaan program MBG dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan gizi siswa berkebutuhan khusus.
“Kami hanya bisa berharap program MBG ini juga bisa dirasakan oleh siswa-siswi kami,” tutur Sitwan.
Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, pada 2026 program MBG ditargetkan berjalan setiap hari, termasuk saat libur sekolah, dengan sasaran penerima manfaat yang diperluas tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan tenaga pendidik.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi, mendorong perekonomian lokal dengan melibatkan petani, UMKM, dan tenaga kerja setempat, serta menargetkan jumlah penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang pada Februari 2026.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Kecamatan (Korcam) Baruga dari Badan Gizi Nasional (BGN), Fazlul Rachmat, mengakui bahwa distribusi MBG di wilayahnya masih terbatas.
“Dapur MBG yang ada di Kecamatan Baruga letaknya cukup jauh dari SLBN 1 Kendari. Sehingga pelayanan sementara masih difokuskan pada sekolah-sekolah yang dapat dijangkau,” jelas Fazlul.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan pembaruan data serta merencanakan pembangunan dapur MBG baru agar distribusi program dapat menjangkau seluruh sekolah, termasuk SLBN 1 Kendari.
“Kami akan segera menindaklanjuti agar cakupan MBG di wilayah Baruga bisa merata,” pungkasnya.*










