KENDARIKINI.COM – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membuka pelatihan kepemimpinan dan public speaking, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan di Jakarta itu diikuti Asisten Tindak Pidana Khusus dan Kepala Kejaksaan Negeri dari seluruh Indonesia.
Febrie menegaskan pelatihan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan penguatan kepemimpinan dan komunikasi publik dalam penanganan perkara korupsi.
Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum juga diukur dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan.
Ia menilai pimpinan kejaksaan harus menjadi figur berintegritas, profesional, tegas, dan mampu membangun kepercayaan publik.
Jampidsus menekankan komunikasi publik merupakan instrumen penting mendukung strategi penyidikan dan penyampaian perkembangan perkara.
Ia meminta penyampaian informasi kepada media menggunakan bahasa sederhana, akurat, serta menjelaskan dampak nyata korupsi bagi masyarakat.
Febrie juga mengingatkan empat prinsip penanganan perkara, yakni penyelesaian tuntas, tim solid, informasi terstruktur, dan peningkatan kepercayaan publik.
Melalui pelatihan ini, jajaran Pidsus diharapkan semakin percaya diri menghadapi media, mengelola komunikasi digital, dan menjaga etika profesi.
Pelatihan diisi diskusi interaktif, simulasi wawancara media, serta pembahasan komunikasi krisis bersama pakar komunikasi dan praktisi media nasional.*










