KENDARIKINI.COM – Sejumlah jalan rusak di Kota Kendari kembali menuai sorotan warga, salah satunya poros Jalan Haji Latama Bunggulawa, RT 04, RW 14, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Salah satu warga setempat, Idul (22) mengeluhkan jalan yang tepat berada didepan lokasi usaha dan tempat tinggalnya.
“Sudah hampir setahun jalan ini rusak, kami juga sudah berapa kali melakukan swadaya penimbunan, itu arahan Pak Lurah, tapi sampai sekarang tidak ada pemberitahuan kapan mau diperbaiki, hanya ada plang disitu,” katanya.
“Paling parah kalau pas hujan kaya kolam, terus sudah berapa kali orang kecelakaan, dan diperparah kalau malam tidak ada lampu jalan,” tambahnya.
Lanjutnya bahwa hal tersebut memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar yang melakukan aktivitas.
“Salah satunya saya, karena saya ada usaha disini,” ungkapnya.
Pihaknya berharap agar Pemerintah Kota Kendari dapat memberikan perbaikan terhadap jalan tersebut.
Sementara itu menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari mengatakan “Terkait jalan rusak itu kita sudah anggarkan di 2024, sejak tahun lalu, hanya ada pergeseran, ini seharusnya diselesaikan di APBD 2024, tetapi anggaran itu sudah digeser,”.
Lanjutnya tetapi pihaknya bukan selaku kuasa pengguna anggaran, tetapi ada di Pemkot Kendari.
“Sudah sering kita lakukan kunjungan terhadap keluhan warga, aspirasi masyarakat kita tampung, tapi lagi-lagi kuasa pengguna anggaran ada di eksekutif (Pemkot Kendari),” ungkapnya.
“Jadi suka-suka nya saja Pj Wali Kota merubah anggaran, kita tanya OPD mereka juga bingung mau gunakan anggaran apa,” tambahnya.
Pihaknya juga membeberkan bahwa pembangunan pedisterian MTQ itu banyak mengambil anggaran perbaikan jalan dan drainase.
“Ini ujug-ujug dirubah, dari bulan 2, bulan 4, dan bulan 6, ini banyak keluhan warga soal jalan rusak, ratusan titik jalan kota Kendari yang rusak dan butuh perbaikan,” jelasnya.
Pihaknya juga menuturkan bahwa hal tersebut jika dibiarkan berlarut-larut akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.
“Ini jika dibiarkan berlarut-larut, akan mempengaruhi perekonomian masyarakat dan menyumbangkan inflasi gegara banjir dan jalan rusak,” pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Kadis PUPR Kota Kendari Erlis Sadya Kencana yang dihubungi via telepon, SMS dan pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan.*










