Jumat, Juni 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaDipicu Api Cemburu, Seorang Perempuan Dicakar Istri Siri Oknum Polisi di Butur

Dipicu Api Cemburu, Seorang Perempuan Dicakar Istri Siri Oknum Polisi di Butur

KENDARIKINI.COM — Kasus dugaan penganiayaan kembali terjadi di Kabupaten Buton Utara (Butur). Seorang perempuan berinisial N diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh perempuan berinisial U di sebuah indekos di Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, Selasa 25 November 2025 malam.

Peristiwa itu disebut terjadi setelah keduanya terlibat adu mulut. Berdasarkan keterangan N, aksi penganiayaan diduga dipicu oleh rasa cemburu.

U diketahui merupakan istri siri dari seorang oknum polisi berinisial Aipda Z. Sementara N mengaku telah menjalin hubungan asmara cukup lama dengan oknum tersebut.

Akibat kejadian itu, N mengalami luka cakar pada bagian wajah. Saat dikonfirmasi, N membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Ia menyebut pelaku bersama Aipda Z datang langsung ke indekosnya sebelum kejadian terjadi.

“Pelaku datang ke kos bersama Aipda Z. Kami sempat cekcok, dan pelaku mencakar bagian muka saya hingga menyebabkan luka,” ujarnya, Rabu 26 November 2025.

Lebih lanjut, N mengaku telah mendatangi Polres Buton Utara untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, ia tidak sempat memberikan keterangan karena Aipda Z tiba-tiba menariknya keluar dari ruang SPKT.

N juga menjelaskan bahwa U yang disebut sebagai istri siri oknum polisi itu, merupakan seorang PPPK di Kabupaten Konawe Kepulauan dan telah memiliki dua anak.

Lebih jauh, N mengungkap bahwa dirinya telah menjalin hubungan asmara dengan Aipda Z sejak 2020. Oknum polisi tersebut bahkan disebut pernah bertemu keluarganya untuk membicarakan hubungan yang lebih serius.

“Sudah lama saya pacaran dengan oknum polisi ini, pernah juga bertemu keluarga saya. Sejak tahun 2020 saya ikut dia ke Butur sampai sekarang,” terangnya.

N menegaskan bahwa dirinya dan keluarga tidak menerima perlakuan tersebut. Ia menyebut pihak keluarga berencana menunjuk pengacara untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.

Sementara itu, Kapolres Butur AKBP Totok Budi Sanjoyo yang dikonfirmasi via pesan whatsapp belum memberikan tanggapan perihal peristiwa tersebut.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -