KENDARIKINI COM – Video unggahan kreator TikTok Sapta Bahaya mendadak viral setelah menyoroti ketimpangan ekonomi di Kota Kendari.
Dalam video tersebut, ia mengeluhkan tingginya biaya hidup yang tidak sebanding dengan Upah Minimum Regional.
Menurutnya, kondisi itu berpotensi memicu meningkatnya aksi pencurian di masyarakat.
Ia membandingkan situasi ekonomi di Bekasi dengan Kota Kendari.
Di Bekasi, biaya hidup tinggi masih diimbangi UMR sekitar Rp5,9 juta pada 2026.
Sementara UMR Kendari berkisar Rp3,5 juta, tetapi harga kebutuhan pokok dinilai hampir sama.
Ia mencontohkan harga makan sari laut di Kendari sekitar Rp25.000 belum termasuk minuman.
Selain itu, ia menilai lapangan pekerjaan di Kendari masih terbatas bagi lulusan baru.
Melalui videonya, ia meminta pemerintah menyesuaikan UMR dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Fenomena ini mencerminkan tantangan ekonomi daerah dengan biaya tinggi namun daya beli rendah.*










