Tiga Lembaga Mahasiswa di Sultra Ajak Masyarakat Jaga Ikon Gerbang Wisata Kendari-Toronipa

KENDARIKINI.COM – Sejumlah aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra) menganggap pembangunan jalan gerbang Kendari – Toronipa sesuai Standar Pekerjaan Nasional, Kamis 19 September 2024.
Belakangan ini beredar unggahan video yang memperlihatkan kondisi gerbang Kendari – Toronipa yang mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunannya.
Hal ini menimbulkan pandangan negatif dari segelintir masyarakat lokal hingga publik figur terkait pembangunan gerbang Kendari – Toronipa ini.
Menanggapi pandangan tersebut, Ketua Aliansi Mahasiswa Merdeka, Uter menuturkan, pasca beredar luasnya unggahan video gerbang Kendari – Toronipa, pihaknya langsung melakukan investigasi lapangan. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia
“Setelah beredar video terkait gerbang wisata Toronipa yang viral di media sosial, maka kami langsung turun kroscek di lapangan,” tutur Uter.
Lanjut, kata dia, berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan disesuaikan dengan data-data yang ada, menurutnya sesuai standar pengerjaannya.
“Bahan yang digunakan itu telah di check di laboratorium bahwasanya bahan-bahan yang digunakan itu layak untuk pembangunan ini,” imbuhnya.
Senada dengan Ketua Gempa Sultra, Muhamad Farnadi mengatakan bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
“Setelah kita melakukan peninjauan beberapa hari yang lalu, bahan-bahan yang digunakan seperti rangka baja itu memang di RAB nya itu memang sudah seperti itu,” kata farnadi.
Sementara itu, Ketua Lingkar Aktivis Jaringan Untuk Reformasi Nasional Indonesia, Didit menyerukan kepada segenap masyarakat Sultra
untuk menjaga bangunan Gerbang Kendari-Toronipa. Sebab menurutnya, bangunan ini termasuk icon Sulawesi Tenggara
“Bangunan gerbang Kendari – Toronipa baiknya dijaga dengan baik dari oknum-oknum yang mencoba merusak bangunan ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui Ketiga Lembaga yang meminta masyarakat Sultra untuk menjaga icon Gerbang Wisata Kendari-Toronipa diantaranya Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM) Ketua, Uter Sultra dan Gerakan Mahasiswa Anti Penindasan Sulawesi Tenggara (GEMPA Sultra) Faan Campus dan Lingkar Aktivis Jaringan Untuk Reformasi Nasional Indonesia (LAJURNI) Aldhidit.*









