KENDARIKINI.COM – WALHI Sulawesi Tenggara menggelar dialog publik refleksi gerakan perempuan, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Diploma Coffee, Jalan HEA Mokodompot, wilayah Kelurahan Lalolara dan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Diskusi menghadirkan narasumber Merlin Yanti Guluh, Marieni, Hasnawati, Cristien, dan Nursada, dipandu Fitra Wahyuni.
Forum ini membahas berbagai persoalan hak perempuan, baik pada tingkat nasional maupun daerah di Sulawesi Tenggara.
Bidang Advokasi dan Kampanye WALHI Sultra, Fitra Wahyuni, menyoroti masih tingginya pelanggaran HAM terhadap perempuan.
Menurutnya, ketimpangan struktural regulasi dari pusat hingga daerah menjadi salah satu penyebab utama persoalan tersebut.
“Kami melihat regulasi nasional yang turun ke daerah masih meminggirkan peran perempuan,” ujar Fitra Wahyuni.
Ia menambahkan, perempuan adat, ibu rumah tangga, hingga buruh kerap terdampak kuatnya budaya patriarki.
Selain itu, WALHI Sultra menegaskan komitmen memperkuat konsolidasi gerakan bersama berbagai elemen masyarakat.
Mahasiswa dan kelompok sipil didorong terlibat aktif menyuarakan hak perempuan di ruang publik strategis.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat advokasi dan mendorong kebijakan yang lebih adil bagi perempuan.*










