Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaKetum PPI Mengaku Diteror Usai Soroti Limbah Kawasan Berikat Morosi

Ketum PPI Mengaku Diteror Usai Soroti Limbah Kawasan Berikat Morosi

KENDARIKINI.COM – Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) mengungkap dugaan teror terkait kritik aktivitas limbah di Kawasan Berikat Morosi.

Ketua Umum PPI, Sulkarnain, mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal melalui aplikasi WhatsApp.

Ia menyebut beberapa kali menerima panggilan dan pesan mencurigakan yang diduga bertujuan menekan dirinya.

“Ada beberapa kali saya ditelepon dan dihubungi lewat chat pribadi dengan gelagat meneror,” kata Sulkarnain, Kamis (5/3/2026).

Selain teror, Sulkarnain juga mengaku sempat mendapat tawaran suap agar tidak lagi menyoal aktivitas limbah tersebut.

Ia menyebut pernah bertemu dengan seorang oknum polisi yang mengajak berbincang terkait persoalan limbah.

Menurutnya, oknum tersebut sempat meminta nomor rekening dengan alasan ada pihak perusahaan yang ingin membantu.

Namun tawaran tersebut langsung ditolak karena dinilai sebagai upaya menyuap agar isu limbah tidak lagi diangkat.

“Saya langsung menolak dan marah ketika diminta nomor rekening,” ujarnya.

Ia juga mengaku sempat menerima telepon dari seseorang yang menyebut nominal uang.

Sulkarnain menilai upaya tersebut justru memperkuat dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas limbah di Morosi.

PPI sebelumnya menyoroti dugaan pengeluaran limbah ban dari Kawasan Berikat Morosi tanpa dokumen lengkap.

Aktivitas tersebut diduga melibatkan perusahaan perantara serta oknum aparat dan pejabat terkait pengawasan kawasan berikat.

Eks Ketua Umum HMI Kendari itu juga menduga adanya kelompok yang melibatkan beberapa perwira polisi.

Ia menyebut salah satu nama yang sering disebut diduga merupakan pejabat di Polda Sulawesi Tenggara.

PPI kini tengah menyiapkan laporan resmi ke Propam Mabes Polri serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aktivitas limbah di Kawasan Berikat Morosi.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -