KENDARIKINI.COM — Setelah dua minggu dinyatakan hilang akibat insiden tenggelam saat memancing, seorang pria bernama Arif Kurniawan (33) akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di perairan Desa Rahia, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Minggu 23 November 2025 sekitar pukul 12.45 WITA.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Minggu, 9 November 2025, di perairan Desa Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah.
Kapolsek Sangia Wambulu, Ipda Laode Ahmadi menjelaskan berdasarkan laporan pihak keluarga dan saksi, korban bersama tiga nelayan lainnya berangkat memancing menggunakan perahu kecil (koli-koli) pada Minggu 9 November 2025 sekitar pukul 07.30 WITA menuju perairan antara Desa Tolandona-Matanaeo, Kecamatan Sangia Wambulu, dan Kelurahan Kalia-Lia, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau.
Sekitar pukul 08.00 WITA, kondisi cuaca mulai memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Upaya para nelayan untuk kembali ke daratan terhambat akibat hantaman gelombang yang menyebabkan perahu kemasukan air.
Dalam situasi tersebut, dua orang, termasuk korban Arif Kurniawan dan seorang rekannya Zulfikar, terpental ke laut. Zulfikar berhasil diselamatkan dan kini masih dalam perawatan medis, sementara Arif dinyatakan hilang dan upaya pencarian segera dilakukan.
Kapolsek Sangia Wambulu, Ipda Laode Ahmadi, mengatakan setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan SAR Baubau.
Pencarian dilakukan bersama tim SAR, warga, dan keluarga korban mulai pukul 13.00 WITA pada hari kejadian. Namun, hingga satu minggu pencarian sesuai SOP SAR, korban tidak ditemukan dan operasi resmi dihentikan.
Pada Minggu 23 November 2025 pukul 10.30 WITA, seorang penumpang kapal rute Baubau–Lombe melaporkan adanya tubuh terapung di sekitar perairan Baruta. Setelah dicek, keberadaan tersebut tidak ditemukan.
“Pada tanggal 23 November 2025 sekitar pukul 10.30 WITA, seorang penumpang di atas speed (penumpang) rute Baubau – Lombe melaporkan adanya sesosok tubuh terapung di sekitar perairan Baruta namun di cek keberadanya tidak ada,” katanya, Senin 24 November 2025.
Tim SAR Baubau kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya menuju Kelurahan Kalia-Lia, Kota Baubau untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga menerima kabar penemuan jenazah dengan penuh haru setelah dua minggu pencarian tanpa hasil. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses pemakaman.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, khususnya memasuki musim angin selatan dan gelombang tinggi.(Amin)*










