Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 140

Polda Periksa Mantan Gubernur Sultra Soal Kasus Korupsi Kapal Azimut

0

KENDARIKINI.COM – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi diperiksa penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra.

Hal tersebut dibenarkan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Niko Darutama saat dihubungi awak media ini, Senin (10/11/2025).

“Dua minggu yang lalu (diperiksa) sebagai saksi,” katanya.

Niko menerangkan, pemeriksaan atau pengambilan keterangan dilakukan di Jakarta beberapa waktu yang lalu oleh penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra.

“Di Jakarta, di Polsek kalau gak salah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Ali Mazi diperiksa berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Kapal Pesiar jenis Azimut Atlantis 43 tahun anggaran 2021.

“Ada keterangan dari tersangka sebelumnya, ya terkait dengan pembelian Kapal Azimut,” jelas dia.

Meski begitu, Niko belum dapat membuka hasil pemeriksaan Ali Mazi.

“Nanti kita cek lah, kalau hasilnya nanti kita sampaikan,” tukasnya.

Untuk diketahui sebelumnya Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Kapal Azimut Atlantis 43.

Kedua tersangka tersebut, Aslaman Sadik selaku Mantan Kepala Biro Umuk Setda Pemprov Sultra, dan Direktur CV Wahana, Aini Landia.*

Upaya Gubernur Sultra Perjuangkan Provinsi Kepulauan

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menegaskan perjuangan untuk mewujudkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kepulauan bukan hanya demi kepentingan delapan provinsi kepulauan, tetapi juga untuk mengoptimalkan pengelolaan berbagai potensi daerah kepulauan dan wilayah pesisir dalam mewujudkan keadilan spasial serta pembangunan nasional yang lebih merata.

Hal itu disampaikan Gubernur yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka tindak lanjut Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sultra menyampaikan bahwa pertemuan para kepala daerah, khususnya dari daerah kepulauan, sudah sering dilaksanakan. Namun hingga saat ini, RUU Daerah Kepulauan belum disahkan menjadi undang-undang.

“Komitmen dari daerah bercirikan kepulauan sangat kuat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat kepulauan, terutama terkait fiskal”, tutur Sekda Sultra.

Sekda menambahkan, tujuan dari Undang-Undang Daerah Kepulauan sejatinya untuk menjamin kepastian hukum bagi pemerintah daerah di wilayah kepulauan dan mengakui serta menghormati keragaman karakteristik geografis maupun sosial budayanya.

Selain itu, UU ini juga diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat di daerah kepulauan.

“Jika memang kita diberi hak melalui undang-undang ini, dan rapat ini adalah jalan untuk menuntut hak tersebut, maka inilah yang kami perjuangkan”, ujarnya kemudian.

Sekda Asrun Lio juga menyampaikan pesan Gubernur Sultra dalam RDP tersebut. Gubernur berharap para kepala daerah yang bercirikan kepulauan dapat mendorong para anggota DPD dan DPR RI untuk bersuara dan memperjuangkan terwujudnya undang-undang yang mengatur daerah kepulauan.

Selain Provinsi Sultra, hadir pula Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa,S.H., LL.M., serta Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian,SE., sebagai narasumber dalam kegiatan RDP kali ini.*

Gubernur Sultra Sambut Kunker Menhan

0

KENDARIKINI.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (4/11/2025). Kedatangan Menhan bersama rombongan disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Gubernur didampingi Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Baubau, Bupati Buton Selatan Muh. Adios, serta jajaran pejabat Forkopimda dan instansi terkait.

Menhan juga disambut sejumlah pejabat TNI antara lain, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, dan Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto.

Kunjungan Menhan kali ini dilakukan dalam rangka meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 823/Raja Wakaaka yang berlokasi di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau.

Selain itu, Menhan RI juga meninjau Marshalling Area sementara Batalyon 823 yang berlokasi di eks RSUD dan Gedung Pancasila Kota Baubau.

Menhan mengungkapkan, pembangunan pangkalan utama satuan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan pertahanan serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indonesia bagian timur.*

Datangi Kantor BPN Kendari dan Sultra, Massa KOPPERSON Protes Keputusan Non-Eksekutabel Tanpa Dasar

0

KENDARIKINI.CPM – Aroma tak sedap kembali menyeruak dari balik meja birokrasi pertanahan di Kota Kendari. Kasus lahan Tapak Kuda, yang sejatinya sudah memiliki putusan inkrah sejak tahun 1995, mendadak hidup lagi. Sumber gejolak kali ini datang dari dua instansi negara yang mestinya jadi benteng kepastian hukum: Pengadilan Negeri Kendari dan Kantor Pertanahan Kota Kendari (BPN).

Kuasa Khusus KOPPERSON, Fianus Arung, menuding ada koordinasi gelap yang berpotensi mencederai supremasi hukum. Ia menyebut dua surat terbit di tanggal yang sama, 27 Oktober 2025, namun isinya bertolak belakang secara hukum dan logika administrasi.

Satu surat dari PN Kendari berisi pemberitahuan pelaksanaan konstatering. Surat lainnya dari BPN Kota Kendari justru menyebut objek sengketa milik KOPPERSON “tidak jelas”.

“Dua surat, satu tanggal, dua arah kebijakan. Ini bukan kebetulan. Ini indikasi,” ujar Fianus Arung, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, surat dari BPN itulah yang menjadi sumber kekacauan hukum. Sebab, lahan HGU milik KOPPERSON yang diterbitkan tahun 1981 — lengkap dengan surat ukur dan arsip resmi negara — kini justru dianggap “tak jelas”.

“Ironis. Lembaga yang menerbitkan sertifikat kini malah meragukan produknya sendiri,” tegas Fianus.

Dua Surat, Dua Realitas Hukum

Keterangan lapangan memperkuat dugaan adanya ketidakkonsistenan serius di tubuh BPN. pernah menegaskan beberapa tahun lalu bahwa HGU KOPPERSON masih sah dan telah “didudukkan secara administratif”. Namun di kesempatan berbeda, pernyataannya berbalik arah — menimbulkan kesan ada tekanan atau perubahan sikap yang tidak wajar tegas Fianus

Kondisi itu memperlihatkan lemahnya koordinasi vertikal antara Kanwil BPN Sultra dan Kantor Pertanahan Kota Kendari. Satu kebijakan berbelok ke kiri, lainnya ke kanan.

Tanggal 27 Oktober 2025 menjadi simbol kekacauan itu. Dua surat resmi negara, lahir di hari yang sama, tapi membawa dua realitas hukum berbeda. Publik mencium gelagat rekayasa: upaya membangun narasi bahwa objek lahan KOPPERSON “tidak jelas”, padahal arsip hukum menyebut sebaliknya.

Bukti Tak Pernah Hilang

KOPPERSON mengantongi seluruh dokumen resmi: peta, surat ukur, dan sertifikat. Semua masih terarsip, belum pernah dicabut negara. Namun, pelaksanaan konstatering di lapangan disebut sarat kejanggalan. Dari ratusan aparat yang dijadwalkan hadir, hanya segelintir terlihat di lokasi. BPN datang hanya sebatas formalitas, tanpa ketegasan sikap hukum.

“Mereka hadir administratif, tapi tidak menjalankan hukum. Ini preseden buruk bagi negara hukum,” kata Fianus.

Keputusan Ketua PN Kendari yang menyatakan putusan inkrah tersebut non-eksekutabel juga dianggap cacat hukum. Alasannya, objek dianggap “tidak jelas”, padahal batas wilayah HGU milik KOPPERSON masih bisa ditunjukkan secara fisik dan administratif.

“Keputusan itu cacat syarat dan cacat hukum. Hanya alasan untuk menutupi kesalahan lama,” tegas Fianus.

Kesalahan Lama yang Berbuah Konflik

Kesalahan lama itu disebut berakar dari penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas HGU yang masih aktif sejak 1981. SHM tersebut muncul pada 1986 dan kini berdiri di atasnya bangunan komersial, termasuk rumah sakit swasta dan gudang usaha.

“Inilah akar kekacauan Tapak Kuda. SHM di atas HGU aktif. Kini, mereka seolah ingin hapus jejak itu dengan menyebut objek kami tidak jelas,” tutur Fianus.

Menurutnya, narasi “demi rakyat” yang sering digaungkan sejumlah pihak adalah bentuk pembelokan fakta.

Hukum yang Berpihak

KOPPERSON menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan semata soal tanah, melainkan soal tegaknya marwah hukum.

“Kami tidak melawan negara, kami menagih janjinya,” ujar Fianus Arung.

Bagi mereka, jika hukum bisa dinegosiasikan, maka keadilan hanyalah slogan.

Sementara itu, pantauan awak media di lokasi Kantor Pertanahan Kota Kendari menunjukkan situasi tegang. Sejumlah warga dan perwakilan KOPPERSON menggelar aksi protes menuntut kejelasan status hukum lahan Tapak Kuda. Kepala Kantor Pertanahan Kota Kendari dilaporkan enggan memberi keterangan resmi, bahkan meninggalkan lokasi saat massa mendesak klarifikasi.

Publik kini menunggu langkah tegas Kementerian ATR/BPN untuk menertibkan kembali koordinasi antarlembaga, agar hukum tak lagi dipermainkan oleh tanda tangan yang bertolak belakang.

Kendari kini kembali jadi cermin: ketika tinta di atas kertas bisa mengubah nasib lahan, dan ketika kebenaran harus berjuang melawan kekuasaan administratif. *

Triple A Bersama Gubernur Sultra Hadiri Taklimat Prabowo Subianto

0

KENDARIKINI.COM – Kepala daerah se-Sulawesi Tenggara (Sultra) yang merupakan kader Partai Gerindra berkumpul di rumah Prabowo Subianto.

Pertemuan, Sabtu (08/11/2025), ini dihadiri Gunernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) yang juga Ketua Dewan Penasehat Gerindra Sultra.

ASR didampingi Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar serta sejumlah bupati dari kader partai ini se-Sultra. Diantaranya Bupati Kolaka, Amri Jamaluddin, Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, dan Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios.

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Gerindra pun hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sultra, Hasmawati.
Wakil Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik, Wakil Ketua DPRD Konawe Kepulauan, Sahidin, Wakil Ketua DPRD Kolaka Timur, Aris Prasetyo, dan lainnya.

Dilansir dari TribunnewsSultra.com Andi Ady Aksar yang dikonfirmasi, membenarkan pertemuan bersama Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.

Pertemuan diikuti seluruh kepala daerah serta pimpinan DPRD dari Partai Gerindra se-Indonesia termasuk di Provinsi Sultra.

“Agenda taklimat ketua umum (Prabowo) di Hambalang,” kata Ady yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra ini.

Taklimat atau pemberian arahan (pengarahan) oleh Prabowo yang juga Presiden RI tersebut berlangsung di kediaman pribadinya.

Kediaman Prabowo berlokasi di Hambalang, Desa Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Sebelum ke rumah Prabowo, ASR, Ady, Amri, Adios, Afiruddin, dan lainnya, berkumpul di Lapangan Parkir Sentul International Convention Center (SICC).

SICC berlokasi di Sentul City, Jl Jend Sudirman, Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Bogor. Jaraknya sekitar 10 kilometer (km) atau 30 menit berkendara dari kediaman Prabowo di Hambalang.

Dari sebuah video yang beredar di Medsos, terluat rombongan Gerindra Sultra berkumpul dalam tenda putih raksasa, pada bagian depan terpasang plank bertulis “Regional Sulawesi”.

Selanjutnya, rombongan semobil menuju Hambalang dengan menumpang minibus Toyota HiAce Commuter warna putih.
ASR dan Ady pun sempat berbincang Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) sekaligus Ketua Gerindra Sulut Yulianus Selvanus.

Ketiganya pun menuju minibus yang terpakir di depan tenda, kemudian bersama menumpanginya. Andi Ady Aksar duduk di kursi penumpang paling depan, ASR dan Stevanus di baris kedua, diikuti para bupati dan pimpinan DPRD se-Sultra di baris kursi ketiga dan keempat.*

Kadis DLH Sultra Benarkan Surat Rekomendasi Sanksi dan Denda Administratif PT TBS dari KLH, LINK Desak DLH Bombana Bertindak

0

KENDARIKINI.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS). Meski begitu, pihak perusahaan TBS menepis hal itu, dengan asumsi tidak pernah menerima surat dari KLH.

Sementara surat sanksi yang bernomor B.939/I.1/GKM.2.1/09/2025, tertanggal 23 September 2025, hal tindak lanjut penanganan pengaduan telah dibenarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sultra.

“Ya benar (surat sanksi Kementerian KLH terhadap PT TBS, red),” tutur Kepaa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sultra, Andi Makawaru saat dihubungi via selulernya, di Kendari.

Ia mengatakan bahwa surat tersebut telah diterima dan juga telah ditindaklanjuti untuk kemdian dilaksanakan.

“Sudah kami follow up kepada DLH Kabupaten Bombana,” jelasnya.

Untuk itu, Andi Makawaru mengungkapkan bahwa terkait penerapan sanksi tersebut menjadi kewenangan dari DLH Bombana.

“Jadi teman-teman di Kabupaten yang tau pelaksanaannya. Kita tinggal tunggu perkembangan dari laporan pelaksanaannya saja,” tegasnya.

Disisi lain, pihak perusahaan TBS melalui kuasa pendamping Ardyansyah mengaku pihak perusahaan belum mengetahui hal tersebut. “Kami (TBS) belum pernah menerima surat rekomendasi terkait sengan sanksi dari KLH yang dimaksud,” ungkapnya.

Ia bahkan menuding bahwa informasi yang beredar merupakan informasi sepihak. “Justru ini bisa merusak citra perusahaan yang telah dibangun selama ini,” paparnya.

Sementara itu, saat media ini mengkonfirmasi soal hasil surat sanksi dari KLH kepada DLh Bombana belum mendapatkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, tim kamalinews.co.id terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak DLH Bombana.

Menanggapi telah ditembuskannya surat hasil penanganan pengaduan dari KLH, Ketua Lembaga Lingkar Kajian Kehutanan (Link) Sultra, Muh. Andriansyah Husen meminta agar DLH Bombana segera melaksanakan perintah dari surat tersebut.

“Ini merupakan pembuktian bahwa, DLH Bombana tidak “bermain” dengan perusahaan nakal,” tegasnya.

Ia menjelaskan surat KLH jelas dan tegas. Dan prosesnya kata pria yang karib disapa Binggo telah diteruskan oleh DLH Provinsi.

“Saya rasa semua sudah sesuai mekanisme yang ada. Sekarang bolanya ada di DLH Bombana, silahkan ditindaklanjuti,” tegasnya.

“Sekarang kita menunggu. Biarkan masyarakat menilai dan perjuangan ini tidak hanya pemberian sanksi tapi kami mempresure sampai rekomendasi pencabutan IUP TBS,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelanggaran itu bermula dari pengaduan Ketua Umum Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 25 Agustus 2025.

Dalam laporannya, diadukan PT TBS yang beroperasi di Kecamatan Kabaena Selatan, Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana tidak membuat sediment pond atau kolam pengendap, sehingga air limbah dan lumpur langsung mengalir ke sungai dan jebolnya safety dump atau tempat pembuangan limbah padat (tailling).

Serta PT TBS diduga tidak menerapkan good mining practices, standar konstruksi dan operasi sediment pond dan safety dump mengakibatkan lumpur dan limbah tambang masuk ke rumah warga, sungai dan pesisir pantai saat musim penghujan.

Atas aduan tersebut, Direktorat Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, telah melakukan verifikasi pengaduan pada tanggal 28-30 Agustus 2025.

Dan menemukan diantaranya, ada area pit aktif di Blok 2, PT TBS tidak membuat kolam pengendapan yang berfungsi sebagai penampung air limpasan dari area Stockpile Ore Nikel sebagai antisipasi ketika hujan.

Terhadap temuan tersebut, Direktorat Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup akan menindaklanjuti dengan merekomendasikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan denda administratif. Surat tindaklanjut tersebut, ditandatangani langsung oleh Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup, Ardyanto Nugroho dan ditembuskan kepada Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup.*

Ratusan Pekerja Tolak Kompensasi PT RJL yang Dinilai Sangat Rendah

0

KENDARIKINI.COM – Ratusan pekerja di PT Riota Jaya Lestari (RJL) yang tergabung dalam serikat pekerja mandiri Kolaka Utara (SPMKU) menolak pembayaran kompensasi terhadap pekerja yang dinilai sangat rendah.
‎
‎Ketua Serikat Pekerja Mandiri Kolaka Utara, Suaib Sapareng mengatakan bahwa dari perusahaan menawarkan pembayaran kompensasi terhadap pekerja sebesar 25%.
‎
‎”Kami dari serikat pekerja mandiri meminta pembayaran kompensasi terhadap pekerja yang habis masa kontraknya sebesar 50%”, ungkapnya saat dikonfirmasi awak media ini pada Selasa (4/11/2025) malam.
‎
‎Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa dari hasil pertemuan terakhir dengan pihak manajemen perusahaan bahwa PT Riota Jaya Lestari bersedia membayar kompensasi 100% namun, kata dia, ada dugaan intimidasi dalam perjanjian yang menyatakan bahwa pekerja bersedia menerima konsekuensi dari perusahaan.
‎
‎”setahu saya, kalau ada pekerja yang menuntut haknya, tidak ada konsekuensi yang mereka harus terima dari perusahaan”, jelasnya.
‎
‎Suaib mengaku dirinya menjadi pekerja pertama yang kontrak kerjanya telah habis dan tidak diperpanjang.
‎
‎”Saya dapat surat pemberitahuan tidak perpanjang kontrak itu di 27 Oktober 2025 sedangkan kontrak berakhir di 2 November 2025″, bebernya.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, jurnalis media ini masih melakukan upaya konfirmasi kepada PT Riota Jaya Lestari.*

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penembakan Hansip dalam Waktu 24 Jam

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang menembak seorang petugas hansip berinisial AS di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Keduanya ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya.

Penangkapan dilakukan oleh Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur. Kedua pelaku diketahui berinisial R alias Romaja dan PS alias Pam Saputra.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pelaku pertama berhasil ditangkap ketika hendak kabur ke Lampung.

“Pelaku R diamankan saat akan kabur ke Lampung, diamankan saat menyeberang di Bakauheni. Setelah itu pelaku inisial PS juga diamankan oleh Subdit Resmob dan Polrestro Jaktim,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (9/11/2025).

Keduanya langsung digelandang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kriminal Umum. Saat diamankan, tangan pelaku diborgol menggunakan kabel ties, dan sejumlah barang bukti turut disita dari keduanya.

“Diamankan senjata api, kunci T, sepeda motor, dan pakaian yang digunakan saat kejadian,” tambah Budi.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 03.30 WIB, di Kampung Baru, Jalan Pelajar RT 07 RW 09, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, T (48) dan R (58), tengah berjaga malam di lingkungan RW 09.

Kapolsek Cakung, Kompol Widodo Saputro, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban yang memantau CCTV melihat dua orang mencurigakan yang diduga hendak mencuri sepeda motor.

“Korban sedang melaksanakan jaga atau ronda malam sebagai Hansip RW 09. Korban pada saat itu sedang memonitor kamera pengawas (CCTV), melihat ada dua orang dicurigai sedang mencongkel motor,” ujar Kompol Widodo.

Korban bersama dua rekannya kemudian mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, korban langsung menabrakkan motornya ke arah kendaraan pelaku untuk mencegah mereka kabur, hingga sempat terjadi perkelahian. Tak lama, terdengar suara tembakan dua kali yang membuat korban terjatuh.

Dua rekan korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga, sementara pelaku melarikan diri. Namun, berkat gerak cepat petugas, keduanya berhasil dibekuk dalam waktu singkat.

Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya, sementara polisi masih mendalami asal senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut.*

Hadapi Musim Penghujan, PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada

0

KENDARIKINI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV – Makassar memprediksi cuaca hujan sedang – lebat yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan berlangsung hingga 12 November mendatang. PT PLN (Persero) mengimbau seluruh pelanggan setia PLN untuk tetap waspada terhadap potensi banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya yang mungkin melanda.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah menegaskan PLN telah menyiagakan 71 posko siaga kelistrikan dan 2.278 personel guna menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal apabila terjadi cuaca ekstrem.

“PLN telah menginstruksikan seluruh unit untuk bersiaga penuh guna pemulihan maupun memastikan keamanan jaringan kelistrikan masyarakat. Cuaca tersebut harus kita waspadai, petugas PLN terus bersiaga untuk memantau kondisi kelistrikan di setiap wilayah untuk keselamatan masyarakat,” kata Edyansyah.

Edyansyah menyampaikan beberapa tips menggunakan listrik agar aman dan nyaman jika terjadi cuaca ekstrem. Apabila terjadi banjir dan air memasuki area rumah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan _Miniature Circuit Breaker_ (MCB) pada kWh Meter.
Kedua, matikan aliran listrik yang tidak terpakai dengan mencabut peralatan elektronik dari stop kontak. Selanjutnya pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang aman dan tidak terjangkau air.

“Selain itu, apabila terlihat potensi gangguan atau ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya, masyarakat dapat melaporkan serta meminta penghentian pasokan tenaga listrik sementara,” jelas Edyansyah.

Untuk mencegah potensi bahaya atau gangguan kelistrikan yang lebih luas, masyarakat dapat segera melapor ke PLN melalui berbagai kanal yang telah disediakan. Mulai dari aplikasi PLN Mobile, _Contact Center_ PLN 123, atau menghubungi kantor unit PLN terdekat.

“Segera lakukan langkah tersebut agar terhindar dari potensi bahaya listrik. Sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir karena air merupakan konduktor yang kuat,” tutup Edyansyah.*

Momentum Hari Pahlawan, Kakanwil Kemenag Sultra: Kehormatan Sejati Bukan pada Posisi yang Dimiliki Tapi Manfaat yang Ditinggalkan

0

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhamad Saleh memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di pelataran Kanwil Kemenag Sultra. Senin (10/11/2025).

Upacara ini diikuti Pejabat Administrator, Ketua Tim Kerja, Pejabat Fungsional dan Pelaksana pada Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional dan Pelaksana pada Kantor Kemenag Kota Kendari, serta Guru bersama Siswa Siswi Madrasah se Kota Kendari.

Dalam sambutan yang disampaikan Kakanwil pada Peringatan hari Pahlawan Tahun 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, disebutkan bagaimana para pahlawan telah berjuang mengorbankan jiwa raganya demi masa depan generasi bangsa.

“Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut Saleh, ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para pahlawan.

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan.

“Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” sambungnya.

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam dan melanjutkan pengabdian.

“Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegasnya.

Ketiga, pandangan jauh kedepan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti
meninggalkan amanah kemanusiaan.

Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.

“Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” imbuhnya.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Sebagaimana para pahlawan yang telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak,” pungkasnya.*

Kapolda Sultra Hadiri Upacara Hari Pahlawan di TMP Watubangga

0

KENDARIKINI.COM — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kota Kendari, Senin (10/11/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M memimpin jalannya kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, TNI-Polri, serta para pejabat dan tokoh masyarakat.

Dalam upacara tersebut, Gubernur Sultra membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang mengingatkan pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ucap Gubernur membacakan amanat tersebut.

Amanat tersebut juga menekankan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa, yakni kesabaran dalam perjuangan, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan demi kemakmuran generasi penerus.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan oleh Gubernur Sultra, disusul dengan tabur bunga bersama oleh seluruh peserta upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang yang telah gugur membela tanah air.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja tulus, menjaga keamanan, serta mengabdi untuk masyarakat dan negara,” ujarnya usai upacara.

Upacara Hari Pahlawan di TMP Watubangga tahun ini berlangsung dengan khidmat, menumbuhkan semangat persatuan, dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.*

Polisi Berhasil Temukan Balita Hilang Bilqis di Jambi

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar berhasil menemukan seorang balita bernama Bilqis (4) yang sempat dilaporkan hilang saat bermain di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Minggu (2/11/2025).

Bilqis dilaporkan hilang ketika sedang menemani ayahnya yang bermain tenis di taman tersebut. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan keberadaan Bilqis menjadi petunjuk penting bagi personel Jatanras Polrestabes Makassar dan Kanit Reskrim Polsek Panakkukang untuk melakukan pencarian intensif.

Melalui proses penyelidikan yang panjang dan kerja sama lintas wilayah, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan Bilqis dalam keadaan selamat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025).

Keesokan harinya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., secara langsung menyerahkan Bilqis kepada orang tuanya di Makassar, Ahad (9/11/2025). Momen penyerahan tersebut berlangsung haru dan penuh rasa syukur, disertai tangis bahagia keluarga saat Bilqis turun dari mobil tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Arya menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian.

“Setelah beberapa hari hilang, dengan berbagai upaya dan doa dari masyarakat Kota Makassar, Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT anaknya sudah ditemukan tadi malam dan bisa kembali ke Makassar hari ini,” ujar Kombes Pol Arya.

Kapolrestabes Makassar juga memastikan bahwa kondisi Bilqis dalam keadaan baik.

“Tadi sudah dicek kesehatannya, Alhamdulillah tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Secara psikologis juga baik, anaknya tampak ceria. Mudah-mudahan tidak mengalami trauma,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Arya menegaskan bahwa proses hukum terkait kasus ini akan ditangani oleh Polrestabes Makassar, sementara Bilqis kini telah kembali ke pangkuan keluarganya dalam keadaan selamat.*

Gelar Upacara Hari Pahlawan, Wakapolda Ajak Personel Teladani Nilai Perjuangan

0

KENDARIKINI.COM — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menggelar upacara di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Senin (10/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, personel gabungan dari berbagai satuan, serta PNS Polri.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan bangsa.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Wakapolda membacakan amanat tersebut.

Dalam amanatnya, disebutkan tiga keteladanan utama para pahlawan yang perlu dihidupkan kembali oleh generasi masa kini. Pertama, kesabaran para pahlawan dalam menempuh perjuangan dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, di mana para pahlawan berjuang tanpa pamrih dan tidak menuntut balasan setelah kemerdekaan diraih. Ketiga, pandangan jauh ke depan, di mana perjuangan dilakukan demi kemakmuran generasi yang akan datang.

“Kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” lanjut amanat tersebut.

Wakapolda juga membacakan pesan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Namun semangat yang dibawa tetap sama, yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, serta memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Amanat Menteri Sosial juga menekankan bahwa semangat perjuangan itu kini diwujudkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup penguatan ketahanan nasional, peningkatan kualitas pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam — dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tutup Wakapolda dalam amanatnya.*

Polri Beri Pendampingan Psikososial dan Pemulihan Pasca Ledakan

0

KENDARIKINI.COM — Sebagai kelanjutan dari langkah cepat yang dilakukan sejak Jumat malam (7/11), Polda Metro Jaya melalui Biro Psikologi SSDM Polri dan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya terus melanjutkan pendampingan psikososial serta bantuan awal psikologis (Psychological First Aid/PFA) bagi para korban, keluarga, dan tenaga pendidik pascaledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini dipimpin oleh BJP Yohanes Ragil H.S., S.I.K., M.Hum., dari Biro Psikologi SSDM Polri. Kegiatan ini melibatkan puluhan psikolog Polri dari Mabes dan Polda Metro Jaya yang berkompeten dalam penanganan krisis psikologis dan pemulihan trauma.

Kegiatan pada Sabtu (8/11) difokuskan di tiga titik utama, yakni RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI Cempaka Putih, dan SMAN 72 Jakarta Utara. Tim melakukan pendampingan dengan metode Psychological First Aid, yaitu bantuan awal psikologis yang berfokus pada pemulihan emosi, penguatan rasa aman, serta pengelolaan stres pascakejadian. Di lingkungan sekolah, tim psikolog Polri juga memberikan sesi konseling kepada kepala sekolah dan guru yang terdampak secara emosional.

Berdasarkan hasil observasi lapangan:
• Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, masih terdapat 12 korban dirawat, termasuk 2 di ICU, sementara 29 korban telah dipulangkan.
• Di RS YARSI Cempaka Putih, terdapat 13 korban dirawat, 1 di antaranya di ICU, serta 1 korban telah pulang.
• Di RS Pertamina Jaya, masih terdapat 1 korban dirawat, sementara 6 korban telah pulang.

Beberapa keluarga korban menyampaikan bahwa anak-anak mereka masih memerlukan pendampingan psikologis lanjutan pascapemulihan medis. Sebagian lainnya menyatakan rasa ikhlas dan berharap sekolah segera kembali beroperasi dengan aman dan kondusif.

Polri juga mencatat bahwa pihak sekolah tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terkait izin dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar. Renovasi di area yang terdampak ledakan juga sedang dilakukan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading agar tidak ada bekas kejadian saat para siswa kembali ke sekolah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan psikososial ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang holistik pascainsiden, sekaligus menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya dalam menangani seluruh aspek pascaledakan.

“Pendampingan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan psikologis akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan. Tim psikolog Polri akan memberikan pelayanan trauma healing di lingkungan sekolah kepada seluruh siswa melalui kegiatan psikoedukasi, pendampingan psikososial, konseling, dan bila dibutuhkan juga psikoterapi. Langkah ini diharapkan mampu membantu pemulihan menyeluruh bagi para siswa agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya diri.

Selain langkah penyelidikan dan pendampingan psikologis, Polda Metro Jaya juga memastikan adanya koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pihak rumah sakit, Dinas Pendidikan, serta Kementerian terkait, agar penanganan medis dan psikososial berjalan paralel dan terukur.

Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Bila menemukan aktivitas atau benda yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan darurat 110 tanpa perlu datang langsung ke kantor polisi. Layanan pelaporan Polri kini telah berbasis digital dan modern, memungkinkan masyarakat memberikan informasi secara cepat dan aman. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa serta mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib.*

Owner Afika Bantah Pembelian Tapi Mengaku Sudah Bayar DP

0

KENDARIKINI.COM — Polemik jual beli sebidang tanah di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, kini menyeret nama perusahaan properti Afika Land.

Perusahaan properti lokal itu disebut-sebut terlibat dalam pembelian lahan yang status kepemilikannya masih diperebutkan antar ahli waris keluarga almarhum Koila.

Melalui akun TikTok resminya, @sahir.properti, Owner Afika Land, Sahir, menyampaikan bantahan atas tudingan bahwa perusahaannya telah membeli tanah yang masih berstatus sengketa tersebut.

“Saya sebagai owner Afika membantah telah membeli tanah tersebut karena kronologinya tanah tersebut memang ingin saya beli, ingin membeli tanah tersebut sebagai lokasi baru, tapi sifatnya masih rencana,” ujar Sahir dalam video klarifikasinya.

Menurutnya, karena masih sebatas rencana, belum ada langkah administratif seperti pembayaran ataupun proses balik nama dan aktivitas fisik yang dilakukan di atas lahan tersebut.

“Karena sifatnya masih rencana makanya belum ada aktivitas di atasnya, belum ada balik nama,” katanya.

Namun dalam pernyataan yang sama, Sahir mengakui telah membayar uang muka atau down payment (DP) atas lahan tersebut.

“Masih sebatas DP, sebagai calon pembeli, mengetahui ahli warisnya ternyata antara mereka bersaudara yang mana mereka saling lapor ke Polda, mengetahui hal tersebut maka saya sebagai calon pembeli berencana akan mundur dan batal untuk membeli tanah tersebut,” lanjutnya.

Pernyataan itu justru menimbulkan tanda tanya baru. Pasalnya, menurut kuasa hukum pelapor, Andri Darmawan, menilai klarifikasi Afika Land tidak sepenuhnya menggambarkan fakta di lapangan. Kata dia pembayaran dari pihak Afika kepada salah satu ahli waris memang sudah dilakukan.

“Kan ada klarifikasi dari pihak Afika, bahkan itu katanya pemberitaan kemarin itu hoax. Jadi kita mau sampaikan bahwa pihak dari Afika sudah melakukan pembayaran terhadap tanahnya Bapak almarhum Koila,” kata Andri.

Andri menyebut, meski nilai transaksi tidak dapat dipastikan karena bukti transfer tidak diserahkan, namun keberadaan pembayaran memang sempat diperlihatkan saat proses mediasi di Polda.

“Itu nilainya memang kita tidak bisa pastikan seberapa besar karena pada saat pelaporan di Polda kemarin sempat ditunjukkan bukti transfer tetapi kita tidak diberikan, bahkan handphone klien kami pada saat mediasi itu dikumpulkan. Jadi bukti-bukti itu kita tidak bisa verifikasi berapa total yang sudah ditransfer pihak Afika kepada saudara M,” ujarnya.

Meski begitu, Andri menyebut ada informasi yang beredar bahwa nilai pembelian mencapai Rp3,5 miliar. Ia juga menyebut adanya perjanjian jual beli antara pihak M dan Afika Land.

“Informasi yang beredar bahwa nilai pembelian itu 3,5 miliar rupiah, bahkan kemarin juga itu sudah sempat diperlihatkan ada perjanjian mereka, dari pihak M dan pihak Afika,” katanya.

Lanjut, Andri menilai klaim Oner bahwa belum ada aktivitas di lokasi bertolak belakang dengan bukti yang mereka miliki.

“Nah itu ada bukti-bukti video bahwa itu sudah dilakukan penggusuran dan kliring, itu kan menjadi pertanyaan siapa yang melakukan kliring di situ. Tidak mungkin alat-alat berat itu datang melakukan kliring kalau tidak ada yang memerintahkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti aspek legalitas transaksi yang dianggap cacat hukum karena penjual disebut tidak memiliki kewenangan sah atas tanah tersebut.

“Kalau pembelian itu kan kita harus melihat apakah dia membeli tanah itu kepada pihak yang berhak menjual. Sebagaimana kita ketahui bahwa dari pihak penjual ini kan masih bersengketa atau bermasalah hukum,” jelasnya.

Andri menjelaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam dokumen yang digunakan M untuk menjual tanah keluarga itu.

“Ada surat keterangan ahli waris yang dipalsukan, kemudian ada juga surat pernyataan penguasaan fisik juga yang dipalsukan. Sehingga kalau penjualnya tidak clear, harusnya pembelian itu tidak sah,” kata dia.

Lebih jauh, Andri juga menyayangkan aktivitas pembersihan lahan yang sudah dilakukan, meski proses hukum belum tuntas.

“Kita sayangkan bahwa sekarang ini sudah dilakukan kliring dan dilakukan aktivitas di lahan sengketa itu padahal ini masih ada persoalan hukum yang belum selesai,” lanjutnya.

Menurutnya, mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian pun berakhir buntu karena kedua pihak tetap pada pendiriannya masing-masing.

“Pihak mediasi kemarin mereka tetap bertahan, dari pihak Afika dia bertahan bahwa dia menganggap pembeliannya ini sudah benar. Padahal kan kita mediasi itu untuk mencari jalan bahwa ini pembeliannya dan penjualannya itu tidak benar, karena di situ ada hak ahli waris yang dihilangkan sehingga mediasinya kemarin itu deadlock,” Pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di pemkot Kendari berinisial M, yang juga mantan lurah Kandai, dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara oleh saudaranya, Rosmala Dewi. Ia diduga memalsukan surat ahli waris atas sebidang tanah peninggalan almarhum orang tuanya dan menjualnya tanpa mencantumkan nama ahli waris lain. Tanah itu kemudian disebut-sebut menjadi objek transaksi dengan pihak Afika Land.

Hingga kini, proses hukum terkait dugaan pemalsuan dokumen ahli waris dan keabsahan transaksi jual beli tanah di Puuwatu masih bergulir di Polda Sulawesi Tenggara. Belum ada kepastian apakah status uang muka yang telah diserahkan akan dikembalikan, atau justru menjadi bagian dari pembuktian di tahap penyidikan.*

Dugaan Korupsi Anggaran Upah Satpam Sebesar Rp1 Miliar di RSJPDO Kendari Mencuat

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan korupsi anggaran upah satpam di Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencuat pasca diketahui PT Persada Anoa Celebes (PAC) diduga memanipulasi data upah satpam ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kendari.

Di mana jumlah satpam di RSJPDO Kendari diduga diketahui berjumlah 38 orang. Sementara upah 1 satpam sesuai kontrak sebesar Rp 2.225.000.00,. Namun upah yang dibayarkan oleh PT. PAC ke 1 satpam sebesar Rp 1.897.833.00, tidak sesuai kontrak sebesar Rp 2.225.000.00,.

Kemudian diketahui berdasarkan kontrak anggaran RSJPDO Kendari dengan PT PAC bagi 1 satpam sebesar Rp 4.000.000.00, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sultra 2025.

Hal ini sebagaimana diungkapkan pihak PT Persada Anoa Celebes (PAC) Eny bahwa dalam berkontrak dengan anggaran RSJPDO Kendari tahun 2025 untuk 1 satpam sebesar Rp4 juta. Menurutnya, dari Rp4.000.000.00 bagi 1 satpam di RSJPDO Kendari menerima upah sebesar Rp2.225.000.00, sesuai kontrak.

“Jadi terkait masalah data kita kan berkontrak dengan rumah sakit jantung 4 juta. 4 juta itu tidak bersih ke karyawan semua di situ sudah ada BPJSnya, ada pakaiannya, dan gajinya. Jadi karyawan gajinya 2 juta 225 ribu, dan gaji itu karyawan sudah berkontrak dengan perusahaan,” ungkap Eny saat diwawancarai media ini pada hari Kamis, 6 November 2025.

Sementara PT PAC dalam melaporkan upah satpam di RSJPDO Kendari ke BPJS Ketenagakerjaan Kendari sesuai dengan UMR/UMK di Kota Kendari tahun 2025 sebesar Rp3.314.379.00, tapi upah yang diterima satpam tidak sesuai upah yang dilaporkan oleh PT. PAC ke BPJS Ketenagakerjaan Kendari sebesar Rp3.314.379.00,.

Apabila diasumsikan jumlah satpam di RSJPDO Kendari sebanyak 38 orang dikali Rp 4.000.000.00 dikali 12 bulan dalam satu tahun anggaran terdapat Rp 1.824.000.000.,.

Pada sisi lain Pengawas dan Pemeriksa BPJS Ketenagakerjaan Kendari Fakhry menerangkan bahwa setiap perusahaan wajib melaporkan upah karyawan sesuai UMR/UMK.

“Upah yang terdaftar ke kami harus sesuai upah yang diterima pekerja,” terang Fakhry saat ditemui media ini pada hari Jumat, 7 November 2025.

Ketidaksesuaian upah yang diterima satpam dengan upah yang terlapor di BPJS Ketenagakerjaan Kendari itu menunjukkan pertama dugaan upah satpam di RSJPDO Kendari yang dilaporkan PT PAC ke BPJS Ketenagakerjaan Kendari adalah upah fiktif, kedua PT PAC diduga korupsi anggaran upah satpam di RSJPDO Kendari yang bersumber dari APBD Sultra 2025 sebesar Rp 1.824.000.000., ketiga Eks Direktur RSJPDO Kendari tahun 2025 diduga terlibat dalam dugaan korupsi anggaran upah satpam sebesar Rp 1.824.000.000.,.

Pada sisi lain lagi media ini telah berusaha mengkonfimasi ke pihak RSJPDO Kendari melalui via pesan dan telepon WhatsApp namun hingga kini belum memberikan tanggapan resmi perihal dugaan korupsi tersebut.(Faldi)*

Sudah Dua Kapolres Menjabat Kasus Pembunuhan Pasutri di Samaturu Belum Terungkap

0

KENDARIKINI.COM – Sudah dua Kapolres Kolaka menjabat, kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Nurdin (54) dan Rana (44) di Desa Sani-sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini belum terungkap.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin, 16 September 2024, dan lebih dari setahun berselang, polisi belum mengungkap tersangka maupun mengumumkan motif pasti pembunuhan tersebut.

Korban ditemukan tewas di rumah panggung mereka di perbukitan Dusun III Tokale, Samaturu, dengan luka parah di tubuh.

Penemuan itu pertama kali diketahui warga bernama Muklis, yang diminta orang tuanya menjemput pasutri tersebut. Sekitar pukul 08.20 Wita, Muklis tiba di rumah korban, namun keduanya tidak terlihat. Ia kemudian diminta mencari ke kebun, tetapi justru mendapati darah mengalir dari kolong rumah panggung.

Curiga, Muklis memanjat dinding rumah dan menemukan Nurdin dan Rana tergeletak bersimbah darah dalam kondisi tak bergerak. Temuan itu langsung dilaporkan ke keluarga, lalu diteruskan ke polisi. Sekitar pukul 09.15 Wita, Polsek Samaturu dan tim Reskrim Polres Kolaka tiba di lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi jasad kedua korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat kejadian, kursi Kapolres Kolaka masih dipegang AKBP Yosa Hadi. Namun di tengah penyelidikan, Yosa dimutasi menjadi Wakil Kapolresta Kendari dan digantikan AKBP Yudha Widyatama Nugraha. Serah terima jabatan berlangsung 13 Januari 2025 di Aula Sasana Praja Pemda Kolaka. Kendati telah terjadi pergantian pimpinan, progres penanganan kasus belum menunjukkan titik terang.

Upaya konfirmasi media kisahan.id belum mendapat penjelasan rinci dari pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif, enggan berkomentar banyak dan meminta diarahkan ke Polsek Samaturu dan Pidum Polres Kolaka.

“Coba kita call Kapolsek Samaturu,” ujarnya singkat, Minggu (9/11/2025).

Saat dihubungi, Kapolsek Samaturu, Ipda Ramadhan, menyatakan bahwa penyidikan bukan ditangani di tingkat polsek.

“Perkaranya ini ditangani di polres,” katanya.

Sementara Kapolres Kolaka, AKBP Yudha Widyatama Nugraha, yang dikonfirmasi terpisah terkait perkembangan penyelidikan, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan.

Lebih dari 12 bulan berlalu, publik masih menunggu kejelasan penanganan kasus yang menimbulkan kecemasan publik ini. Kepolisian juga diharapkan segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis tersebut.*

Wanita Penadah Motor Curian Dibekuk Polresta Kendari

0

KENDARIKINI.COM — Seorang wanita berinisial RK (47) ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari karena diduga menjadi penadah sepeda motor hasil tindak pidana pencurian. Penangkapan dilakukan oleh Subunit 1 Satreskrim Polresta Kendari pada Minggu 9 November 2025 sekitar pukul 10.00 WITA.

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa RK diduga menerima gadai sepeda motor hasil curian jenis Honda Beat warna hitam yang sebelumnya dicuri di Jalan Margahayu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

“Wanita RK ini menerima penggadaian motor Honda Beat hitam hasil tindak pidana pencurian di Jalan Margahayu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari,” kata AKP Welliwanto Malau.

Ia menjelaskan motor tersebut merupakan milik korban berinisial SE (24). Pelaku menerima gadai motor tersebut dengan nilai Rp2 juta rupiah.

Akan tetapi, hanya memberikan Rp1 juta rupiah karena kendaraan tersebut tidak disertai bukti kepemilikan.

Tidak berhenti di situ, RK juga kembali memberikan uang tambahan sebesar Rp900 ribu rupiah kepada pihak yang menggadaikan motor, setelah melakukan pemotongan uang sebesar Rp100 ribu rupiah dengan alasan biaya administrasi.

Untuk diketahui, barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam telah diamankan di Mapolresta Kendari.(Amin)*

Enam Orang Pemancing Dihantam Ombak Besar di Perairan Kolaka, Dua Lainnya Hilang

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak enam orang pemancing terjatuh dari perahu di perairan Desa Totobo, Kecamatan Pomaala, Kabupaten Kolaka, Minggu 9 November 2025.

Enam orang tersebut masing-masing berinisial AS (21), MSR (23), MAL (22), AS (22), AD (17) dan FT (23).

Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif mengatakan dari keenam orang tersebut tersisa dua orang yang dinyatakan hilang, yakni FT dan AT.

Ia menjelaskan kejadian tersebut berawal sekitar pukul 15.00 WITA, dimana enam orang tersebut pergi ke laut sekitar 2 mil dengan menggunakan perahu jenis jollor.

Pada pukul 16.00 WITA, mereka diterjang ombak besar hingga menyebabkan perahu mengalami pecah dan tenggelam.

“Sekira pukul 16.00 WITA perahu jollor yang mereka gunakan terkena ombak besar/badai sehingga menyebabkan perahu jollor tersebut pecah terburai dan menyebabkan tenggelam,” kata Dwi Arif.

Dwi Arif menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pencarian terhadap FT dan AT.

“Kami bersama Tim Sar Klk, Satpolairud Polres Kolaka, UPP Klk dan PMI akan melaksanakan pencarian 2 orang yang belum ditemukan,” tutupnya.(Amin)*

Kadin Sultra Bawa UMKM Lokal Tembus Pasar Global

0

KENDARIKINI.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang kembali menegaskan peranannya sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah untuk menembus pasar global.

Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam ajang bergengsi Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 yang berlangsung di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda, pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.

Kadin Sultra sukses bertindak sebagai agregator utama, memperkuat diplomasi ekonomi serta mempromosikan perdagangan, pariwisata, investasi, dan kebudayaan nasional di Eropa.

Salah satu produk unggulan dari Sultra yang mendapat sorotan di panggung internasional adalah Lily Tenun Kendari, milik Owner Trinop Tijasari, yang juga merupakan bagian dari Kadin Sultra.

Kain Tenun Lily Kendari tampil memukau setelah dipadupadankan dan ditampilkan sebagai model Coat ala Eropa oleh desainer Julie Kaimuddin dari Juka Studio.

Owner Lily Tenun Kendari, Trinop Tijasari, menyambut baik keikutsertaan ini dan melihat DMI Expo 2025 sebagai peluang emas untuk ekspansi.

“Ini bukti bahwa Kadin Sulawesi Tenggara hadir memberikan kesempatan ekspansi bagi para anggotanya yang memiliki produk siap untuk menjajaki pasar Eropa. Dengan produk yang memiliki identitas budaya ataupun khas dari Indonesia,” ujar Trinop Tijasari.

Peran Kadin Sultra sebagai Agregator Krusial
Ketua Penyelenggara DMI Expo 2025, DT Yunanto (Dicki), menjelaskan bahwa peran Kadin Sultra sebagai agregator sangat krusial.
Banyak UMKM Indonesia menghadapi kendala dalam promosi global dan akses pasar.

Dengan membawa Lily Tenun Kendari dan produk UMKM unggulan lainnya, Kadin Sultra membantu menjamin suplai dan kurasi produk agar benar-benar siap bersaing dan dapat memanfaatkan regulasi yang lebih terbuka di Belanda.

Dalam rangkaian DMI Expo 2025 ini, Kadin Sultra tidak hanya berpromosi, tetapi juga memperkuat jaringan bisnisnya di Eropa dengan menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA).

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memfasilitasi kemitraan bisnis bagi UMKM Sultra di Benua Biru.

Selain di Belanda, perwakilan pelaku usaha dari Sulawesi Tenggara ini juga melanjutkan misi dagang ke KBRI di Prancis.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, khususnya Kain Tenun Tolaki karya Lily Tenun Kendari, kepada stakeholder di jantung Eropa.

DMI Expo 2025, yang didukung sebagai acara tahunan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag, dirancang sebagai platform strategis yang meliputi Promosi Perdagangan & Ekspor, Showcase Pariwisata & Budaya, Forum Investasi, serta Program Diplomasi Kuliner & Budaya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Kadin Sultra berharap partisipasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat citra positif dan daya saing Indonesia, khususnya produk Sultra, di tingkat global.*

Operasi Sikat Anoa 2025, Personel Gabungan Polda dan BNNP Sultra Ungkap 10 Pengguna Narkoba di Dua Lokasi Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Operasi Sikat Anoa 2025 terus digencarkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, tim subsatgas narkotika yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra berhasil mengungkap sejumlah penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Kendari, Kamis (6/11/2025).

Operasi pencegahan terpadu itu menyasar dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di Mess Gatsby, Jalan Mayjend S. Parman, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat. Di tempat ini, petugas memeriksa 30 orang dan menemukan 6 orang positif mengonsumsi methamphetamine, benzodiazepine, dan dihydrocodeine (DHC).

Sementara lokasi kedua berada di Jalan Bunga Kolosua, Lorong Sarungga, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat. Dari 4 orang yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan positif methamphetamine.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Anoa 2025, yang fokus menekan angka kejahatan dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara. Melalui sinergi antara Polri dan BNNP Sultra, operasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih aman dan bersih dari peredaran narkoba.

“Operasi ini menjadi bukti komitmen aparat dalam menegakkan hukum dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar salah satu anggota tim Ops Sikat Anoa 2025, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Kompol Ario Damar, S.H., S.I.K., M.I.K yang bertindak sebagai Kasubsatgas Resnarkoba.

Polda Sultra memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai wilayah guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.*

SBSI Ungkap Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja dan Tindak Pidana Penggelapan Mie Gacoan di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Kendari mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran hak pekerja dan tindak pidana penggelapan yang dilakukan perusahaan PT Pesta Pora Abadi atau Mie Gacoan Kendari.

Ketua SBSI Kendari Iswanto Sugiarto mengatakan bahwa akan melaporkan perusahaan yang bertempat di Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari tersebut atas dugaan Upah Di bawah UMK Kendari dan jaminan sosial dalam hal ini BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pekerja.

“Berdasarkan data dan informasi yang kami himpun bahwa upah mereka dibawah UMK Kota Kendari yang kita ketahui itu UMK Kota Kendari itu sejumlah Rp. 3.314.000,” ucapnya.

“Sedangkan berdasarkan jika merujuk Pasal 88E ayat (2) UU. No. 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja dan Pasal 23 PP No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan setiap perusahaan diwajib memberikan upah sesuai ketetapan UMK yang berlaku,” tambahnya.

Kata dia, sanksi yang akan didapatkan jika melakukan upah di bawah UMK bukan hanya sanksi administratif saja, tetapi sanksi pidana juga sebagaimana UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja Pasal 81 ayat 63 mengubah pasal 158 UU ketenagakerjaan bahwa ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp400 juta.

Kemudian, ia juga mengungkap bahwa pekerja yang bekerja di Mie gacoan tersebut di duga tidak mendaftarkan BPJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

“Jika kita merujuk undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial pasal 19 ayat 1 dan 2 yang di mana setiap pengusaha wajib mendaftarkan jaminan sosial bagi para pekerjanya,” Jelasnya

Iswanto juga menegaskan bahwa ketika perusahaan tidak mendaftarkan jaminan sosial dalam hal ini BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 19 ayat (2) maka sanksi yang akan diberikan berupa sanksi pidana.

“Persoalan ini merupakan persoalan serius apalagi berbicara tentang hak asasi manusia dalam hal ini jaminan sosial dan jika kita berbicara sanksi maka tentu sanksinya bukan hanya administratif melainkan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam pasal 55 undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS  ancaman pidananya itu maksimal 8 tahun penjara dan denda 1 miliar,” bebernya.

olehnya itu, Ketua SBSI Kendari menekankan dan berharap agar  Binwasnaker dan K3 dan Polda Sultra mengusut tuntas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan tersebut.

Iswanto juga menginginkan setiap perusahaan harus taat dan patuh atas ketentuan yang berlaku ditambah lagi dengan adanya Instruksi Walikota 100.3.4.3/3507/Tahun 2025 Tentang Pendaftaran Perusahaan dan Pekerja/Buruh Dalam Program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para pekerja atau buruh yang berada di Sulawesi Tenggara mendapatkan perlindungan yang layak terutama hak jaminan sosial.

Sementara itu salah satu manajer Mie Gacoan Kendari, Etal yanh dikonfirmasi tak mengetahui hal tersebut.

“Wah saya kurang tau, Maaf ya,” ujarnya singkat.*

Wakapolri Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.
Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.*

Kadivhumas Polri Tekankan untuk Selalu Berbuat yang Terbaik

0

KENDARIKINI.COM — Divisi Humas Polri menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Karo Multimedia serta pengantar purna bakti bagi sejumlah personel, bertempat di Aula Rastra Sewakottama Gedung Divhumas Polri, Kamis (6/11/2025). Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dipimpin langsung oleh Kadivhumas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Serah terima jabatan dilakukan dari Irjen Pol. Gatot Repli Handoko, S.I.K. yang mendapat promosi menjadi Dosen Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri kepada Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya. Mutasi jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025.

Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan pengantar purna bakti kepada tiga personel Divhumas Polri yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, yakni Kombes Pol. (Purn) Ir. Pertiwi Sitardhani, AKBP (Purn) Drs. Suwanda, M.Si., dan Penata Dwi Restuadi.

Acara dihadiri oleh para Karo, Penata Kehumasan Utama, para Kabag, Penata Kehumasan Madya, serta seluruh personel Divisi Humas Polri. Momentum tersebut menjadi wujud penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan para personel selama bertugas di lingkungan Divhumas Polri.

Dalam sambutannya, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam menjaga soliditas organisasi. Ia menyebut bahwa kekuatan Divisi Humas Polri lahir dari kerja kolektif seluruh personel, bukan dari individu semata.

“Kehebatan Humas adalah karena hebatnya anak buah kita. Baik di tingkat PNS, Bintara, Perwira, Pamen, maupun Pati, semuanya memiliki peran yang sama. Ibarat puzzle, setiap bagian jika digabungkan akan membentuk satu kekuatan besar,” ujar Kadivhumas.

Mengakhiri sambutannya, Kadivhumas mengingatkan seluruh personel agar senantiasa berbuat dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas.

“Maka itu, orang-orang baik adalah hatinya baik, dan orang yang baik pasti akan beri kerja yang terbaik,” pesannya disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta acara.

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi terhadap dedikasi para pejabat dan personel yang telah mengabdi bagi Divisi Humas Polri.

1.156 Lulusan Sekolah Inspektur Polisi Siap Bergerak di Lapangan

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 1.156 perwira Polri resmi dilantik sebagai lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025, terdiri dari 1.099 polisi laki-laki (polki) dan 57 polisi wanita (polwan). Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi. Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa para perwira baru tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus segera menunjukkan perubahan nyata di lapangan. “Hari ini bukan hanya pelantikan pangkat, tetapi titik awal perubahan. Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri,” tegasnya.

Selama empat bulan pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi, para peserta dibekali pengetahuan kepemimpinan dan keterampilan teknis kepolisian. Namun Wakapolri menegaskan, ujian sesungguhnya dimulai setelah mereka kembali ke satuan tugas masing-masing. Perwira Polri tidak lagi hanya sebagai pelaksana perintah, tetapi menjadi pengendali di lapangan yang mampu membimbing anggota, menjaga standar pelayanan, dan memastikan kebijakan pimpinan dijalankan dengan baik di tingkat operasional. “Sekarang kalian bukan lagi pelaksana, tetapi pengendali di lapangan. Bimbing anggota, jaga standar pelayanan, dan pastikan setiap kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan. Jangan biarkan teori berhenti di ruang kelas,” pesan Komjen Pol Dedi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak diukur dari banyaknya laporan atau penghargaan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat di lingkungan tugasnya. Saat ini, Polri sedang menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan publik setelah berbagai dinamika dan penurunan citra yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Untuk menjawab tantangan itu, Polri telah mencanangkan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan menerbitkan buku Do’s and Don’ts sebagai panduan perilaku anggota. Namun Wakapolri mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan langsung dalam pelayanan di lapangan. “Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakapolri menyoroti pentingnya memperkuat pelayanan publik melalui optimalisasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi PAMAPTA (Patroli dan Pengamanan Tempat). Kedua unit ini menjadi garda terdepan citra Polri di mata masyarakat. Sebagian besar lulusan SIP akan ditempatkan di fungsi tersebut untuk menunjukkan perubahan nyata dalam pola pelayanan. “Mulai dari SPKT dan PAMAPTA, ubah cara kerja, ubah cara melayani. Datangi masyarakat lebih dulu, tanggapi cepat laporan, dan pastikan setiap warga merasakan kehadiran Polri yang manusiawi dan tanggap,” tegasnya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menampilkan wajah baru pelayanan Polri yang humanis, profesional, dan cepat tanggap terhadap keluhan publik.

Selain memperbaiki pelayanan, Polri juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dan kejahatan nasional. Dalam sebulan terakhir, tercatat 228 kejadian bencana di berbagai daerah dengan total kerugian mencapai Rp129 miliar. Wakapolri menegaskan bahwa Polri harus selalu hadir di garis depan untuk membantu masyarakat dan memastikan keamanan tetap terjaga. Ia juga menyoroti tiga prioritas nasional yang harus menjadi fokus seluruh jajaran: pemberantasan narkoba, penindakan penyelundupan, dan perang terhadap judi online. “Tiga hal ini tidak bisa ditunda. Tindakan tegas dan akuntabel harus segera dilakukan di lapangan. Jangan tunggu perintah — inisiatif adalah bentuk pengabdian,” tegasnya.

Dalam menghadapi tantangan era digital, Wakapolri juga mengingatkan agar seluruh perwira bijak menggunakan media sosial. Di era post-truth, reputasi Polri bisa dibangun atau dihancurkan hanya dengan satu unggahan. Karena itu, ia meminta agar seluruh anggota menjaga nama baik pribadi dan institusi, serta menggunakan media sosial untuk menebarkan kepercayaan publik. “Reputasi Polri tidak hanya dibangun di kantor, tetapi juga di ruang digital. Gunakan media sosial untuk menebar kepercayaan, bukan kontroversi,” pesannya.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian baru sebagai perwira Polri yang berintegritas, empatik, dan profesional. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan polisi yang sempurna, tetapi polisi yang hadir, peduli, dan dapat diandalkan. “Jangan tunggu momentum. Ciptakan momentum dari lapangan. Kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan tindakan yang konsisten, sopan, dan sigap. Tunjukkan bahwa kalian adalah perwira Polri yang hadir membawa solusi, bukan sekadar seragam baru,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Polri menegaskan bahwa kehadiran 1.158 perwira baru lulusan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan ke-54 Gelombang II akan menjadi motor penggerak perubahan nyata dalam tubuh Polri. Mereka diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan berintegritas, serta menjadi wajah baru Polri yang siap hadir dan bekerja langsung untuk masyarakat.*

Polri Kerahkan Brimob untuk Evakuasi dan Pengamanan Pascagempa

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Brimob Polri bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat pascagempa bumi berkekuatan 4,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Tarakan dan sekitarnya, pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 17.40 WITA.

Berdasarkan laporan awal, gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan, meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Sebagai respon cepat, Brimob Polri mengerahkan 1 SST Kompi 2 Yon A Tarakan dan 1 SST dari Detasemen Gegana untuk melaksanakan evakuasi warga terdampak serta patroli pengamanan di sejumlah titik rawan, termasuk di sekitar swalayan yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti penjarahan di area terdampak bencana.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik menyampaikan bahwa Polri melalui satuan Brimob terus bersiaga untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Polri, khususnya Korps Brimob, langsung diterjunkan ke lokasi gempa untuk membantu proses evakuasi dan memastikan keamanan warga. Saat ini, personel di lapangan juga melakukan patroli di area yang mengalami kerusakan untuk mencegah potensi penjarahan,” ujar AKBP Erwin S. Manik.

Ia menegaskan bahwa penanganan situasi dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat. Kami terus memonitor perkembangan di Tarakan dan siap menambah personel bila dibutuhkan,” tambahnya.*

Pria dari Bombana Setubuhi Perempuan Berusia 14 Tahun Asal Kolaka Secara Paksa, Berujung Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM — Seorang pria berinisial RD dari Kabupaten Bombana diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur inisial TR asal Kabupaten Kolaka.

Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan pada Minggu 9 November 2025 sekitar pukul 02.03 WITA.

Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif mengatakan kasus ini terungkap setelah adanya laporan pengaduan dari ID, warga Desa Lakito, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, yang melaporkan kejadian dugaan persetubuhan terhadap TR.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 8 November 2025 sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu, korban diketahui sedang duduk di depan kamar kos sepupunya di Desa Popalia.

“Awalnya pada hari Sabtu tanggal 8 November 2025 sekira pukul 17.30 WITA korban sementara duduk di depan kamar kos sepupunya di Desa Popalia,” kata Dwi Arif, Minggu 9 November 2025.

Pelaku diduga datang secara tiba-tiba, lalu menarik korban masuk ke dalam kamar kos tersebut. Setelah mengunci pintu kamar dan mengantongi kunci, pelaku diduga melakukan tindakan persetubuhan secara paksa terhadap korban.

Akibat kejadian tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian untuk diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo. Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, serta/atau Pasal 6 huruf c jo. Pasal 15 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Polres Kolaka menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual terhadap anak demi memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban.(Amin)*

Polda Sultra Jemput Keluhan Warga Korumba, Premanisme dan Coffee Shop Jadi Sorotan

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sultra menggelar Jumat Curhat yang bertempat di Kantor Lurah Korumba, Jumat 7 November 2025, yang dipimpin Wadir Pam Obvit AKBP Darmono, didampingi Wadir Polairud AKBP Dodik Tatok Subiantoro, S.I.K serta Kabag Bin Ops Dit Binmas AKBP Selphanus Eko Widi Nugroho, Amd. Par., S.M., M.M.

Jumat Curhat turut dihadiri Lurah Korumba Harun Barlian, S.Si, Ketua RT se Kelurahan Korumba serta warga Korumba.

Sebagai Lurah, Harun menyampaikan yang menjadi atensi di wilayahnya khususnya sekitaran exMTQ, dimana saat ini premanisme menjadi persoalan umum terutama yang memungut retribusi secara paksa kepada para pedagang UMKM.

“Terimakasih kepada petugas kepolisian, kami sangat apresiasi beberapa waktu lalu ada penangkapan preman di MTQ yang pungut retribusi kepada para pedagang UMKM, ” ungkap Harun.

Selain permasalahan premanisme, Pak Lurah juga menyampaikan bahwa di wilayahnya masih banyak penyalahgunaan narkotika dengan aksi tempel-tempel shabu di kursi trotoar yang dilakukan sekitar pukul 03.00 Wita dinihari.

Selain itu, Ketua RT 1 Kelurahan Korumba, Agrimin menyampaikan keluhannya terkait dengan Coffee Shop yang beraktivitas hingga dinihari yang sangat menggangu warga di wilayahnya. Ia mengeluhkan bahwa bila ada even di coffee shop tersebut tidak ada surat pemberitahuan kepada RT setempat.

Menanggapi keluhan dan curhatan warga, AKBP Darmono mengapresiasi dan akan mengatensi apa yang menjadi masalah dan situasi serta kondisi yang disampaikan oleh warga Korumba.

“Bila ada permasalahan agar segera mengontak Bhabinkamtibmas yang Aktif Dan responsif terhadap permasalahan warga, Karena Bhabinkamtibmas adalah leading sector sebagai penyambung antara masyarakat dan kepolisian hingga pemerintah,” ungkap AKBP Darmono.*

Kunjungi Sekolah Rakyat di Buteng, Kapolda Sultra Motivasi Anak-Anak untuk Raih Cita-Cita Tinggi

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Kamis (6/11/2025). Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sultra hadir bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Bupati Buton Tengah Azhari, Kapolres Buton Tengah AKBP Wahyu Adi Waluyo, S.I.K.

Kehadiran rombongan Kapolda disambut hangat oleh para guru dan siswa Sekolah Rakyat. Di hadapan puluhan anak-anak, Irjen Didik Agung Widjanarko memberikan semangat dan motivasi agar mereka tidak menyerah dalam menuntut ilmu meski dengan segala keterbatasan.

“Anak-anakku harus tetap semangat belajar. Jangan pernah takut bermimpi. Sekolah adalah jalan untuk mengubah masa depan dan membanggakan orang tua,” pesan Kapolda dengan penuh haru.

Kapolda Sultra juga menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia, termasuk lewat dukungan terhadap pendidikan di daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala mengapresiasi langkah Kapolda yang turut memperhatikan sektor pendidikan. Menurutnya, perhatian seperti ini mampu menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri anak-anak di wilayah terpencil.

Bupati Buton Tengah Azhari menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kapolda dan jajaran terhadap masyarakat Buteng. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian terus terjalin untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Melalui kunjungan tersebut, Kapolda Sultra berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi tempat lahirnya generasi cerdas, berkarakter, dan cinta Tanah Air.*

Polda Sultra Ajak Ojol Pengemudi Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa bersama komunitas ojek online (Ojol) Kota Kendari, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Sekretariat Komunitas Ojol Kota Kendari tersebut dimulai pukul 09.30 Wita dan dihadiri oleh personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sultra, antara lain Kompol Arie Sumarni, AKP Izak, S.H., M.H., AKP Suhermin, dan Bripka Igna Arya Angga Putra Raharja, S.Sos.

Melalui kegiatan ini, personel Ditlantas Polda Sultra memberikan sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan kesadaran akan peran pengendara dalam menciptakan lingkungan jalan yang aman dan nyaman.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pengemudi Ojol agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kami juga menyampaikan pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi,” ujar Kompol Arie Sumarni dalam kegiatan tersebut.

Selain mendengarkan materi sosialisasi, para pengemudi Ojol juga menyampaikan beberapa permasalahan yang sering mereka hadapi di lapangan. Di antaranya:

1. Penutupan U-turn di depan SMAN 5 Kendari yang dinilai memicu pelanggaran arus lalu lintas.

2. Permintaan agar U-turn di depan Bank BCA dan Hotel Puri Wua-wua segera ditutup karena kerap menyebabkan pelanggaran.

3. Keluhan mengenai kendaraan yang parkir di badan jalan depan Puskesmas Lepo-lepo yang menyebabkan kemacetan, khususnya di depan SDN 2 Kendari.

4. Permintaan agar kepolisian lebih sering melakukan patroli di kawasan jalan baru yang kerap menjadi lokasi balapan liar dan tindak kriminalitas.

Pihak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sultra menyambut baik semua masukan dan aspirasi tersebut untuk diteruskan kepada pihak terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Kegiatan Polantas Menyapa berjalan lancar dan penuh keakraban. Diharapkan, kegiatan ini semakin mempererat sinergitas antara kepolisian dan komunitas pengemudi ojek online dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas di Kota Kendari.*

Kapolri: Wujudkan Generasi Emas di SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau SMP Kemala Bhayangkari di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Hal sebagaimana mengawal dan mendukung visi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Adanya SMP Kemala Bhayangkari ini untuk mewujudkan generasi emas sesuai visi Presiden Prabowo Subianto,” kata Sigit, Jumat (7/11/2025).

Dalam kunjungannya, Sigit melakukan peninjauan aktivitas belajar di ruang kelas SMP Kemala Bhayangkari serta menyaksikan para murid menerima program MBG.

Pada kesempatan ini, dilakukan juga penyerahan paket alat tulis kepada para siswa berisi buku gambar, buku tilis, penggaris, bolpoint, pensil, penghapus, dan stabilo.

SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat surat rekomendari dari Dinas Pendidikan Kebudayaan tentang sekolah layak untuk kegiatan belajar mengajar di gedung baru tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan sekolah ini yakni penguatan karakter kebhayangkaraan, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan murid.

Total ada 5 tenaga kependidikan dan 11 tenaga pendidik di SMP Kemala Bhayangkari ini. Tiap kelas nantinya terdiri dari 32 siswa. SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat berbagai sertifikat yakni Sertifikat Penghargaan Sekolah Sehat Stratifikasi Standar, Sertifikat Laik Operasi Instalasi Kelistrikan.

Sertifikat Sekolah Ramah Anak, Sertifikat Sekolah Unggul, Sertifikat Adiwiyata Teks, Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan, Sertifikat Pengelolaan UKS, Sertifikat Gerakan Pramuka, Sertifikat Kelayakan Air Tanah oleh PDAM, Sertifikat telah dilakukannya Sosialisasi dan Simulasi Bencana dari BPBD, Sertifikat Penghargaan Prestasi Siswa.

Sigit hadir didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Juliati Sigit Prabowo.*

Empat Rumah Berbahan Kayu Hangus Terbakar di Kolut

0

KENDARIKINI.COM — Kebakaran hebat melanda Dusun 1, Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, pada Minggu 9 Oktober 2025 sekitar pukul 07.30 WITA.

Empat unit rumah warga dilaporkan terbakar akibat dugaan korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Kolaka Utara AIPDA Ahmad Syaiful mengatakan api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah milik Nurgana (58).

“Awalnya api berasal dari rumah saudari Nurgana pada bagian dapur yang diperkirakan adanya aliran listrik koslet,” kata Ahmad Syaiful.

Lanjut, kata dia, diduga, kebakaran dipicu oleh arus listrik yang korslet, yang kemudian menyambar tabung gas hingga meledak dan memperbesar kobaran api.

Ia menjelaskan karena posisi rumah saling berdempetan dan sebagian besar terbuat dari papan kayu, api dengan cepat menjalar ke rumah di sekitarnya.

Kebakaran ini menghanguskan empat rumah warga di Dusun 1 Desa Lelewawo. Warga bernama Nurgana mengalami kerugian rumah beserta isinya, termasuk emas seberat 60 gram (lima cincin, satu kalung, dua gelang). Total kerugian diperkirakan mencapai Rp350 juta rupiah.

Agung, kehilangan rumah, satu karung cengkeh, serta emas 5 gram. Kerugian ditaksir sekitar Rp400 juta.Germini, mengalami kerusakan pada dinding samping rumah dengan kerugian sekitar Rp40 juta.

Jailuddin, kehilangan sebagian rumah serta peralatan kerja, dengan kerugian sekitar Rp15 juta.

Ahmad Syaiful menambahkan adapun total kerugian secara keseluruhan dari peristiwa kebakaran ini mencapai sekitar Rp805 juta rupiah.

Api berhasil dipadamkan setelah aparat Polsek Batu Putih, dibantu tim pemadam kebakaran dan warga setempat, melakukan upaya pemadaman dan pembersihan di lokasi kejadian.(Amin)*

Titiek Soeharto Salut Sama SPPG Polri Higienis dan Bisa Dijadikan Contoh

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) terkesan dengan SPPG Polri di Karanganyar. Titiek memuji kebersihan dapur MBG tersebut.
“Saya salut kebersihannya luar biasa ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis,” ujar Titiek, setelah meninjau SPPG YKB Polres Karanganyar, Jumat (7/11/2025).

Titek menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting di seluruh SPPG. Dia juga memuji kebersihan proses pencucian ompreng bisa jadi standar bagi dapur MBG lainnya.

“Kebersihannya juga pencucian piring ompreng bisa jadi standar. Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. ‘Bangga saya punya SPPG, ‘Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak’. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain,” sambungnya.

Dalam peninjauannya, Titiek juga memastikan apakah SPPG YKB Polres Karanganyar ini sudah menyerap produksi pangan warga sekitar. Dari informasi yang dia dapat, SPPG Polri di Karanganyar turut melibatkan warga sekitar.

“Ternyata tadi dapat laporan bahwa bahan bakunya diambil dari masyarakat atau UMKM di sekitar sini,” terangnya.

SPPG ini dibangun dengan pengawasan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto. MBG ini akan diserahkan ke 4 ribu siswa pada 16 sekolah mencakup jenjang dari PAUD hingga SMA dia wilayah Karanganyar.

Uji coba SPPG ini sudah dilakukan sejak 30 September dengan melayani 500 porsi. Kemudian uji coba dilakukan 3 dan 8 Oktober dengan jumlah 1.750 porsi.

Pembuatan makanan dilakukan proses pemilihan dan pembelian bahan mentah yang diawasi oleh Pengurus Bhayangkari Karanganyar. Penerimaan bahan mentah selalu dicek ulang kuantitas dan kualitasnya agar sesuai kriteria.

Kebersihan tempat makan dan proses pengolahan bahan makanan juga diawasi oleh Tenaga Ahli Gizi. Termasuk proses loading dan pengantaran makanan diawasi ketat oleh pengawas SPPG.

Makanan yang sudah sampai sekolah juga dicoba dulu oleh guru untuk memastikan makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Limbah hasil produksi makanan diolah dengan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan SPPG Polri menekankan zero accident. Kapolri dan rombongan melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan food security.

“Ibu Titiek juga berkenan untuk mengecek langsung SPPG Polri di Karanganyar mulai dari saat barang tiba, kemudian proses pemisahan penyimpanan, sampai juga terkait pada saat masak, kemudian juga pada saat akan didistribusikan,” ujar Jenderal Sigit di SPPG YKB Polres Karanganyar.

Jenderal Sigit dan Titiek juga melihat pengelolaan IPAL terkait sampah hasil MBG yang tak dimakan.

“Termasuk pembersihan dan juga sterilisasi sehingga harapan kita terkait SPPG Polri ini betul-betul bisa zero accident dan ini menjadi perhatian besar dari Bapak Presiden yang harus kita jaga,” jelasnya.*

Kompolnas Beri Apresiasi Kerja Sama Polri-KontraS Ungkap Kasus Orang Hilang dan Penemuan Kerangka Manusia

0

KENDARIKINI.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kerja sama Polri dan Kontras dalam mengungkap kasus orang hilang dan kasus penemuan kerangka manusia di gedung Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar pada akhir Agustus 2025.

Kompolnas mengapresiasi kepolisian dan Kontras yang saling berbagi informasi mengenai orang hilang.

“Kami dari kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama Polda Metro Jaya dan kontras, sehingga tahapan-tahapan untuk memastikan pencarian orang hilang itu ada,” ujar Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam, dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).

Ia mengapresiasi kerjasama antara institusi kepolisian dan kelompok masyarakat sipil Kontras, maupun kerja sama dengan lembaga Kompolnas dan Komnas HAM. Sebab menurutnya dalam menangani kasus orang hilang, kerja sama merupakan kata kunci untuk menemukan orang hilang.

Kompolnas mengapresiasi tindakan Polda Metro Jaya yang berkoordinasi dan berbagi informasi dengan pihak Kontras dalam mengungkap kasus orang hilang dan temuan kerangka manusia tersebut, misalnya saling berbagi informasi kesaksian, informasi rekam jejak digital, melakukan pertemuan terkait kasus tersebut dan lainnya. Menurut Anam, proses tersebut merupakan proses yang akuntabel dan transparan.

“Kalau tadi diterangkan oleh Polda Metro Jaya oleh pak Wadir, sekian kali bertemu, sekian kali koordinasi, sekian kali berbagi informasi, termasuk juga informasi kesaksian, termasuk juga informasi rekam jejak digital dan sebagainya, sehingga itu menunjukkan suatu proses, menurut kami ketika kami sebagai lembaga pengawas kepolisian, prosesnya menjadi proses akuntabel,” jelas Komisioner Anam.

Kompolnas mengaku pihaknya juga berkoordinasi dengan tim penyidik dan Kontras untuk memastikan proses yang dilakukan Polda Metro Jaya berjalan maksimal dan sesuai aturan. Ia mengapresiasi kedua pihak yang saling berbagi informasi dan jejak digital yang berkontribusi dalam mengungkap pencarian orang hilang.

“Kami juga berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya, kami juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rekan-rekan Kontras untuk memastikan bahwa proses yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, berjalan maksimal dan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Berbagi informasi dan sebagainya, digital dan sebagainya, itu yang menurut kami menjadi penting dalam catatan dalam sejarah pencarian orang hilang, sekali lagi tidak banyak ya di dalam sejarah dunia, kerja sama baik,” terang Komisioner Anam.

Komisioner Anam mengaku tahu persis bagaimana proses pencarian orang hilang usai kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu. Ia pun mengonfirmasi kembali hasil identifikasi temuan kerangka manusia setelah menerima informasi dari tim forensik.

“Kami tahu persis bagaimana proses pencarian orang hilang ini, sampai beberapa hari yang lalu kami mendapatkan informasi diketemukannya kerangka dan kami konfirmasi kembali kemarin, sekarang kita presscon dan sudah diumumkan hasil dari Puslabfor,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi adanya kepastian atas teridentifikasinya hasil DNA kerangka manusia di gedung yang terbakar di Kwitang tersebut. Menurutnya hal ini memberikan kepastian bagi pihak keluarga.

“Seperti tadi yang dipertegas sama pak Wadir Reskrimum, bahwa kasus ini apa namanya masih menjadi perhatian, tapi momen saat ini yang paling penting adalah, kepastian bahwa orang yang belum diketemukan saat ini ditemukan, kepastian orang yang dinyatakan hilang saat ini sudah dinyatakan ketemu, dan ini yang paling penting,” paparnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo yang kerangkanya ditemukan di gedung Kwitang yang terbakar. Kompolnas juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Ayo kita bersama-sama mendoakan keluarganya tabah dan almarhum juga mendapat tempat yang terbaik,” ujarnya.

Diketahui, polisi mengumumkan hasil tes DNA terhadap dua kerangka yang ditemukan dalam gedung di Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar pada akhir Agustus lalu. Polisi mengatakan dua kerangka itu identik dengan DNA dari dua keluarga orang yang hilang.

Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan kerangka itu diterima dalam dua kantong jenazah, yakni kantong jenazah 0080 dan 0081.

Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap gigi dan sampel DNA. Hasilnya, kerangka itu identik dengan sampel keluarga dari dua orang yang hilang, yakni M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.*

Dialog Merajut Pangan Bumi Gora, BGN Soroti Masalah Gizi dan Solusi Nyata

0

KENDARIKINI.COM – Program ketahanan pangan bukan lagi sekadar jargon pemerintah. Dalam dialog interaktif Merajut Pangan Bumi Gora yang tayang di RRI Mataram, Jumat (7/11/2025), Sekretarid Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., memaparkan bagaimana dapur makan bergizi gratis (MBG), dapat menjadi “mesin perubahan” untuk kualitas SDM Indonesia.

Tema dialog kali ini, “Inspirasi Ketahanan Pangan dari Dapur Makan Bergizi Gratis”, mengupas bagaimana pangan lokal dan pemberdayaan petani, dapat terhubung langsung dengan upaya menekan angka stunting, meningkatkan akses pangan bergizi, dan mendongkrak ekonomi NTB.

Dalam penjelasannya, Kombes Lalu Iwan menegaskan jika ketahanan pangan sebagai kunci masa depan Indonesia. Bukan hanya tentang “pangan tersedia”, tetapi bagaimana masyarakat mudah mendapatkan, mampu membeli, serta bisa memanfaatkannya menjadi asupan sehat setiap hari.

“Ketahanan pangan itu bukan semata ketersediaan. Ada akses, ada pemanfaatan, ada stabilitas harga. Itu semua saling berkaitan,” jelasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut empat indikator utama, di antaranya supply cukup dan beragam, akses fisik dan harga yang terjangkau, konsumsi aman dan bergizi, dan stabilitas pasokan dari waktu ke waktu.

“Konsep tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, dan Perpres 66 Tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan Nasional,” tandasnya.

Menurut Perwira Menengah (Pamen) Polri melati tiga itu, pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai program nasional karena beberapa alasan strategis, di antaranya menjamin kesejahteraan rakyat, mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, mengantisipasi krisis global dan iklim, menjaga stabilitas sosial-politik, serta menguatkan kemandirian pangan berbasis komoditas lokal.

“Program seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG, diversifikasi pangan, penguatan cadangan nasional, hingga sinergi lintas kementerian menjadi langkah konkret yang kini berjalan,” bebernya.

Ketahanan pangan, kata Kombes Lalu Iwan, harus dipandang dari kebutuhan gizi kelompok rentan seperti bayi, balita, remaja, dan anak sekolah.

Ia menyinggung masalah gizi Indonesia yang masih berlapis seperti kasus stunting, wasting, anemia remaja putri, obesitas, dan akses pangan tidak merata di wilayah 3T.

“Kalau satu pilar ketahanan pangan lemah, maka risiko gizi buruk meningkat. Dampaknya langsung ke produktivitas dan daya saing bangsa,” tegasnya.

Dalam dialog interaktif itu, Kombes Iwan juga menyoroti NTB sebagai daerah dengan potensi pangan lokal yang sangat kuat. Menurutnya, NTB telah menjadi contoh bagaimana petani lokal, UMKM, BUMDes, hingga koperasi dapat terhubung langsung dengan dapur Program MBG.

Pun, komoditas seperti jagung, sayuran hijau, ikan, telur, hingga sorgum dan buah lokal kini menjadi bahan baku menu harian MBG.

“Dengan memanfaatkan hasil bumi lokal, rantai pasok menjadi pendek dan manfaat ekonominya langsung dirasakan petani,” jelasnya.

Disebutkan, di berbagai kabupaten peningkatan produksi pangan lokal juga berdampak pada perbaikan gizi masyarakat. Kombes Lalu Iwan menggambarkan jika program MBG, menjadi penghubung antara produksi petani dan kebutuhan gizi masyarakat.

“Petani tidak perlu cemas soal pemasaran. Semua bisa terserap dapur MBG. Rantai pasok yang sebelumnya panjang jadi pendek. Efisien dan stabil,” ungkapnya.

Kombes Lalu Iwan juga menyebut jika dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini menjadi pusat distribusi bahan pangan lokal, yang langsung diolah sebagai menu bergizi harian.

“Kami optimistis, selama transformasi pangan dan integrasi program gizi berjalan masif, insya Allah, NTB bisa keluar dari persoalan ini,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Kombes Iwan juga memaparkan langkah-langkah strategis BGN, di antaranya kebijakan, sinkronisasi regulasi nasional, standar gizi nasional, dan mendorong MBG sebagai intervensi gizi lintas sektor.

“Jadi, BGN tidak lagi hanya membuat kebijakan, tapi turun langsung memastikan implementasi berjalan,” tegasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut sejumlah capaian di NTB dari adanya program MBG, di antaranya terdapat 226.735 penerima manfaat MBG hingga Juli 2025, terbangunnya SPPG dan dapur sehat, pelatihan “penjamah makanan” untuk 750 pengelola dapur, sosialisasi MBG di berbagai kabupaten/kota, dan keterlibatan 21 UMKM, 7 CV, 38 yayasan, dan 328 supplier lokal.

“BGN ingin memastikan pangan bergizi tersedia, higienis, dan aman. Bukan hanya sekadar ‘makan’ tetapi benar-benar ‘bergizi’,” katanya.

Kombes Iwan menutup dialog dengan menegaskan prioritas BGN, seperti penurunan stunting dan malnutrisi, penguatan ketahanan pangan bergizi,medukasi gizi di keluarga, sekolah, dan komunitas, sistem data dan monitoring terpadu, dan kolaborasi semua sektor terkait.

“Ketahanan pangan dan ketahanan gizi itu fondasi Indonesia emas. Jika gizinya kuat, SDM-nya kuat,” tutupnya.*

Polda Sultra Salurkan Bansos bagi Warga Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di seputaran Kota Kendari, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra, Kompol Sri Endang Fajar Ningsih, S.I.K., M.H., bersama personel Sie BPKB Subdit Regident. Aksi sosial dimulai sekitar pukul 13.00 Wita dan berjalan dengan tertib serta lancar.

Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sultra membagikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polantas di tengah masyarakat.

> “Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial kepada warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat,” ujar Kompol Sri Endang Fajar Ningsih di sela kegiatan.

Warga penerima bantuan tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Ditlantas Polda Sultra. Mereka berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara rutin karena sangat membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Kendari.

Kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu program rutin Ditlantas Polda Sultra yang tidak hanya berfokus pada tugas lalu lintas, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan antara personel kepolisian dan warga setempat.*

Dua Pria di Mubar Dipolisikan Gegara Dugaan Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur

0

KENDARIKINI.COM — Dua pria dewasa berinisial AR dan LR dilaporkan ke kantor polisi setelah diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial SN dari Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat.

Kasus ini dilaporkan oleh ibu kandung korban, WN, pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 17.00 WITA di Polsek Kusambi. Laporan tersebut telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/33/XI/2025/SPKT/Polsek Kusambi/Polres Muna/Polda Sultra.

Dugaan tindak pidana tersebut pertama kali terjadi pada Agustus 2024, ketika pria berinisial LR diduga menyetubuhi korban di rumah korban di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat.

Kasi Humas Polres Muna IPTU Jufri mengatakan perbuatan serupa kemudian kembali dilakukan oleh pria berinisial AR pada Agustus 2025, dan terakhir kali diduga terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 12.30 WITA, di sebuah rumah kosong di desa yang sama.

“Saudara AR kemudian menyetubuhi saudari SN awalnya pada sekitar bulan Agustus 2025 dan terakhir saudara AR menyetubuhi korban yaitu pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025 jam 12.30 WITA,” kata Jufri, Minggu 9 November 2025.

Ibu korban mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat keterangan langsung dari korban dan keluarga yang menyebutkan bahwa kedua terduga pelaku diduga telah beberapa kali melakukan perbuatan tersebut.

Jufri menambahkan merasa keberatan dan ingin menegakkan keadilan bagi anaknya, ibu korban kemudian melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Jufri menyatakan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius dan akan ditangani secara profesional serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan cepat, perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(Amin)*

Kapolri Kunjungi Korban Ledakan

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Listyo datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro.

Ketiganya juga sempat menerima paparan singkat di posko layanan trauma dan healing dari Psikologi Kepolisian. Tak lama, Listyo dan jajarannya memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menemui langsung para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara.

Data sementara dari posko pelayanan di RSI Cempaka Putih Jakarta, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB dini hari.

Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di IGD, sementara 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

Diketahui, korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan medis di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/11/2025).

Sementara, 25 pasien diperbolehkan pulang. Pantauan SindoNews, sejumlah psikolog kepolisian dan petugas berjaga di posko pelayanan trauma healing yang didirikan di rumah sakit tersebut. Data sementara dari posko pelayanan ini, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB.

Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mendirikan posko pelayanan trauma dan healing di dua rumah sakit pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).*

Dirlantas Polda Sultra Buka Lomba Kreativitas Anak di HUT ke 6 SALUD, Upaya Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini

0

KENDARIKINI.COM — Suasana ceria dan penuh warna memenuhi Atrium The Park Kendari, Sabtu (8/11/2025), saat berlangsung Lomba Kreativitas Anak yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Sahabat Lalu Lintas untuk Dunia Pendidikan (SALUD) Sulawesi Tenggara).

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra melalui Subdit Kamsel ini bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti PT Jasa Raharja, BPMP Sultra, BPTD, dan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, dalam upaya menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kreatif.

Acara dibuka secara resmi oleh Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si, yang hadir bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sultra (Bunda PAUD Sultra), Ketua TP-PKK Kota Kendari (Bunda PAUD Kota Kendari), serta sejumlah pejabat dan tokoh daerah lainnya. Dalam sambutannya, Dirlantas menyampaikan apresiasi kepada SALUD atas kontribusinya terhadap pendidikan karakter dan keselamatan di jalan raya.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini,” ujar Dirlantas Polda Sultra saat membuka acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Penggerak SALUD Sultra, sambutan dari Kepala Balai Mutu Pendidikan Sultra, dan perwakilan PT Jasa Raharja, dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas usia SALUD yang memasuki tahun keenam.

Lomba Kreativitas Anak Sultra 2025 diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai TK dan PAUD di Kota Kendari, dengan tema “Anak Cinta Lalu Lintas, Indonesia Tertib dan Aman.” Para peserta menampilkan karya seni dan pertunjukan yang sarat pesan keselamatan.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sultra menuturkan bahwa kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari guru dan orang tua peserta.

“Kami bersyukur kegiatan ini berlangsung sukses. Antusiasme anak-anak sangat tinggi, dan semoga nilai-nilai tertib lalu lintas dapat mereka terapkan di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.*

Polda Sultra Masifkan Patroli Malam Minggu, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamseltibcar

0

KENDARIKINI.COM — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara kembali melaksanakan patroli malam minggu dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu malam (8/11/2025) pukul 22.00 WITA, dipimpin langsung oleh Kasat PJR Kompol Tiswan, S.H., M.H. bersama personel gabungan dari unit Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sultra.

Patroli ini difokuskan pada pengawasan titik-titik rawan balap liar dan pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi pada malam akhir pekan. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan situasi arus lalu lintas tetap kondusif.

Kasat PJR Kompol Tiswan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Ditlantas dalam menekan potensi pelanggaran serta menciptakan situasi lalu lintas yang tertib dan aman.

> “Kami melaksanakan patroli malam minggu secara rutin sebagai upaya antisipasi aksi balap liar dan pelanggaran lalu lintas lainnya. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan efek jera serta rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, total personel yang terlibat sebanyak 11 orang, dengan rincian 9 personel hadir, 1 personel dinas (Bripka Bubun), dan 1 personel tidak hadir karena tugas keluarga (Bripka Igna).

Selama pelaksanaan patroli, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aktivitas balap liar maupun pelanggaran menonjol di sepanjang rute patroli.

Kegiatan patroli malam minggu ini menjadi bentuk nyata komitmen Ditlantas Polda Sultra dalam menjaga stabilitas keamanan berlalu lintas, khususnya pada waktu rawan pelanggaran di malam akhir pekan.

Dengan patroli rutin, diharapkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta lingkungan jalan yang aman bagi semua pengguna.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti