KENDARIKINI.COM – Seorang pria inisial ED (55) di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan meninggal dunia oleh istrinya insis IM (55) di dalam kamar tidurnya, Sabtu 20 Desember 2025.
Lokasi penemuan mayat korban pria insial ED (55) di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat.
Saat ditemukan oleh istrinya, tubuh mayat korban pria inisial ED (55) menghitam, bengkak serta beraroma tak sedap terlentang dengan menggunakan celana pendek booster warna biru putih baju warna hitam di kamar tidurnya.
Padahal menurut sang istri inisial IM (55) mayat korban pria inisial ED (55) tidak pernah mengeluhkan rasa sakit dan penyakit bawaan.
Sebelumnya pada Jumat, 19 Desember 2025 malam, saksi sang istri inisial IM (55) berbaring di samping suaminya lalu pindah ke kamar lain.
Namun pada Sabtu siang hari sekitar pukul 12.45 WITA, sang istri inisial IM (55) mencium bau tak sedap.
Saat melakukan pengecekan, sang istri IM (55) mendapati tubuh suaminya telah menghitam.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kemaraya, Iptu Busran, membenarkan adanya penemuan mayat.
“Benar ada penemuan mayat jenis kelamin Laki-laki, kini jenazah telah kami evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Kendari untuk diautopsi,” ungkapnya saat dikonfirmasi madia ini pada hari Sabtu 20 Desember 2025.
Pelaksanaan otopsi mayat pria inisial ED (55) berdasar surat pernyataan saudara kandungnya RSK (49).
Dalam surat pernyataan RSK (49), ia mengatakan bahwa ia bersedia untuk otopsi mayat tersebut.
“Dengan ini menyatakan bersedia untuk dilakukan pemeriksaan dalam (otopsi),” pernyataan RSK (49) dalam surat peryataan tertanggal 20 Desember 2025.
Sementara itu, Kapolsek) Kemaraya, Iptu Busran, saat dikonfirmasi media ini perihal hasil otopsi mayat tersebut.
Ia mengatakan bahwa waktu meninggal dunia pria inisial ED (55) diperkirakan 24 jam hingga 72 jam sebelum dilakukan pemeriksaan kepolisian.
Menurutnya dari hasil autopsi yang dilakukan pihak RS Bhayangkara Kendari adanya pengapuran pada pembuluh darah jantung dan tampak berwarna lebih pucat dari sekitar dan teraba sedikit keras pada tubuh mayat pria inisial ED (55).
Namun ia menjelaskan dari hasil autopsi
tidak ditemukan tanda-tanda keracunan obat-obatan kimia dan kekerasan fisik pada tubuh mayat tersebut.
“Hasil autopsi terdapat tanda-tanda mati lemas, adanya pengapuran pada pembuluh darah jantung, dan tampak berwarna lebih pucat dari sekitar dan teraba sedikit keras, tidak terdapat tanda tanda keracunan tidak didapatkan tanda tanda kekerasan,” jelasnya saat dikonfirmasi madia ini pada hari Minggu 21 Desember 2025.(Faldi)*










