Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaJelang Ramadan 2026, Satgas Pangan Sultra Sidak Pasar Kendari Pantau Harga dan...

Jelang Ramadan 2026, Satgas Pangan Sultra Sidak Pasar Kendari Pantau Harga dan Stok

KENDARIKINI.COM — Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sultra menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga, ketersediaan stok, serta mutu pangan di sejumlah titik strategis, dimulai dari Kota Kendari.

Sidak pangan terpadu tersebut berlangsung selama tiga hari, 5–7 Februari 2026, dan dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra, dengan melibatkan Satgas Pangan Daerah (Satgasda) dari berbagai instansi lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Sejumlah perangkat daerah yang terlibat antara lain Dinas Ketahanan Pangan, DPMPTSP, serta Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan. Turut pula instansi pendukung seperti Bulog, Badan Pangan Nasional, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, mengatakan kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan bahan pangan strategis tersedia dalam jumlah cukup, harga tetap wajar, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar mutu.

“Pengawasan ini merupakan respon atas arahan Bapak Gubernur agar pemerintah mengambil langkah preventif terhadap potensi pelanggaran distribusi, keamanan, dan mutu pangan, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan suci Ramadan 2026,” ujar Ari Sismanto, Senin (9/2/2026).

Operasi Saber Pangan Sultra menyasar sejumlah pasar, distributor, dan pelaku usaha pangan di Kota Kendari serta Kabupaten Konawe Selatan. Pengawasan difokuskan pada lokasi yang memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan.

Beberapa pasar yang menjadi titik pengawasan antara lain Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu di Kota Kendari, serta Pasar Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan.

Selain pasar, Satgas juga memantau komoditas pangan yang rawan mengalami fluktuasi harga, seperti beras, telur ayam, dan minyak goreng. Sejumlah distributor utama dikunjungi guna memastikan ketersediaan stok tetap aman serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun praktik penimbunan.

Ari Sismanto mengungkapkan, secara umum ketersediaan pangan strategis di Sultra terpantau aman. Namun, Satgas masih menemukan beberapa komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP), di antaranya Minyakita, beras, dan bawang putih.

“Dengan stok yang mencukupi, tidak ada alasan bagi pelaku usaha menjual di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Satgas Pangan Sultra pun mengimbau pedagang eceran untuk mematuhi ketentuan harga dan memberikan teguran kepada distributor yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Satgas akan terus mengawal stabilitas harga, pasokan, dan keamanan pangan strategis agar masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menjalani ibadah Ramadan dengan aman, tenang, dan nyaman,” pungkas Ari Sismanto.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -