KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan investasi proyek eksekusi tambang Pomalaa mencapai US$383,5 juta atau sekitar Rp6,3 triliun hingga September 2026.
Proyek pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, tersebut telah mencapai progres penyelesaian 89 persen dan ditargetkan rampung pada 2027.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, nilai proyek meningkat dari US$339,17 juta pada akhir 2025.
Sepanjang Januari-September 2026, PT Vale mencatatkan tambahan investasi sebesar US$119,86 juta. Perusahaan juga melakukan reklasifikasi aset sebesar US$75,52 juta.
Selain pengembangan tambang, PT Vale mencatatkan kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan nikel melalui proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa.
Dalam laporan kinerja kuartal III 2026, perusahaan mengungkapkan Line 1 dan Line 2 proyek HPAL telah mencapai tahap mechanical completion pertama.
Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi untuk memperkuat rantai nilai industri nikel di Indonesia.
Aktivitas pertambangan PT Vale di Pomalaa juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan bijih nikel dari wilayah tersebut mencapai 1,90 juta wet metric tons (wmt).
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 278.745 wmt.
Khusus kuartal III 2026, penjualan bijih nikel mencapai 1,31 juta wmt. Angka tersebut meningkat dari 495.601 wmt pada kuartal II 2026.
Secara keseluruhan, aset tetap dalam penyelesaian PT Vale mencapai US$1,13 miliar per September 2026. Nilai tersebut meningkat dari US$906,45 juta pada akhir 2025.
Selain Pomalaa, PT Vale juga mencatatkan perkembangan proyek pertambangan di wilayah lainnya.
Proyek eksekusi tambang Bahodopi di Sulawesi Tengah memiliki nilai tercatat US$220,77 juta dengan progres penyelesaian 99 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2026.
Sementara itu, proyek eksekusi tambang Sorowako Limonite mencatatkan nilai US$87,95 juta dengan progres 53 persen dan target penyelesaian 2027.
Perusahaan juga mengembangkan proyek peningkatan kapasitas Bahodopi dengan nilai tercatat US$45,87 juta dan progres penyelesaian 43 persen.
Pengembangan sejumlah proyek tersebut menjadi bagian dari upaya PT Vale memperkuat kapasitas pertambangan dan memperluas bisnis hilirisasi nikel.*














