Jumat, Juli 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PGRI Angkat Bicara Soal Polemik Oknum Guru yang Diduga Aniaya Muridnya di Konsel

KENDARIKINI.COM – Kasus kriminalisasi guru Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan mendapat kritikan keras, Senin 21 Oktober 2024.

Kritikan keras tersebut lahir dari Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) sekaligus Ketua PGRI Sultra, Abdul Halim Momo.

Menurut Abdul Halim Momo, insiden ini terkesan ganjil. Sebab berdasarkan kesaksian sejumlah guru dan siswa, tidak ada tindakan penganiayaan oleh supriyani terhadap siswa tersebut.

“Makanya aneh ini kejadian. Saya nda tau bagaimana sampai kemudian di kejaksaan pengadilan. Dari mana itu permainannya,” katanya pada awak media.

Dengan adanya kejadian tersebut, Ia menduga, ada upaya yang dilakukan secara sengaja untuk mengkriminalisasikan supriyani.

Sehingga, kejadian tersebut harus mendapatkan atensi yang serius dari sejumlah guru. Dikarenakan apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan kesewenangan-wenangan terhadap guru.

“Ini tidak bisa di diamkan, karna ini kezaliman. Kenapa ? Kalau kita diamkan menurut saya, ini akan melahirkan orang-orang tua baru yang lainnya yang sesuka hatinya dengan guru,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut hasil visum dari badan siswa yang bersangkutan merupakan benturan benda tajam. Dari pengakuan siswa tersebut, benturan ini didapatnya saat terjatuh di kawasan sawah. Akan tetapi, kasus ini seolah-olah dialihkan sebagai tindakan penganiayaan.

“Seakan-akan guru ini kriminalisasi, ada kesan kriminalisasi,” tegasnya.

Disisi lain, insiden ini telah membuat geram sejumlah guru dan mahasiswa yang notabenenya sebagai calon tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Selain itu, Abdul Halim Momo meminta kepada pihak-pihak terkait untuk mengusut kasus ini secara professional. Ketua PB PGRI ini juga mengutuk keras atas kejadian kriminalisasi terhadap guru ini.

“Jadi saya terus terang, saya selaku ketua PGRI Sulawesi Tenggara dan ketua pusat PGRI Republik Indonesia mengutuk dengan keras. Dan saya berharap jangan ada yang coba main-main dengan peristiwa ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil percakapan antara supriyani dan Ketua PB PGRI Abdul Halim Momo, Supryani mengaku tidak pernah berkontak fisik dengan siswa tersebut.**

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -