KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator strategis ekonomi periode Maret 2026.
Data tersebut mencakup inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata Sultra.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan rilis itu di Kendari, Senin (4/5/2026).
BPS mencatat PDRB Sultra triwulan I-2026 atas harga berlaku mencapai Rp52,55 triliun.
Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp30,28 triliun.
Secara tahunan, ekonomi Sultra triwulan I-2026 tumbuh 6,23 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Lapangan usaha akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,14 persen.
Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto tumbuh paling tinggi mencapai 16,95 persen.
Namun secara kuartalan, ekonomi Sultra mengalami kontraksi 6,20 persen dibanding triwulan sebelumnya.
Sektor konstruksi menjadi lapangan usaha dengan kontraksi terdalam sebesar 23,16 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah turun paling dalam hingga 22,44 persen.
BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar ekonomi Sultra.
Kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB Sultra mencapai 23,34 persen.
Sementara konsumsi rumah tangga menjadi komponen pengeluaran terbesar dengan kontribusi 47,14 persen.*










