KENDARIKINI.COM – Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KASTARA) kembali menggelar aksi jilid tiga menyoroti kaburnya tahanan Polres Kolaka Utara.
Aliansi terdiri dari SAC, AMAN Sultra, KORAN Sultra, AMARA Sultra, GEMPUR Sultra, MAP Hukum Sultra, AWF, dan FORMALISH.
KASTARA meluncurkan aksi satir berupa Open Donasi Rp80 Ribu sebagai kritik terhadap sistem pengamanan tahanan Polres Kolut.
Donasi simbolis itu disebut untuk membeli gembok baru serta membantu operasional pengejaran tahanan yang masih buron.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dua gelombang demonstrasi yang dinilai belum menghasilkan evaluasi menyeluruh.
Sebelumnya, 11 tahanan dilaporkan kabur dari Rutan Polres Kolaka Utara menggunakan kain sarung dan selang air.
Penanggung Jawab Aksi KASTARA, Ikram, menilai peristiwa itu mencerminkan lemahnya pengawasan internal kepolisian.
“Donasi ini menjadi sindiran agar operasional pengejaran tahanan dapat berjalan lebih maksimal,” kata Ikram.
KASTARA juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan tahanan di Polres Kolaka Utara.
Selain itu, aliansi meminta Kapolres Kolaka Utara bertanggung jawab atas insiden kaburnya para tahanan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Kolaka Utara terkait tuntutan tersebut.*










