Selasa, Juli 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kakanwil Kemenag Sultra Sebut Fatayat NU Penguat Nilai Wasathiyah di Masyarakat

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, hadir dan memberikan sambutan pada Pelantikan dan Latihan Kader Dasar IV Pengurus Fatayat NU Kab. Buton. Senin (24/11/2025).

Turut hadir, Ketua PW Fatayat NU Sulawesi Tenggara beserta jajaran, para pengurus, para tokoh Nahdliyyin, serta seluruh Kader Dasar IV Fatayat NU Sultra.

Kakanwil mengatakan, Fatayat NU adalah organisasi perempuan muda NU yang telah terbukti menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat, mencerdaskan umat, dan menjaga nilai-nilai ahlusunnah wal jama’ah. Peran perempuan dalam Islam bukan sekadar pelengkap, tetapi pilar utama peradaban.

Hal ini, kata Mansur, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nahl (16): 97 yang artinya “Barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dan ia beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”

“Ayat ini menjadi penegasan bahwa kontribusi perempuan dan laki-laki sama mulianya di sisi Allah SWT. Maka, kader Fatayat NU harus tampil percaya diri, berani berperan, dan teguh memegang ilmu serta akhlak,” ujarnya.

Mansur menjelaskan, dalam sebuah hadis juga menegaskan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang setara dalam peran mereka, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun agama. Dalam konteks ini, Fatayat NU menjadi jembatan untuk memastikan bahwa perempuan-perempuan dalam organisasi ini memiliki peran yang sejajar, berdaya, dan berpengaruh.

“Negeri kita saat ini menghadapi banyak tantangan. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, pergeseran nilai sosial, dan dinamika kebangsaan yang tidak selalu mudah. Dalam kondisi ini, Fatayat NU memiliki peran strategis,” imbuhnya.

Selain menjadi penjaga moderasi beragama
Dengan karakter NU yang ramah, toleran, dan cinta damai. Mansur menyebut Fatayat NU berperan sebagai penguat nilai wasathiyah di tengah masyarakat.

“Fatayat NU juga menguatkan pendidikan perempuan dan anak, mampu menjadi motor sosial di tengah masyarakat serta menjadi duta nilai kebangsaan dalam menanamkan nilai toleransi, cinta tanah air, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman Sulawesi Tenggara,” tutur Mansur.

Kepada para kader yang dilantik, Mansur memberikan tiga pesan motivasi. Pertama tetap belajar, kedua berani tampil, dan Ketiga, tebarkan manfaat sebab sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Mansur mengucapkan selamat kepada seluruh peserta pelatihan dan latihan kader dasar IV Fatayat NU Sulawesi Tenggara. Dirinya berharap, kegiatan ini menjadi tonggak awal lahirnya kader-kader perempuan yang kuat, cerdas, berakhlak, dan mencintai tanah air.

“Mari jadikan setiap langkah, kata, dan tindakan kita sebagai sumber kebaikan untuk masyarakat. Teruslah menjadi perempuan hebat, perempuan yang menguatkan agama, menggerakkan bangsa, dan mengharumkan NU di bumi Sulawesi Tenggara,” tandasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -