KONAWE, KENDARIKINI.COM – Proyek pagar Kampung Nelayan Merah Putih di Sorue, Konawe, disorot. Sejumlah pekerja mengaku belum menerima upah.
Pembangunan tersebut sebenarnya telah rampung sejak Desember 2025. Namun hingga Maret 2026, pembayaran belum tuntas.
Persoalan mencuat setelah pekerja memasang baliho tuntutan gaji. Mereka juga mendatangi lokasi proyek untuk menagih hak.
Salah satu pekerja, R, mengaku hanya menerima janji. Hingga kini, pembayaran belum memiliki kejelasan.
“Sejak selesai, kami terus dijanji. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar R kepada Kendariinfo.
Ia menyebut pekerjaan dikebut karena rencana peresmian Presiden Prabowo Subianto. Namun upah belum dibayarkan penuh.
“Sebagian sudah dibayar, tapi saya belum terima. Kami hanya terus diberi janji,” katanya.
Para pekerja berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka meminta kejelasan pembayaran dan kelanjutan operasional proyek.
Sekda Konawe, Ferdinand, mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. Ia berjanji segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Saya tidak tahu ada pekerja belum dibayar. Ini akan saya teruskan ke PPK Kementerian Kelautan,” ujarnya.
PPK KNMP, Mukhtar, menyatakan urusan gaji merupakan tanggung jawab kontraktor dan subkontraktor pelaksana proyek.
“Masalah pekerja saya tidak mengetahuinya. Itu tanggung jawab penyedia,” jelas Mukhtar.
KNMP Sorue merupakan program KKP dengan anggaran sekitar Rp22 miliar. Proyek mencakup fasilitas penunjang perikanan.
Program ini juga dibangun di beberapa daerah lain. Di Sultra, terdapat enam lokasi pengembangan KNMP.*










