Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPuluhan Jemaah Umrah Asal Kendari Terlantar di Madinah, Diduga Travelina Indonesia Tak...

Puluhan Jemaah Umrah Asal Kendari Terlantar di Madinah, Diduga Travelina Indonesia Tak Sediakan Hotel dan Konsumsi

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan terlantar di Kota Madinah, Arab Saudi, setelah diduga tidak difasilitasi hotel dan konsumsi oleh pihak Travelina Indonesia.

Sementara itu, 34 jemaah lainnya masih tertahan di Jakarta tanpa kejelasan jadwal keberangkatan menuju Arab Saudi.

Salah satu jemaah, Andi Dewi Zukrufi, mengungkapkan bahwa awalnya terdapat 64 orang dalam rombongan yang berangkat dari Kendari menuju Jakarta. Namun, setelah terjadi desakan kepada pihak travel, hanya 30 orang yang akhirnya diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Awalnya kami 64 orang. Kemudian diberangkatkan 30 orang atas desakan-desakan kami, sedangkan 34 orang lainnya masih ada di Jakarta,” ujar Andi Dewi kepada awak media di Kendari, Minggu (15/2/2026) dilansir dari Detiksultra.

Ia menjelaskan, rombongan sempat transit di Doha dan Jeddah sebelum tiba di Madinah. Namun setibanya di kota tujuan, para jemaah mendapati tidak ada fasilitas hotel maupun konsumsi yang disiapkan oleh pihak travel.

“Kami sempat ke Doha lalu ke Jeddah, kami pikir aman-aman. Ternyata di Madinah tidak disediakan hotel maupun makanan bagi para jemaah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diperparah karena tour leader disebut tidak dapat dihubungi. Beberapa jemaah, termasuk enam orang lanjut usia (lansia), juga dilaporkan tidak memiliki uang saku yang cukup.

“Ada enam lansia yang tidak mau terpisah dari saya. Yang kasihan, ada yang sama sekali tidak punya uang. Ada juga yang hanya pegang Rp200 ribu,” tuturnya.

Dalam kondisi panik, Andi Dewi mengaku berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang kebetulan tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Wali Kota disebut langsung turun tangan membantu memfasilitasi penginapan dan konsumsi para jemaah.

“Alhamdulillah diamankan Bu Wali. Setelah salat subuh, para jemaah sudah bisa sarapan bersama,” katanya.

Sementara itu, 34 jemaah yang masih berada di Jakarta disebut telah menunggu selama empat hari dengan janji keberangkatan yang tak kunjung terealisasi. Bahkan, pihak travel dikabarkan belum melunasi tagihan hotel dan katering, sehingga sebagian jemaah memilih kembali ke Kendari dengan biaya pribadi.

Di tengah mencuatnya dugaan penelantaran tersebut, beredar informasi bahwa owner Travelina Indonesia berinisial KI sedang melangsungkan pernikahan di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa prosesi pernikahan tersebut berlangsung dengan mahar uang ratusan juta rupiah dan satu unit mobil.

Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan sumber dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, Travelina Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penelantaran jemaah umrah di Madinah maupun kabar mengenai owner travel tersebut.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -