KENDARIKINI.COM – Puluhan calon jemaah umrah mengepung kantor Travel Umrah Tajak Ramadhan Grup (TRG) yang berlokasi di Jalan Sao-Sao, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/2/2026) sore.
Kedatangan para calon jemaah tersebut untuk menuntut pengembalian uang yang telah mereka setorkan. Mereka mengaku merasa ada kejanggalan serta khawatir travel tersebut bermasalah, sehingga mendesak agar dana mereka segera dikembalikan.
Situasi di kantor Travel TRG sempat memanas karena para calon jemaah terus mendesak pihak pengelola agar memberikan kejelasan. Untuk meredam ketegangan, pihak kepolisian membawa owner TRG ke Polresta Kendari guna dilakukan mediasi bersama para calon jemaah.
Pantauan di Mapolresta Kendari, puluhan calon jemaah dikumpulkan di Aula Polresta untuk mengikuti proses mediasi dengan owner TRG terkait persoalan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welly Malau, membantah adanya isu bahwa owner TRG diamankan oleh polisi.
“Tidak benar, bukan diamankan, tapi datang kemari untuk mediasi. Ini kita lagi kumpul mereka di aula untuk mediasi,” ujar AKP Welly Malau saat dikonfirmasi di Polresta Kendari.
Ia menambahkan, setelah mendengar keluhan para calon jemaah, pihaknya akan mempelajari dan mendalami persoalan yang melibatkan Travel TRG tersebut.
“Ini akan kita pelajari dulu dan dalami lebih lanjut,” ucapnya.
Salah satu calon jemaah mengaku telah menyetor uang hingga puluhan juta rupiah dan berharap dana tersebut dapat segera dikembalikan.
“Tuntutan kami hanya agar uang kami bisa dikembalikan. Kalau memang harus tiga bulan baru dibayar, kami terima asal ada jaminan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan calon jemaah tercatat mendesak Travel TRG untuk mengembalikan uang mereka karena khawatir menjadi korban penipuan. Kepanikan semakin memuncak lantaran owner TRG berinisial AM disebut tidak segera menemui para jemaah saat mereka mendatangi kantor travel tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi masih berlangsung di Polresta Kendari.*










