KENDARIKINI.COM – Di tengah keluhan jalan rusak, warga Kendari memilih bertindak nyata memperbaiki kondisi yang membahayakan.
Komunitas Abu Langit secara swadaya menambal 33 titik jalan berlubang menggunakan hampir dua ton aspal.
Perbaikan dilakukan di empat kelurahan, yakni Watu-watu, Mokoau, Kambu, dan Kadia, yang sebelumnya rawan kecelakaan.
Gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung tertangani.
Pemimpin komunitas, Harun Andi, mengatakan ide ini sudah lama direncanakan namun terkendala metode.
“Kami sempat ingin pakai semen dan plastik, tapi belum efektif,” ujar Harun.
Solusi ditemukan setelah bertemu pihak berpengalaman yang merekomendasikan penggunaan aspal.
Dengan lima anggota, mereka patungan membeli peralatan seperti mesin stamper dan perlengkapan keselamatan kerja.
“Kami gunakan dana pribadi agar pekerjaan berjalan aman dan maksimal,” katanya.
Penambalan difokuskan pada titik rawan seperti jalur By Pass, sekitar SD 08 Kendari, Jalan Wayong, dan Jalan Terong.
Aksi ini dilakukan gratis dan mendapat dukungan, termasuk sumbangan satu ton aspal dari pengusaha H. Ishak.
Sebelum bekerja, tim melakukan survei dan mengumpulkan laporan masyarakat untuk menentukan prioritas perbaikan.
Harun menegaskan keselamatan jalan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Kalau bisa berbuat, harus dilakukan,” tegasnya.
Aksi tersebut juga dibagikan melalui TikTok @abulangitofficial, memperlihatkan proses hingga hasil perbaikan.
Ke depan, komunitas akan menyasar titik lain, termasuk kawasan Jalan Panglima Polim.
Harun berharap gerakan ini menginspirasi masyarakat lain untuk ikut peduli terhadap keselamatan jalan.*










