Senin, Juni 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaSafari Ramadan di Pulau Muna, Gubernur Sultra Prioritaskan Program Pro Rakyat

Safari Ramadan di Pulau Muna, Gubernur Sultra Prioritaskan Program Pro Rakyat

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melakukan Safari Ramadan di Pulau Muna, Sabtu (14/3/2026).

Kunjungan kerja tersebut meliputi Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Kabupaten Buton Tengah.

Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, gubernur menegaskan pembangunan harus menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.

Ia menolak pembangunan bersifat monumentalis yang hanya memberi manfaat terbatas.

“Saya tidak membangun hal yang monumentalis, tetapi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegas Andi Sumangerukka.

Menurutnya, pembangunan daerah harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Pemerintah provinsi memprioritaskan pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, sekolah, serta perumahan masyarakat pesisir dan marginal.

Tahun 2026, Pemprov Sultra menganggarkan pembangunan 400 unit rumah layak huni bagi masyarakat miskin.

Program tersebut meningkat dibanding tahun 2025 yang membangun 200 unit rumah.

Dalam kunjungan itu, gubernur juga meninjau langsung rumah warga penerima bantuan pembangunan rumah layak huni.

Ia menegaskan anggaran pembangunan rumah sebesar Rp50 juta harus digunakan utuh tanpa pemotongan.

“Dana Rp50 juta harus utuh untuk membangun rumah masyarakat,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, gubernur juga merespons permintaan pembangunan SMA di Kabupaten Muna.

Ia menegaskan setiap kecamatan harus memiliki minimal satu SMA.

“Jangan ada lagi kecamatan yang tidak memiliki sekolah SMA,” kata gubernur.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengapresiasi perhatian Pemprov Sultra terhadap pembangunan daerahnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi membantu percepatan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.

Ia juga menyampaikan kebutuhan perbaikan Jembatan Tondasi–Torobulu yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Sultra.

Bupati menilai kondisi jembatan tersebut mulai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain itu, permasalahan perumahan masyarakat masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Masih terdapat rumah dihuni dua hingga tiga kepala keluarga di wilayah Muna Barat.

Pemerintah daerah berharap program rumah layak huni dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -