Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPulau Laburoko Kolaka Kembali Disorot, Diduga Jadi Target Tambang Nikel Ilegal Meski...

Pulau Laburoko Kolaka Kembali Disorot, Diduga Jadi Target Tambang Nikel Ilegal Meski IUP PT Duta Indonusa Berakhir 2020

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Pulau Laburoko seluas 42 hektare di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menjadi sorotan publik. Pulau kecil tersebut diduga kembali menjadi sasaran aktivitas penambangan nikel.

Sorotan itu mencuat setelah beredarnya video berdurasi 39 detik yang diunggah akun Instagram @suarahijausultra. Dalam unggahannya, akun tersebut menampilkan dugaan kerusakan lingkungan di Pulau Laburoko yang disebut akibat aktivitas pertambangan.

Pulau Laburoko dikenal sebagai pulau kecil di pesisir Kolaka yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem laut dan ruang hidup bagi nelayan setempat. Dengan luas yang terbatas, pulau ini memiliki ekosistem yang tergolong rapuh dan sangat bergantung pada keseimbangan kawasan pesisir, terumbu karang, perairan dangkal, serta garis pantai.

Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut pulau itu pernah dan diduga kembali menjadi sasaran eksploitasi tambang nikel. Aktivitas penambangan, termasuk yang disebut berlangsung tanpa izin, diklaim telah menggerus daratan pulau secara bertahap.

“Tanah dikupas, vegetasi hilang, dan sedimen tambang mengalir ke laut. Air yang dulu jernih berubah keruh, merusak terumbu karang dan menurunkan hasil tangkapan nelayan,” demikian kutipan narasi dalam unggahan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, video tersebut terus menuai respons dari warganet, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara, yang menyoroti dampak lingkungan di pulau kecil itu.

Berdasarkan data base Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, di Pulau Laburoko sebelumnya pernah diterbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Duta Indonusa (DI) pada tahun 2010. Izin tersebut tercatat berakhir pada April 2020.

Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas penambangan terbaru di lokasi tersebut.

KENDARIKINI.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.(Faldi)*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -