Sabtu, Juli 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketum JMSI: Jurnalisme Harus Mitigasi Persoalan Kemanusiaan

KENDARIKINI.COM – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menegaskan jurnalisme harus berpijak pada nilai kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan saat bedah buku Jurnalisme untuk Kemanusiaan karya Dr. Roni Tabroni, Jumat, 10 Juli 2026.

Acara berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, dan dihadiri akademisi, praktisi media, serta pengurus Muhammadiyah.

Teguh mengapresiasi buku tersebut sebagai karya intelektual yang mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam jurnalisme.

Menurutnya, jurnalisme tidak boleh hanya hadir setelah bencana atau konflik terjadi.

Media, kata Teguh, juga harus berperan memitigasi persoalan melalui pengawasan kebijakan publik sejak tahap perencanaan.

Ia mencontohkan pentingnya mengawal tata kelola lingkungan agar tidak memicu kerusakan dan persoalan kemanusiaan.

Teguh mengibaratkan jurnalisme bukan sekadar menjadi “pemadam kebakaran”, tetapi mencegah akar persoalan sejak awal.

Ia juga mengingatkan media agar tidak terjebak menjadi “budak algoritma” yang mengutamakan isu dangkal.

Menurutnya, media harus tetap menghadirkan informasi yang berdampak dan relevan bagi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, penulis buku, Dr. Roni Tabroni, mengatakan bukunya menawarkan paradigma jurnalisme sebagai penggerak perubahan sosial.

Buku tersebut memuat panduan konseptual dan teknis bagi akademisi, jurnalis, peneliti, aktivis, hingga pembuat konten.

Diskusi turut menghadirkan Pemred CNN Indonesia Titin Rosmasari, Direktur tvMu Makroen Sanjaya, dan Ketua Lazismu Ahmad Mujadid Rais.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -