JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) periode 1447-1452 Hijriah resmi dilantik, Minggu (24/5).
Pelantikan dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan PP MES, Ma’ruf Amin, di Jakarta. Momentum itu memperkuat konsolidasi ekonomi syariah nasional.
Ma’ruf Amin optimistis ekonomi syariah Indonesia memiliki masa depan cerah dan terus berkembang secara global.
Menurutnya, kontribusi ekonomi syariah mencapai 30-40 persen terhadap perekonomian nasional. Indonesia kini berada di peringkat ketiga dunia.
Ia mendorong strategi nasional agar Indonesia mampu menjadi pusat ekonomi syariah terbesar dunia.
Ma’ruf menegaskan ekonomi syariah tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi wajib menghadirkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
Ketua Umum PP MES, Rosan Roeslani, meminta seluruh pengurus fokus menghadirkan program nyata dan berdampak langsung.
Rosan menilai ekonomi syariah harus memberi solusi konkret bagi masyarakat, terutama sektor UMKM dan pembiayaan ibadah.
Ia mencontohkan pentingnya skema yang mempercepat tabungan umrah masyarakat dari belasan tahun menjadi lebih singkat.
Sementara itu, Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 turut membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Forum tersebut dirangkaikan dengan pelantikan dan rapat kerja nasional PP MES periode 2026-2031.
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menegaskan ekonomi syariah harus masuk ke sektor riil dan industri halal.
Menurutnya, koperasi pesantren dan koperasi masjid menjadi instrumen penting mempercepat ekonomi umat di daerah.
Diskusi SELF 2026 juga menghadirkan KNEKS, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pelaku industri halal nasional.
Forum menyimpulkan akselerasi ekonomi syariah membutuhkan regulasi sederhana, kemudahan modal, dan dukungan pemerintah daerah.*










