KENDARIKINI.COM – Dana Bagi Hasil pertambangan di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan terkait ketimpangan manfaat ekonomi dan dampak lingkungan.
Sorotan itu disampaikan Direktur Puspaham Sultra, Kisran Makati, dalam dialog publik OASIS di Kendari, Sabtu.
Kisran menilai nilai DBH tambang tidak sebanding dengan keuntungan korporasi maupun kerusakan ekologis yang ditinggalkan.
Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah kerap diklaim, namun belum sebanding dengan dampak lingkungan di wilayah pertambangan.
Ia juga menyoroti deposit tambang di Sultra yang dinilai belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
Kisran menyebut pemerintah lebih fokus mengejar nilai tambah ekonomi dibanding memperhatikan reklamasi kerusakan ekologis.
Ia menilai kebijakan pertambangan perlu diarahkan agar manfaat ekonomi berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan.
Dalam forum itu, Kisran menegaskan kritik terhadap DBH bukan bentuk penolakan terhadap investasi tambang di Sultra.
Menurutnya, investasi tetap diperlukan, namun harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan dan keadilan masyarakat.
Dialog publik tersebut mengangkat isu pertambangan, krisis lingkungan, serta peran media dalam mengawal kebijakan sumber daya alam.
Isu DBH tambang kini menjadi perhatian di tengah perdebatan manfaat ekonomi dan risiko ekologis daerah penghasil tambang.*










