KONAWE, KENDARIKINI.COM – Ribuan umat Hindu di Kabupaten Konawe menggelar Upacara Melasti di Bendung Wawotobi, Desa Anggopiu, Senin (16/3/2026).
Ritual sakral tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Prosesi berlangsung khidmat dengan umat mengenakan pakaian adat bernuansa putih sebagai simbol kesucian.
Upacara Melasti diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Kabupaten Konawe.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Di antaranya Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, dan Kajari Konawe Fachrizal.
Hadir pula Wakapolres Konawe Hasruddin, jajaran DPRD, kepala OPD, serta tokoh umat Hindu.
Upacara Melasti tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam – Semua Makhluk Adalah Satu Keluarga.”
Melasti merupakan ritual penting dalam agama Hindu yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi.
Ritual ini bertujuan menyucikan diri, alam semesta, dan benda-benda sakral di pura.
Prosesi dilakukan dengan menggunakan air suci dari sumber air seperti sungai, danau, atau laut.
Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, mengatakan Melasti menjadi tahapan awal rangkaian perayaan Nyepi.
Menurutnya, setelah Melasti akan dilanjutkan dengan Upacara Tawur Agung sebelum Catur Brata Penyepian.
“Melasti menandai dimulainya rangkaian ibadah Nyepi dengan fokus penyucian diri secara spiritual,” ujarnya.
Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim mengatakan keberagaman agama menjadi kekuatan masyarakat Konawe.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjaga kebebasan beragama dan kerukunan antarumat beragama.
Ia berharap momentum Nyepi semakin memperkuat persaudaraan dan toleransi di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Konawe juga menyerahkan bantuan Rp200 juta bagi umat Hindu.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan keagamaan umat Hindu di Kabupaten Konawe.*










