Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OJK: Reformasi Pasar Modal Indonesia Diakui MSCI, Transparansi Menguat

KENDARIKINI.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut pengakuan MSCI atas reformasi pasar modal Indonesia.

Pengakuan itu disampaikan melalui rilis Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities pada 20 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut MSCI mencatat langkah strategis yang telah dilakukan.

Langkah itu melibatkan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Menurut Hasan, reformasi bertujuan memperkuat transparansi, integritas, serta meningkatkan perlindungan investor.

Selain itu, upaya tersebut mendorong daya saing global pasar modal Indonesia.

Inisiatif yang disorot MSCI meliputi transparansi kepemilikan saham di atas satu persen.

Kemudian, penguatan klasifikasi investor dan penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC).

MSCI juga mencatat peningkatan batas minimum saham beredar atau free float.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan ini sebagai sinyal positif.

Ia menegaskan implementasi reformasi akan dijaga konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

OJK juga memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar global untuk mendukung kebijakan tersebut.

Saat ini, MSCI masih melakukan asesmen lanjutan berbasis data terbaru hasil reformasi.

Proses itu mencakup masukan pelaku pasar global untuk penilaian lebih komprehensif.

Hasil asesmen akan digunakan dalam MSCI Index Review Mei dan Market Accessibility Review Juni 2026.

OJK melihat proses ini sebagai momentum menunjukkan efektivitas kebijakan yang diterapkan.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia.

OJK juga menegaskan komitmen memperkuat integritas pasar melalui delapan rencana aksi reformasi.

Fokusnya mencakup transparansi, likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, dan pendalaman pasar.

OJK optimistis pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -