KENDARIKINI.COM – Empat bulan berlalu, hasil uji forensik darah warga binaan Rutan Kendari, Afrisal, belum diketahui.
Sampel darah Afrisal dikirim untuk pemeriksaan laboratorium forensik setelah warga binaan tersebut meninggal dunia.
Pihak RS Bhayangkara Kendari menyebut proses perkara sepenuhnya berada pada penyidik Polresta Kendari.
Pihak rumah sakit mengaku hanya menangani pengemasan dan penyerahan sampel kepada penyidik.
“Kami hanya packing sampel, kemudian langsung menyerahkannya ke penyidik Polresta Kendari,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Pihak RS Bhayangkara juga menyatakan belum menerima salinan hasil pemeriksaan laboratorium forensik tersebut.
“Silakan koordinasi langsung dengan penyidiknya,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau belum memberikan tanggapan terkait hasil pemeriksaan tersebut.
Kakanwil Pemasyarakatan Sultra Sulardi juga belum memberikan tanggapan mengenai perkembangan hasil uji sampel darah Afrisal.
Sebelumnya, Afrisal ditemukan tidak bergerak saat pengecekan rutin dan serah terima piket Rutan Kendari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026), sekitar pukul 07.00 WITA.
Pelaksana Harian Rutan Kendari, Lendra Pratama Kastian, mengatakan Afrisal tidak bangun ketika dipanggil warga binaan lainnya.
Petugas kemudian membawa Afrisal ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan rumah sakit menyatakan Afrisal telah meninggal dunia.
Dokter Klinik Rutan Kendari, dr. Rachmad, sebelumnya menyebut penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah.
Afrisal diketahui menjalani hukuman enam bulan terkait perkara penganiayaan dan meninggal sebelum masa hukumannya berakhir.
Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan hasil pemeriksaan serta perkembangan penyelidikan kematian Afrisal.*













