Senin, Juni 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaOpiniPerihal Menjadi Penulis yang Benar Menulis

Perihal Menjadi Penulis yang Benar Menulis

Aku tahu, banyak yang bertanya-tanya perihal perempuan yang tak lagi memegang pena setelah tragedi pembungkaman. Bukan tak mau lagi menggoreskan pena. la hanya teringat tentang petuah “Penulis yang benar-benar menulis itu miskin,”. Yaa, sekiranya demikian. Bahkan jika tak miskin, akan dimiskinkan.

Katanya, dengan menulis maka aku abadi. Tapi disisi lain orang juga bilang, tak ada yang abadi. Dunia memang lucu, kebenaran diyakini sesuai sudut pandang yang dibutuhkan dan menguntungkan.

Sudahlah.. Tuhan menakdirkan manusia hanya boleh eluhkan dua hal. Yakni tentang keuangan dan kesehatan yang terganggu. Selebihnya itu adalah gimik dalam menjalani hidup. Bahkan tentang abjad yang berbaris rapi mendeskripsikan ini itu, semua hanyalah pemanis dalam meraih uang untuk menjadi sehat. Tak ada yang lebih penting dari itu di muka bumi.

Tapi jika kamu bertanya lagi, lalu setelah kedua hal itu, kenapa masih banyak dari mereka yang tetap menginginkan yang lebih? Aku jawab, itu adalah keserakahan. Mereka makan bukan untuk mengenyangkan perut, melainkan mengenyangkan pikiran.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -