Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaAsta Cita Presiden Prabowo Terwujud di Muna, Tiga Bendung Senilai Rp28,5 Miliar...

Asta Cita Presiden Prabowo Terwujud di Muna, Tiga Bendung Senilai Rp28,5 Miliar Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan

KENDARIKINI.COM – Program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional mulai terealisasi di daerah. Di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), pembangunan dan rehabilitasi tiga bendung strategis digencarkan untuk memperkuat sektor pertanian.

Tiga infrastruktur sumber daya air tersebut meliputi pembangunan baru Bendung Laiba, rehabilitasi Bendung Labulu-Bulu, dan rehabilitasi Bendung Kolasa. Seluruh proyek dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melalui Satuan Kerja PJPA.

Ketiga bendung itu akan menopang kebutuhan air irigasi di dua kecamatan, yakni Parigi dan Kabawo, yang selama ini menjadi sentra pertanian di Muna.

Bendung Laiba dibangun untuk menjawab kebutuhan petani yang masih bergantung pada curah hujan. Bendung ini dirancang mampu mengairi lahan persawahan seluas 615,84 hektare. Meski konstruksi utama telah rampung, fungsinya belum optimal karena jaringan saluran irigasi masih dalam tahap penyelesaian.

Sementara itu, rehabilitasi Bendung Labulu-Bulu ditargetkan mengoptimalkan suplai air ke lahan pertanian seluas 697,47 hektare.

Adapun Bendung Kolasa yang juga direhabilitasi mengalami peningkatan kapasitas tampung dan distribusi air. Setelah pengerjaan selesai, bendung ini diperkirakan mampu mengairi sawah hingga 1.796,59 hektare, menjadikannya salah satu infrastruktur irigasi vital di wilayah tersebut.

PPK Irigasi dan Rawa I BWS Sulawesi IV Kendari, Wagiyo, mengungkapkan saat ini masih terdapat sejumlah titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kebocoran dan pemborosan air.

“Sebagai langkah darurat, kami menggunakan pompa untuk memastikan kebutuhan air petani tetap terpenuhi sambil proses perbaikan berjalan,” ujarnya.

Pembangunan dan rehabilitasi ketiga bendung ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Dukungan infrastruktur air yang andal diyakini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Anggota DPR RI asal Sultra, Ridwan Bae, disebut berperan dalam memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan Bendung Laiba serta rehabilitasi Bendung Kolasa dan Labulu-Bulu pada Tahun Anggaran 2025. Total pagu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp28,50 miliar.

Dengan hadirnya tiga bendung tersebut, indeks pertanaman (IP) padi di Muna yang saat ini masih berada pada IP 100 ditargetkan meningkat secara bertahap menjadi IP 200 hingga IP 300. Peningkatan ini diharapkan mampu mendongkrak produksi padi sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Muna dalam mendukung ketahanan pangan nasional.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -