KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Masyarakat Adat Tolaki (MAT) menyesalkan pemberitaan TV One terkait tambang PT SCM di Konawe.
Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan kerja Komite II DPD RI pada 7 April 2026 di Konawe.
Ketua DPP Masyarakat Adat Tolaki (MAT), Abdul Sahir menilai isi pemberitaan tidak sesuai fakta pertemuan yang membahas tuntutan masyarakat terhadap PT SCM.
“Dalam forum tersebut, masyarakat menagih janji pembangunan smelter atas penggunaan lahan adat seluas 3.600 hektare,” katanya.
Selain itu, terdapat enam tuntutan masyarakat terkait aktivitas pertambangan PT SCM di wilayah Routa.
“Penutupan pertemuan juga disebut menyimpulkan adanya persoalan dalam kegiatan penambangan perusahaan tersebut,” tambahnya.
MAT menilai TV One tidak berimbang karena hanya menghadirkan narasumber yang mendukung perusahaan.
“Hal itu mengaburkan informasi publik terkait konflik pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Pihaknya meminta TV One menyampaikan permintaan maaf kepada publik dalam waktu 1×24 jam sejak 16 April 2026.
“Jika tidak dipenuhi, mereka akan melaporkan persoalan tersebut ke Dewan Pers,” tuturnya.
Selain itu, sikap anggota DPD RI Umar Bonte juga disorot karena dinilai pasif menanggapi pemberitaan tersebut.
Sementara itu, dalam dokumen tanggapan resmi, TV One menyatakan pemberitaan telah melalui proses jurnalistik sesuai ketentuan.
TV One juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak yang keberatan atas pemberitaan tersebut.*










