Kapal Terbalik Dihantam Cuaca Buruk, Dua Nelayan Kolaka Utara Selamat Berkat Respons Cepat Polisi

KENDARIKINI.COM – Dua nelayan asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), selamat dari kecelakaan laut setelah perahu yang mereka gunakan terbalik akibat angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Tobaku pada Selasa malam 13 Januari 2026. Kedua nelayan tersebut masing-masing bernama Sultan (40) dan Nawa (39).
Peristiwa tersebut terjadi saat keduanya tengah melaut di sekitar perairan Desa Lanipa-nipa, Kecamatan Lasusua. Sebelum pukul 18.00 WITA, aktivitas melaut berjalan normal. Namun menjelang magrib, kondisi cuaca berubah drastis.
Selanjutnya, sekitar pukul 18.00 WITA, angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam perahu hingga bagian atap tersapu ombak dan menyebabkan perahu terbalik. Dalam kondisi terombang-ambing di laut, Sultan berupaya menyelamatkan ponselnya sebagai alat komunikasi dengan daratan.
Beruntung, ponsel tersebut masih dapat digunakan karena dilengkapi pelindung tahan air. Sambil berpegangan pada perahu yang terbalik, Sultan kemudian menghubungi rekannya yang bertugas di Polres Kolaka Utara untuk meminta pertolongan.
Mendapat laporan adanya nelayan yang mengalami kecelakaan laut, personel Polres Kolaka Utara yang sedang melaksanakan patroli rutin di Perairan Tobaku langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Kapolsek Lasusua, AKP Adianto, mengatakan pihaknya menerima informasi dari Mako Polres Kolaka Utara dan segera melakukan penyisiran dengan dipandu korban melalui sambungan telepon.
“Kami menerima informasi dan langsung menuju titik lokasi kejadian. Korban memandu posisi mereka melalui sambungan telepon,” ujar AKP Adianto melalui keterangan resminya, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menerangkan, sekitar pukul 19.00 WITA, kapal patroli Polres Kolaka Utara berhasil menemukan perahu nelayan yang terbalik beserta kedua korban. Sultan dan Nawa kemudian dievakuasi ke atas kapal patroli dalam kondisi selamat.
“Setelah evakuasi, personel Polres Kolaka Utara juga menarik perahu nelayan tersebut menuju daratan. Sekitar satu jam kemudian, kedua korban beserta kapalnya tiba di Dermaga Lacaria, yang dikenal warga setempat sebagai Rumah Biru,” terangnya.
Selain Polres Kolaka Utara, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara serta masyarakat setempat turut membantu proses penanganan di lokasi. Sinergi aparat kepolisian, BPBD, dan warga memastikan kedua nelayan dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Respons cepat personel Polres Kolaka Utara dalam patroli rutin tersebut menjadi faktor penting dalam penyelamatan dua nelayan yang nyaris menjadi korban cuaca buruk di laut.*








