Senin, November 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 198

Nelayan di Buteng Diamankan Polisi Gegara Kasus Penganiayaan

KENDARIKINI.COM – Seorang pria asal Kabupaten Buton Tengah diamankan aparat kepolisian atas dugaan tindak pidana penganiayaan, Minggu 8 Juni 2025.

Pria tersebut berinisial JK (25) diketahui bekerja sebagai nelayan. Terduga pelaku berhasil diamankan di Desa Dahiango, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah sekitar pukul 12.30 WITA.

Kapolres Buton Tengah AKBP Wahyu Adi Waluyo melalu Kasi Humas IPTU Thamrin, mengatakan dari keterangan korban inisial AL (30) penganiayaan ini bermula pada Sabtu 7 Juni 2025 sore saat pelaku dan korban pergi mengambil minuman alkohol tradisional jenis konau.

Setelah itu, terduga pelaku dan korban mengonsumsi minuman tradisional ini secara bersama-sama. Disaat itu pula keduanya melanjutkan dengan meminum alkohol jenis arak diiringi alunan musik.

Saat hendak meminum arak, korban tidak sengaja menyenggol terduga sehingga membuat alkohol tumpah mengenai bagian muka dan hidung terduga pelaku.

“Saat itu JK hendak meminum alkohol jenis arak yang mana saat hendak minum JK di senggol dengan AL yang membuat minuman tumpah di sekitar muka dan hidung JK,” katanya.

Hal tersebut membuat terduga pelaku tersulut emosi dan gelas yang dipakai untuk meminum alkohol digunakan untuk memukul bagian kepala korban hingga sampai bersimbah darah.

“Akibat dari hal tersebut JK langsung emosi kemudian gelas yang dipakai untuk minum langsung di pukulkan ke kepala bagian belakang AL yang berakibat kepala AL mengalami luka dan berdarah,” ujarnya.

Selain itu, korban hendak membalas, namun berhasil dihentikan oleh warga yang berada di lokasi kejadian.

Akan hal tersebut, korban merasa keberatan dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mawasangka untuk proses lebih lanjut.

Usai melayangkan laporan, aparat kepolisian segera mengamankan terduga pelaku dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah berhasil diamankan, pelaku JK (25) langsung dibawa ke Polsek Mawasangka dan diserahkan ke penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.*

Pengemudi Motor di Kolut Tewas Usai Bertabrakan dengan Mobil Truk

KENDARIKINI.COM – Seorang remaja yang mengemudikan sepeda motor Yamaha Nmax tewas akibat bertabrakan dengan mobil light truk di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 4 Juni 2025.

Remaja tersebut bernama Muhammad Nabil A. Khana (18) yang berdomisili Desa Tojabi, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi di Trans Sulawesi, Desa Puncak Monapa, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

Saat dikonfirmasi media ini, Kasubsi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Media (PIDM) dari Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Kolaka Utara, AIPDA Ahmad Syaiful membenarkan peristiwa tersebut.

“Terjadi kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan meninggal dunia di Jalan Trans Sulawesi Desa Puncak Monapa, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu 4 Juni 2025.

Peristiwa ini bermula saat pengemudi mobil light truk bernama Firman (31) melaju dari Desa Puncak Monapa menuju Kecamatan Lasusua melewati jalur yang menanjak.

Dari hasil interogasi lebih lanjut, Firman melihat sepeda motor Yamaha Nmax dalam posisi jalur menurun yang berada di tengah ruas jalan.

Disaat yang sama, Firman membunyikan klakson dan melihat korban mengendarai motor yang diduga dalam keadaan tidur. Firman berusaha menghindar, namun ban mobil berada di pinggir aspal sehingga menabrak motor korban.

“Kemudian membunyikan klakson dan melihat pengendara sepeda motor diduga tertidur saat berkendara sehingga sopir mobil truck berusaha menghindar ke sisi kiri namun posisi ban belakang sudah dipinggir aspal dan sepeda motor menabrak mobil kemudian melihat pengendara sepeda motor berlumuran darah dan tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Ahmad Syaiful menambahkan kecelakaan tersebut diduga disebabkan karena korban berkendara dalam kondisi mengantuk.

“Kalau berdasarkan keterangan dari sopir truck dan olah TKP dari satlantas diduga karna mengantuk saat berkendara karna di klakson tapi pengendara motor tidak mengindahkan makanya ke jalur mobil yang sudah kepinggir jalan tapi tetap saja motor tabrak mobil,” tambahnya.

Setelah terjadinya kecelakaan lalulintas masyarakat membawa korban ke BLUD Djafar Harun Kabupaten Kolaka Utara untuk dilakukan perawatan medis. Akan terapi, korban tidak dinyatakan tewas saat terjadi tabrakan.

Akan peristiwa ini, Polres Kolaka Utara menghimbau kepada kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara.

“Kami dari Satlantas Polres Kolaka Utara menghimbau untuk selalu tertib dan mematuhi peraturan lalulintas,” pungkasnya.(Amin)*

KUPP Molawe Salurkan Sepuluh Hewan Kurban untuk Masyarakat

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe menyerahkan sebanyak sepuluh ekor sapi di satu kelurahan dan lima desa yang berada di Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penyerahan ini langsung secara simbolis diserahkan Kepala KUPP Molawe, Capt. Marsri Tulak yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Kesyahbandaran KUPP Molawe, Capt. Sorindra kepada perwakilan desa maupun kelurahan.

Adapun rinciannya, lima ekor Kelurahan Molawe, satu ekor sapi Desa Mataiwoi, satu ekor sapi Desa Bandaeha, satu ekor sapi Desa Mowundo, satu ekor sapi Desa Awila, satu ekor sapi Desa Awila Puncak.

“Alhamdulillah dengan disalurkan ke masyarakat, kebutuhan masyarakat terpenuhi di hari besar umat Islam ini,” ujar Capt. Marsri Tulak, Senin (9/6/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, hewan kurban yang diserahkan sebagian besar merupakan bantuan dari mitra kerja KUPP Molawe wujud daripada kepedulian kepada masyarakat.

Dengan demikian, di momen Idul Adha 1446 H/2024 M ini, ia meyakini, bantuan hewan kurban tersebut, bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Terimakasih untuk semua pihak yang sudah berpartisipasi terutama para mitra kerja, sehingga di momen Idul Adha ini kita kembali berkurban untuk masyarakat,” pungkasnya.*

PT MS Laporkan Tiga Warga Lamoen Diduga Aktor Penyerangan Karyawan

KENDARIKINI.COM – PT Marketindo Selaras (MS), laporkan tiga masyarakat Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) di Polda Sultra.

Pelaporan ini, berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap karyawan inisial M yang tengah berpatroli, hingga mengalami luka parah, dan harus menjalani operasi, Jumat (6/6/2025) sore kemarin.

Legal PT MS, Purnomo yang dihubungi awak media ini mengatakan, perusahaan melaporkan tiga warga Desa Lamoen atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Yang dilaporkan yakni inisial TT, TS, TM.

Menurut Purnomo, TT dilaporkan ke polisi dengan dugaan penganiayaan serta provokator dibalik terjadinya tragedi penyerangan terhadap karyawan perusahaan PT MS.

Sementara dua orang lainnya, dilaporkan atas dugaan penganiayaan yang membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka parah yang dialaminya.

“Kami (perusahaan) telah melaporkan ke Polda Sultra hari ini, dan yang dilaporkan tiga orang masyarakat,” ungkap Purnomo.

Dalam kesempatan ini juga, Purnomo menceritakan kronologis sebenarnya, dan sekaligus membantah semua tudingan yang menyebut karyawan perusahaanlah yang melakukan penyerangan, dan membacok masyarakat.

Menurut dia, sebelum kejadian, kurang lebih enam orang karyawan, termaksud korban dugaan penganiayaan sedang melakukan patroli di lahan penanaman sawit perusahaan PT MS yang masuk di kawasan teritorial Desa Lamoen.

Tak berselang lama, tiba-tiba kelompok masyarakat yang berjumlah puluhan orang tersebut muncul menggunakan sepeda motor, dan berpapasan dengan karyawan yang tengah berpatroli.

Kedua kubu ini pun sempat beradu mulut, hingga pada akhirnya mereka menyerang karyawan. alih-alih menghindar, korban justru terjatuh dan tersungkur ke tanah.

“Itukan M (korban) menghindar, lari ke arah mobil, habis itu dia terjatuh. Begitu terjatuh dihantam mi pake kayu sama TT (terlapor), dan kemudian dua terlapor lainnya memarangi korban. Jadi korban alami luka di kepala, patah hidung, luka dibagian lutut kanan, dan tumit korban,” jelas Purnomo.

Tak berhenti disitu, meski korban sudah dalam kondisi luka parah, para terlapor ini masih terus menganiaya korban, bahkan salah satu dari terlapor ini sudah ancang-ancang mengayunkan parangnya ke arah kepala korban.

Namun untungnya, teman korban yang juga karyawan, langsung menghadang, dengan mengayunkan parangnya ke arah terlapor yang ingin menghabisi nyawa korban.

“Kalau tidak M (korban) bisa meninggal itu,” imbuh Purnomo.

Purnomo meminta, yang mesti dikejar pihak kepolisian yakni terlapor TT. Sebab, TT inilah yang diduga otak dibalik kasus penganiayaan, yang merancang terjadinya penyerangan terhadap karyawan PT MS.*

Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi, Fokus pada Optimalisasi Belanja Daerah dan Stabilitas Harga

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara rutin oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) setiap minggu. Rakor ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rakor yang dipimpin langsung oleh
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Pudji Ismartini, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Staf Ahli Menteri Pertanian Suwandi, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono.

Dari jajaran Pemprov Sultra, turut hadir perwakilan BPS, inspektorat dan dinas terkait lainnya

Dalam arahannya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam sebuah forum nasional yang membahas strategi penguatan fiskal dan pengendalian inflasi daerah. Salah satu poin penting dalam arahannya adalah dorongan kepada kepala daerah untuk memaksimalkan belanja daerah guna menggerakkan roda perekonomian dan menjaga pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri memberikan kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk kembali menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di hotel.

“Pak Menteri memberikan arahan, sebagaimana yang beliau juga sampaikan secara terbuka di media, bahwa silakan teman-teman kepala daerah—Gubernur, Bupati, Wali Kota—untuk dapat menyelenggarakan rapat dan pertemuan di hotel,” ujar Wamendagri.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut harus tetap dilakukan dengan memperhatikan beberapa catatan penting, yaitu urgensi, substansi, dan frekuensi kegiatan.

“Kalau tidak perlu, tidak usah dibuat perlu. Kalau tidak ada urgensinya, tidak usah diprioritaskan. Dan tentu, dari segi frekuensi juga harus dibatasi sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Wamendagri berharap kebijakan ini dapat menghidupkan kembali sektor perhotelan dan pariwisata yang sempat terdampak, sekaligus menjaga ekosistem ekonomi lokal tetap berputar.

“Yang penting adalah roda ekonomi di daerah berjalan. Kita ingin ekosistem perhotelan dan pariwisata kembali hidup, mengantisipasi dampak-dampak ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja dan lainnya,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Wamendagri meminta seluruh kepala daerah untuk menyesuaikan kebijakan tersebut dengan kondisi masing-masing daerah serta menggunakan data yang dimiliki untuk menetapkan prioritas secara tepat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Dr. Pudji Ismartini, memaparkan perkembangan inflasi nasional. Berdasarkan data historis periode 2021–2025, bulan Mei umumnya mengalami inflasi. Namun, tahun ini tercatat berbeda.

“Inflasi tertinggi pada bulan Mei terjadi di tahun 2022 sebesar 0,40 persen. Sementara, Mei 2025 justru mencatatkan deflasi sebesar 0,37 persen—angka terendah dalam lima tahun terakhir,” jelas Pudji.

Ia menyampaikan bahwa andil terbesar terhadap pergerakan inflasi selama bulan Mei umumnya berasal dari komponen inti. Namun, pada tahun 2022 dan 2023, komponen harga bergejolak atau volatile food mendominasi penyumbang inflasi.

Di bulan Mei 2025, inflasi masih dipengaruhi oleh komoditas-komoditas bergejolak seperti tomat, beras, dan timun. Sementara itu, dari sisi komponen inti, tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, dan kopi bubuk juga menjadi penyumbang inflasi.

Lebih lanjut, berdasarkan data SP2KP hingga 5 Juni 2025, Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Juni menunjukkan bahwa 12 provinsi mengalami kenaikan IPH, 1 provinsi stabil, dan 25 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan IPH di 12 provinsi tersebut didominasi oleh komoditas beras dan daging ayam ras.

Pudji menekankan pentingnya pengendalian harga pangan dan penguatan distribusi logistik daerah.

“Ketika komponen harga bergejolak mendominasi, itu berarti sistem distribusi dan pasokan belum stabil. Ini harus menjadi fokus kerja pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.

Wamendagri juga mengingatkan pentingnya optimalisasi ruang fiskal daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kepala daerah harus mampu mengelola belanja daerah secara efektif, berbasis data yang akurat.

“Kepala daerah perlu terus mendorong dan mengoptimalkan belanja daerah agar pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing dapat berjalan maksimal. Selain itu, pemerintah pusat membuka ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan masukan dan data-data strategis,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan sinergi antara pusat dan daerah dapat semakin solid dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.*

Musrenbang RPJMD Dibuka, Gubernur ASR Paparkan Program Prioritas Lima Tahun ke Depan

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Ir. Hugua (ASR-HUGUA) secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025–2029. Kegiatan yang dirangkaikan dengan ekspos 100 hari kerja ASR-HUGUA ini berlangsung di Hotel Azizah Syariah, Kota Kendari, pada Selasa, 10 Juni 2025.

Kepala Bappeda Sultra, J. Rober dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum penting dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025–2029, yang dirangkaikan dengan ekspose capaian 100 hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kedua agenda ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam mengakselerasi pembangunan di Sultra sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas jalannya pemerintahan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah, dengan memperhatikan aktivitas masyarakat dan dinamika pembangunan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah, guna mewujudkan pembangunan Sultra yang selaras, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur ASR menegaskan bahwa Musrenbang RPJMD Tahun 2025–2029 merupakan momentum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program prioritas pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen ini menjadi panduan utama dalam penyusunan APBD tahunan, sehingga harus memuat visi, misi, tujuan, serta sasaran yang jelas dan sejalan dengan janji politik serta aspirasi masyarakat. Gubernur menekankan bahwa seluruh anggaran pembangunan berasal dari masyarakat, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan.

Untuk itu, setiap program prioritas harus disusun berdasarkan pendekatan perencanaan yang komprehensif, baik dari sisi proses maupun substansi. Bappeda diminta untuk selektif dalam menyaring usulan dari perangkat daerah agar setiap program dapat saling bersinergi, menyelesaikan permasalahan masyarakat, dan memberikan efek berganda (multiplier effect), meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Gubernur ASR memaparkan bahwa program 100 hari kerja difokuskan pada empat sektor prioritas, yaitu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan agromaritim berbasis ketahanan pangan. Untuk mendukung capaian pembangunan jangka menengah, delapan program unggulan telah dijalankan, antara lain: Samudra, Mantu, Jamaah, Satria Kepulauan, Laris, Penggaris, Setara, dan Sportika. Semua program tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian tiga misi utama pembangunan Provinsi Sultra, yakni:

1. Mewujudkan masyarakat yang terjamin hak dan perlindungan sosialnya;
2. Menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian, maritim, serta dunia usaha; dan
3. Menguatkan birokrasi yang akuntabel, inovatif dan berintegritas Yang berpegang teguh pada nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan religius.

Misi pertama diwujudkan melalui program-program di sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam pendidikan, ASR telah meluncurkan program Penggaris (Perlengkapan Gratis untuk Siswa), pengembangan sekolah unggulan di SMA Negeri 1 Kendari, pemberian beasiswa daerah bagi pelajar dari seluruh kabupaten/kota, hingga revitalisasi asrama pelajar dan mahasiswa. Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi berhasil melaksanakan operasi aneurisma pertama di Sultra, memperkuat layanan Sultra Health Service (SHS) sebagai program asuransi kesehatan masyarakat dan peletakan batu pertama pembangunan tiga rumah sakit daerah di Kabupaten Buton Tengah, Konawe Kepulauan, dan Kolaka Timur. Proyek strategis ini turut melibatkan Menteri Kesehatan RI, yang menandakan dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan layanan kesehatan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Misi kedua ASR-HUGUA, yaitu menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian, maritim, serta dunia usaha, difokuskan pada penguatan infrastruktur dan sektor agromaritim sebagai fondasi ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengimplementasikan program strategis seperti JAMAAH untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan antarwilayah, pembukaan Terminal Tipe B Lacararia di Kolaka Utara, pembangunan dermaga, program mudik gratis, hingga perbaikan rumah korban gempa di Kolaka Timur. Selain itu, sertifikasi tanah gratis melalui program PTSL dan pengembangan kebijakan ekonomi biru memperkuat basis ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Peningkatan akses jalan provinsi untuk mendukung distribusi pangan, gerakan pangan murah, pasar tani, rehabilitasi lahan kritis, bantuan benih dan pupuk organik, serta penguatan Tempat Pelelangan Ikan di Kendari turut menjadi bagian dari agenda besar ini.

Pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Program MANTU (modal usaha untuk ibu-ibu). Kebijakan-kebijakan ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hingga April 2025, inflasi Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 1,71 persen, masih dalam batas aman target nasional sebesar 3 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah konkret yang dijalankan telah memberikan dampak langsung terhadap kestabilan harga, pengendalian inflasi, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Sementara itu, misi ketiga berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan. Gubernur ASR menekankan reformasi birokrasi melalui manajemen talenta ASN, sertifikasi kompetensi, dan seleksi PPPK untuk tenaga teknis, guru, serta tenaga kesehatan. Integritas birokrasi juga dikuatkan melalui penandatanganan pakta integritas oleh seluruh kepala perangkat daerah.

Dalam pemaparannya, Gubernur ASR menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan provinsi, menjadi prioritas. Hingga 2024, dari total 1.076,94 km jalan provinsi, sebanyak 66,57 persen sudah dalam kondisi baik. Targetnya, pada 2030 sebanyak 95 persen jalan provinsi berada dalam kondisi mantap dengan rata-rata peningkatan sepanjang 61 km per tahun.

Di sektor pendidikan, ASR-Hugua meluncurkan program beasiswa lima tahun bagi 1.000 siswa berprestasi dan kurang mampu, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Semua program pembangunan harus tersistematis dan berbasis kajian matang. Anggaran berasal dari rakyat, maka penggunaannya harus akuntabel dan berdampak langsung,” ujarnya

Di bidang kesehatan, fokus pembangunan diarahkan pada perluasan jaminan kesehatan, peningkatan layanan dasar, serta penanggulangan penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC, dan malaria, khususnya di wilayah terpencil.

Sementara itu, di sektor ketahanan pangan berbasis agromaritim, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menetapkan target strategis untuk mencapai swasembada pangan melalui pencetakan sawah baru seluas 6.750 hektar selama periode RPJMD 2025–2029.

Sebagai penutup, Gubernur ASR mengajak seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi dan menggali potensi daerah guna mengakselerasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilakukan secara kreatif, tidak monoton, dan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berdua berkomitmen untuk mendorong pembangunan yang adil dan berkelanjutan di semua sektor guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah,” pungkas Gubernur ASR dengan penuh semangat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri secara daring oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, Hadir pula Ketua DPRD Sultra, jajaran Forkopimda, Sekda Sultra, Bupati/Wali Kota se-Sultra atau perwakilannya, Kepala OPD Lingkup Pemprov Sultra, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.*

Gubernur Sultra Shalat Idul Adha dan Serahkan Hewan Kurban di Masjid Raya Al-Kautsar Kendari

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah / 2025 Masehi di Masjid Raya Al-Kautsar Kendari, pada Jumat, 10 Zulhijah 1446 H / 6 Juni 2025 M. Pelaksanaan shalat Idul Adha ini berlangsung khusyuk dan tertib, serta diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.

Turut hadir dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, anggota Forkopimda Provinsi, Danrem 143 Halu Oleo, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Danlanal Kendari, Ketua MUI Sultra, K.H. Djakri Nappu, serta para pimpinan lembaga/ormas Islam wilayah Sultra, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pejabat sipil, dan unsur TNI/Polri di lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya usai pelaksanaan shalat, Gubernur menyampaikan makna mendalam dari perayaan Hari Raya Idul Adha, yang tidak hanya memiliki dimensi ibadah ritual, tetapi juga sosial. Ibadah kurban, menurut beliau, merupakan manifestasi dari ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada perintah Allah SWT, sebagaimana diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

“Ibadah kurban adalah sarana pembersihan jiwa dari sifat kikir dan materialisme, sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan momentum Idul Adha sebagai ajakan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, menghilangkan ego sektoral, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan lintas agama, budaya, dan golongan demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Perbedaan agama, etnis, budaya, bahasa, maupun status sosial, termasuk perbedaan pendapat dan pandangan politik, tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Justru perbedaan ini harus menjadi kekuatan untuk kita terus bersatu, berkolaborasi, dan bergotong royong dalam membangun daerah,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengajak seluruh umat Islam di Sultra untuk mendoakan saudara-saudari yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar selalu diberi kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabruroh.

Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa seekor sapi kurban untuk Masjid Darul Mukhlisin di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat daerah, khususnya dalam momentum keagamaan seperti Hari Raya Idul Adha.

Selain itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra juga menyerahkan masing-masing hewan kurban untuk Masjid Raya Al-Kautsar Kendari. Penyerahan hewan kurban ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat, serta sebagai simbol kehadiran pemerintah daerah dalam momen-momen penting umat Islam.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, serta menjadi refleksi nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara senantiasa hadir bersama masyarakat dalam momen penting keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.*

Gubernur Sultra Hadiri Panen Raya Jagung Serentak

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal 2 yang digelar di Desa Lamong Jaya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi seluruh elemen untuk mendorong ketahanan pangan daerah dan mendukung swasembada pangan nasional.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Sultra, anggota Forkopimda Provinsi Sultra seperti Kapolda Sultra dan Wakapolda Sultra bersama jajarannya, Danrem 143 Halu Oleo, Kajati Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud, Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan, unsur Forkopimda Kabupaten Konawe Selatan, Kepala BPS Provinsi Sultra atau yang mewakili, Kepala OPD Lingkup Pemprov Sultra dan Pemerintah Kab. Konsel, Kepala BPSIP Sultra, Sek-camat Laeya, para petugas pertanian lapangan, serta para kepala desa se-Kecamatan Laeya.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan panen raya ini di tengah berbagai tantangan ketahanan pangan global, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta gejolak harga pangan dunia.

“Alhamdulillah, Sulawesi Tenggara tetap mampu meningkatkan produksi pertanian, tidak hanya pada komoditas padi, tetapi juga jagung. Ini merupakan bukti nyata bahwa kerja sama dan sinergi yang baik antara petani, TNI, Polri, dan pemerintah bisa membawa hasil yang luar biasa,” ujar Gubernur.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang tidak hanya penting sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga sebagai bahan baku industri, seperti pakan ternak, makanan, dan bioenergi. Oleh karena itu, peningkatan produksi jagung akan sangat berkontribusi pada ketahanan pangan, pengurangan impor, dan diversifikasi pangan nasional.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari keterlibatan banyak pihak.

“Mewujudkan swasembada pangan bukan hanya menjadi tugas Kementerian Pertanian atau OPD terkait di daerah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh penyelenggara negara, termasuk TNI dan Polri,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur secara khusus menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Polda Sultra, TNI, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, serta seluruh stakeholder atas peran aktif mereka dalam membina dan mendampingi para petani di lapangan.

Gubernur juga menekankan bahwa semangat swasembada pangan yang digaungkan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui 8 misi Astacita, harus diwujudkan bersama di daerah. Salah satu poin penting dalam misi tersebut adalah mendorong kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, air, dan ekonomi.

“Kami di Sulawesi Tenggara telah menyelaraskan visi pembangunan daerah 2025–2030 dengan visi Presiden, yaitu mewujudkan ‘Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius’, di mana sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah, agar Sulawesi Tenggara aman dan mandiri pangan,” jelasnya.

Ia pun menitipkan harapan kepada para kelompok tani dan seluruh pihak yang terlibat untuk terus menjaga semangat dan produktivitas dalam mendukung target produksi pangan daerah, baik padi, jagung, maupun komoditas lainnya. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

“Akhirnya, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan unsur pendamping lainnya. Semoga panen ini membawa berkah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani serta memperkuat ketahanan pangan di daerah kita,” tutup Gubernur.*

Sekda Sultra Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 pada Rabu, 5 Juni 2025, di Lapangan Eks MTQ Kendari. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas surat dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor UN.73/PPLH.SM/TU/SET.3.1/B/05/2025 tanggal 19 Mei 2025, terkait pelaksanaan Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Kerjasama Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., hadir dan memimpin langsung apel sekaligus membacakan sambutan resmi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam pidato yang dibacakan, Menteri Hanif menegaskan bahwa tema tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik”, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral dan seruan aksi nyata dalam menghadapi ancaman serius terhadap lingkungan hidup.

“Polusi plastik adalah bom waktu ekologis. Dari 400 juta ton plastik yang diproduksi setiap tahun di dunia, kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang. Sisanya mencemari tanah, sungai, laut, bahkan telah masuk dalam rantai makanan manusia,” demikian dibacakan Sekda Asrun Lio.

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan 56,6 juta ton sampah, dengan sekitar 10,8 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik. Ironisnya, hanya 39,01% yang terkelola secara layak.

Pemerintah pusat menargetkan 100% pengelolaan sampah nasional pada tahun 2029. Strategi ini ditempuh melalui pendekatan hulu dan hilir: dari pelarangan plastik sekali pakai dan impor scrap plastik, hingga pembangunan infrastruktur daur ulang serta pemberlakuan skema Extended Producer Responsibility (EPR) bagi produsen.

Dalam sambutan tersebut, Menteri juga menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil peran aktif dalam forum perundingan internasional INC-5.2 di Jenewa, untuk menyusun konvensi global yang mengikat secara hukum dalam mengatasi polusi plastik.

“Indonesia hadir bukan sebagai korban pencemaran global, tapi sebagai pemimpin solusi,” tegasnya.

Menteri juga mengajak para kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, untuk segera menerbitkan perda pelarangan plastik sekali pakai, membangun bank sampah lokal, dan menerapkan prinsip Zero Waste to Landfill.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para penerima Penghargaan Kalpataru 2025, yang disebut sebagai teladan sejati dalam menjaga kelestarian bumi.

Tak lupa, pesan khusus disampaikan kepada generasi muda—Gen Z dan Gen Alpha—untuk menjadi agen perubahan melalui gaya hidup minim plastik, membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja sendiri, dan aktif mengedukasi publik melalui media sosial.

“Setiap langkah kecil memilah sampah, menolak plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan — menciptakan gelombang perubahan besar,” pungkasnya.

Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Kendari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Bumi Anoa dan seluruh Nusantara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan OPD, komunitas lingkungan, dan unsur masyarakat lainnya.*

Pemprov Sultra Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara rutin oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) setiap minggu. Rakor ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Ponco Adi P., Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Staf Ahli Menteri Pertanian Suwandi, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, serta Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

Dari Sultra, hadir mengikuti rakor antara lain Sekda Sultra, Asisten II Setda, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kadis Perindag, Kadis ESDM, perwakilan Kadin, Bank Indonesia, dan OPD terkait lainnya.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir menekankan percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, seperti penyediaan lahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembentukan koperasi Merah Putih, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Sekolah Rakyat, dan Pembangunan SMA Unggulan Garuda (SUGAR).

“Pemda diminta menyediakan minimal tiga lokasi lahan untuk dapur umum MBG yang akan dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Lahan ini bisa berasal dari aset pemda atau desa,” ujar Tomsi. Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan penetapan Perkada tentang pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk mendukung percepatan pembangunan rumah rakyat.

Terkait koperasi Merah Putih, Tomsi menekankan bahwa legalitas koperasi menjadi syarat utama agar bisa memperoleh bantuan. “Koperasi tanpa akta notaris tidak akan diakui. Launching nasional koperasi ini dijadwalkan pada 12 Juli 2025,” tegasnya.

Selain membahas program prioritas, Rakor juga meninjau perkembangan inflasi nasional. Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi P., menyampaikan bahwa terjadi deflasi sebesar 0,37% pada Mei 2025. Inflasi tahunan juga tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 31 provinsi mengalami deflasi, sementara 7 provinsi tercatat mengalami inflasi.

Menurut Windhiarso, beberapa faktor yang memengaruhi harga komoditas sepanjang Mei antara lain meningkatnya harga bawang merah, realisasi impor bawang putih sebesar 29,16% dari total alokasi, penyesuaian harga BBM non subsidi, dan tren kenaikan harga emas dunia.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, juga memaparkan perkembangan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Sejumlah komoditas seperti ayam ras pedaging, kedelai lokal, dan gabah kering giling (GKG) tercatat berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), sedangkan bawang putih, daging kerbau impor, dan beberapa jenis beras berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan berbagai langkah, antara lain: pemantauan dan pengawasan harga, Gerakan Pangan Murah (GPM), fasilitasi distribusi pangan (FDP), pengadaan Kios Pangan, serta penyaluran bantuan pangan seperti SPHP beras dan jagung.

Rakor ini diakhiri dengan penegasan Sekjen Kemendagri agar seluruh kepala daerah aktif melakukan pemantauan harga langsung di lapangan. “Stabilitas harga bukan hasil kebetulan, tapi kerja bersama. Pemda harus terus aktif bergerak,” pungkas Tomsi.*

Gubernur Sultra Komandoi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Selasa (3/6/2025), dengan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul, sehat, dan berdaya saing.

Rapat penting ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Sultra, Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, instansi vertikal, perwakilan 17 kabupaten/kota, dan Tim Deputi dari Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI), yang dipimpin oleh Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Nyoto Suwigno, bersama rombongan terdiri dari Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN RI, Kolonel CBA Muhammad Rizal, Asisten Deputi Pengembangan Kementerian UMKM, Kapasitas Usaha Mikro, Muhammad Firdaus, Tenaga Ahli Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN RI, Kolonel INF. Andy Charman dan Samiran, Lasmi Purwanti selalu tenaga ahli madya Deputi V Kantor Staf Presiden

Selain itu, hadir pula perwakilan dari TNI, Polri, Kadin Sultra, BKKBN, Kemenag, dan berbagai pihak lintas sektor yang memiliki peran dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program nasional ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki tekad besar untuk menjadi contoh daerah yang sukses dalam menyelenggarakan program MBG, sekaligus menjadi pilot project kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa dirinya memimpin langsung pengawasan program ini karena melihat urgensi dan dampaknya terhadap masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan semata-mata urusan makan. Ini adalah upaya kita bersama untuk membangun generasi emas. Anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, semua adalah prioritas. Kita ingin mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Maka dari itu, saya sendiri yang akan memantau langsung progres pelaksanaan program ini di seluruh wilayah,” tegas Gubernur.

Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, ia meminta agar seluruh laporan perkembangan pembangunan dan operasional Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) di kabupaten/kota dikirimkan secara rutin dan terjadwal langsung ke Gubernur setiap minggu. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan di lapangan terpantau secara terstruktur dan tidak mengalami keterlambatan.

“Mulai minggu depan, saya ingin semua laporan progres SPPG masuk setiap minggu ke meja saya. Tidak boleh ada kabupaten/kota yang tertinggal. Kita semua harus serius dan kerja cepat,” ujar Gubernur menegaskan.

Kedua, ia memerintahkan Satgas MBG Provinsi untuk segera mengadakan rapat teknis pemetaan lokasi pembangunan SPPG di seluruh wilayah Sultra. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data pusat dan daerah, khususnya dalam hal validasi jumlah penerima manfaat yang saat ini telah mencapai 705.478 jiwa. Gubernur menegaskan bahwa ketepatan data adalah fondasi utama keberhasilan program.

Ketiga, Gubernur menginstruksikan agar instansi terkait segera melakukan komunikasi intensif dengan Koperasi Merah Putih yang menjadi mitra strategis dalam pengadaan pangan bergizi. Menurutnya, kerja sama dengan koperasi tersebut akan menjamin ketersediaan logistik dan memperkuat rantai pasok pangan lokal.

“Saya ingin Sulawesi Tenggara menjadi contoh, bagaimana sinergi antar lembaga bisa berjalan baik. Kita punya potensi pangan lokal, kita punya semangat gotong royong, mari kita buktikan bahwa kita bisa bergerak bersama demi kebaikan anak-anak kita,” ungkap Gubernur.

Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN RI, Dr. Nyoto Suwigno, dalam paparannya menyampaikan bahwa program MBG menyasar dua kelompok besar yaitu peserta didik dan non peserta didik. Kelompok peserta didik meliputi anak-anak PAUD, siswa SD hingga SMA/SMK/MA, termasuk santri dan siswa SLB. Sementara non peserta didik meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi, prestasi belajar, kesejahteraan petani dan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Deputi juga menjelaskan bahwa setiap SPPG akan dikelola oleh satu kepala SPPG, satu akuntan, satu ahli gizi, dan 47 tenaga penjamah makanan lokal. Semua petugas direkrut secara profesional dan diberi pelatihan sesuai standar nasional.

Dalam sesi diskusi, Gubernur merespons cepat berbagai laporan dari para pihak. Saat mendengar Danlanud Haluoleo telah menyiapkan satu titik lokasi untuk SPPG dengan kapasitas ribuan siswa, Gubernur menyampaikan apresiasi dan meminta percepatan eksekusi. Kepada Kadin Sultra yang telah mengusulkan 51 titik SPPG dan delapan telah disetujui, Gubernur menyatakan dukungannya untuk perluasan titik baru.

Ia juga meminta kepada Kanwil Kemenag agar memastikan tidak ada pihak ketiga yang menarik dukungan di tengah jalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kepada BKKBN Sultra, ia menginstruksikan agar segera melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam menyempurnakan data kelompok rentan non peserta didik.

Menutup rapat, Gubernur kembali menggarisbawahi bahwa keberhasilan program MBG akan menjadi cermin keberhasilan seluruh unsur pemerintahan di Sulawesi Tenggara.

“Saya tidak ingin program ini jalan lambat. Kita ini sedang menyelamatkan generasi bangsa. Ini program besar. Saya minta semua OPD, kabupaten/kota, instansi vertikal, semua bersinergi. Saya ingin ini menjadi warisan terbaik kita untuk anak-anak Sultra,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Dengan komando langsung dari Gubernur, komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan penuh dari Badan Gizi Nasional, Provinsi Sulawesi Tenggara kini berada di garis terdepan dalam mewujudkan suksesnya Program Makan Bergizi Gratis.*

Pelantikan DPD PIM Sultra, Wagub Dorong Perempuan Jadi Pilar Perubahan Bangsa

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, mendorong perempuan untuk mengambil peran strategis sebagai pilar perubahan bangsa dalam sambutannya pada Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Sulawesi Tenggara masa bakti 2025–2030, yang digelar di Ballroom Phinisi, Hotel Claro Kendari, pada Senin (2/6/2025).

Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Anggota Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba (Sulsel), Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Ketua Umum DPP PIM, para bupati/walikota, di antaranya Bupati Konawe, Wakil Bupati Kolaka Utara, Wakil Bupati Bombana, para Ketua Dekranasda dan Ketua PKK kabupaten/kota se-Sultra, Kepala Dinas P3AKB Prov. Sultra, pimpinan organisasi perempuan serta organisasi lainnya.

Pembacaan Kode Etik dan SK Kepengurusan

Pelantikan DPD PIM Sultra diawali dengan pembacaan kode etik dan Surat Keputusan Nomor: 013/SKP-TIM/II/2025 tentang susunan pengurus Perempuan Indonesia Maju Provinsi Sultra periode 2025–2030 oleh Anna Naomi H. Silitonga, selaku Bendahara Umum DPP PIM.

Kemudian, prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PIM, Lana Koentjoro Togas, S.H., M.H, yang secara simbolis menyerahkan bendera pataka kepada Ketua DPD PIM Sultra terlantik, Ir. Yusniar Asrina Afdhal, ST, sebagai tanda dimulainya masa pengabdian pengurus baru dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor pembangunan daerah.

Laporan Ketua Panitia: Menyatukan Energi Perempuan Bumi Anoa

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia Riski E.R. Putri Tombili, S.Si menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan puncak dari proses panjang yang dirancang sejak beberapa bulan lalu. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan upaya menghadirkan wadah organisasi perempuan yang mampu menghimpun dan memberdayakan potensi perempuan Sultra secara kolektif dan berdaya guna.

“Di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang kami hadapi dalam proses ini, dukungan dan arahan langsung dari Ketua Umum DPP serta Ketua DPD PIM Sultra menjadi pendorong utama kami untuk terus melangkah. Maka hari ini menjadi pijakan awal penting bagi eksistensi Perempuan Indonesia Maju di Sultra,” ujarnya.

Wakil Gubernur: Perempuan Adalah Penemu Peradaban dan Tiang Negara

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DPD PIM Sultra. Ia memaparkan pandangan filosofis bahwa perempuan sejatinya bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi penentu arah sejarah.

“Revolusi pertanian yang menjadi dasar peradaban modern justru bermula dari inisiatif perempuan pertama yang menyimpan dan menanam benih. Maka perempuan adalah penemu peradaban,” tegas Hugua yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.

Ia menambahkan bahwa perempuan adalah tiang negara, dan sejauh mana perempuan diberi ruang dan kepercayaan akan menentukan kemajuan suatu bangsa.

“Jika kita ingin Sulawesi Tenggara dan Indonesia maju, maka perempuan harus maju. Karena dari rahim dan pendidikan seorang ibu, lahirlah generasi masa depan bangsa.”

Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sultra siap berkolaborasi dengan organisasi perempuan, termasuk PIM, untuk mendukung dan menyukseskan program-program strategis daerah, terutama di sektor sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

“Kami berharap PIM tidak sekadar menjadi organisasi sosial, tetapi juga penggerak perubahan, penguat kebijakan, dan pelindung kepentingan perempuan di seluruh wilayah Sultra,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PIM: PIM Sultra Harus Jadi Teladan Nasional

Ketua Umum DPP PIM, Lana Koentjoro Togas, S.H., M.H, menyatakan bahwa pelantikan DPD PIM Sultra ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional dalam mendorong kemajuan perempuan Indonesia.

“Kami ingin DPD PIM Sultra menjadi teladan nasional. Perempuan harus diberi ruang untuk berperan mulai dari keluarga hingga tatanan pemerintahan. Konsolidasi ini penting untuk membangun program nyata dan sinergi antara pusat dan daerah,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Perempuan Indonesia Maju (PIM) didirikan secara legal pada tahun 2019, dan hingga saat ini telah memiliki kepengurusan di 26 provinsi di Indonesia.

Lana menjelaskan bahwa visi dan misi organisasi ini mencakup pemberdayaan perempuan secara menyeluruh di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial-budaya, lingkungan, hukum dan HAM, hingga pariwisata dan maritim.

“Yang membanggakan, kepengurusan DPD Sultra kali ini didominasi oleh generasi muda. Ini investasi penting untuk estafet kepemimpinan di masa depan,” katanya.

Ketua DPD PIM Sultra: Bergerak, Bersinergi, dan Berkontribusi

Ketua DPD PIM Sultra yang baru dilantik, Ir. Yusniar Asrina Afdhal, ST, dalam sambutannya menyatakan kesiapan jajarannya untuk langsung bekerja. Fokus utama DPD PIM Sultra adalah pada isu-isu strategis seperti pemberdayaan ekonomi perempuan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesehatan ibu dan anak.

“Kami siap bergerak, bersinergi, dan berkontribusi. PIM Sultra akan menjadi rumah besar bagi perempuan dari semua latar belakang yang ingin maju bersama,” ujar Yusniar.

Ia menyatakan komitmennya untuk membangun kekuatan perempuan Sultra melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dukungan dari Staf Ahli Menparekraf: Perempuan Harus Tangguh di Ekonomi Kreatif

Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Septriana Tangkary, S.E., M.M, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD PIM Sultra yang baru saja dilantik. Ia menyampaikan harapan agar para pengurus menjalankan amanah dengan integritas dan dedikasi tinggi.

“Perempuan memiliki peran luar biasa. Tak hanya di lingkup rumah tangga, tetapi juga sebagai tenaga profesional dan pelaku perubahan di sektor ekonomi dan sosial,” katanya.

Ia menekankan pentingnya peran PIM dalam membangun kelembagaan ekonomi kreatif yang tangguh, khususnya di wilayah-wilayah potensial seperti Kota Kendari.

“Tenun khas, kuliner tradisional, seni pertunjukan lokal, hingga kreativitas anak-anak muda kita harus terus dikembangkan. Ini potensi luar biasa yang bisa digerakkan oleh perempuan,” jelasnya.

Septriana juga mengutip pernyataan Presiden RI bahwa sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat menyumbang hingga 8% terhadap PDB nasional, dan PIM dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Momentum Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Pelantikan DPD PIM Sultra periode 2025–2030 menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa perempuan Sulawesi Tenggara siap hadir dalam ruang-ruang strategis pembangunan. PIM diharapkan menjadi katalisator kemajuan, penggerak perubahan sosial, dan mitra pemerintah dalam membangun daerah yang berdaya saing, inklusif, dan sejahtera.*

Wagub Sultra Pimpin Apel Gabungan ASN, Tekankan Makna Pancasila dan Percepatan Serapan Anggaran

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (2/6/2025). Apel ini diikuti oleh staf ahli gubernur, asisten Sekda, kepala OPD, kepala biro, pejabat struktural dan fungsional, serta ribuan ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemprov Sultra.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan pentingnya apel gabungan sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan kinerja ASN. Ia menyampaikan bahwa kegiatan apel bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wadah komunikasi langsung antara pimpinan dan seluruh aparatur pemerintah.

“Apel seperti ini bukan hanya sekadar berkumpul, tapi merupakan sarana yang sangat penting untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan arah pembangunan. Ini momen yang bermakna bagi saya,” ujar Wakil Gubernur.

Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Wakil Gubernur mengajak seluruh ASN untuk memahami sejarah dan makna ideologis bangsa. Ia menyinggung momen bersejarah 1 Juni 1945 ketika Bung Karno memperkenalkan Pancasila dalam sidang BPUPKI sebagai dasar negara.

“Kalau kita tidak memahami sejarah bangsa, maka kita akan bekerja hanya sebatas administrasi, tanpa ruh kebangsaan. ASN harus sadar bahwa perannya adalah bagian dari pembangunan bangsa, bukan sekadar pekerja birokrasi,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap visi-misi pemerintah provinsi, khususnya visi ASR-Hugua yang menjadi pedoman pembangunan daerah. Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari kepala OPD hingga petugas kebersihan, memahami arah pembangunan agar program-program pemerintah tidak berjalan tanpa dasar yang jelas.

Saya ingatkan, jangan sampai kita masuk kantor hanya urus administrasi. Kita harus tahu, kita ini kerja untuk siapa, untuk apa. Kalau tidak pahami sejarah bangsa, kita bisa kehilangan arah,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan kembali kepada seluruh kepala OPD dan ASN untuk memahami visi-misi kepemimpinan daerah saat ini, yaitu ASR-Hugua. Ia menyayangkan jika pembangunan berjalan tanpa pijakan visi yang jelas.

“Mulai dari kepala SKPD sampai tukang sapu, harus tahu visi ASR-Hugua. Kalau tidak, pembangunan hanya jalan begitu saja, tidak paham arahnya,” katanya.

Terkait realisasi anggaran, Wakil Gubernur menyampaikan keprihatinannya atas rendahnya serapan anggaran bulan lalu yang baru mencapai 9 persen. Ia meminta seluruh OPD segera mengeksekusi program yang telah direncanakan dan tidak terjebak dalam teori semata.

“Jangan banyak berteori. Pemerintahan itu bukan soal teori, tapi soal eksekusi. Fungsi APBD itu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kalau uang masih disimpan di bank, maka pasar kita lesu. Konsumsi masyarakat juga lemah,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menargetkan pada evaluasi bulan Juni nanti, serapan anggaran bisa mencapai 20 hingga 30 persen, agar fungsi belanja daerah sebagai stimulus ekonomi benar-benar terasa oleh masyarakat.

“Kepala OPD tolong segera evaluasi dan eksekusi program yang bisa dijalankan. Tidak usah tunggu-tunggu. Masyarakat butuh kita bergerak cepat,” pungkasnya.

Di akhir arahannya, Wakil Gubernur berharap semangat kebangsaan yang lahir dari nilai-nilai Pancasila dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama melalui kinerja optimal seluruh ASN di lingkup Pemprov Sultra.*

Wagub Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

KENDARIKINI.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila Tahun 2025, yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sultra pada Minggu, 1 Juni 2025. Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya”.

Upacara yang diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sultra, Ketua DPRD Provinsi Sultra, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon, serta aparatur sipil negara (ASN), juga dihadiri anggota TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, Polisi Kehutanan, pelajar SMA/SMK, dan para peserta upacara lainnya.

Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibraka Provinsi Sultra, yang secara simbolis menerima bendera dari Wakil Gubernur Sultra selaku inspektur upacara. Menariknya, formasi Paskibraka kali ini dibagi menjadi lima kelompok yang mewakili setiap sila dalam Pancasila, menggambarkan semangat kolektif dalam menjaga nilai-nilai dasar bangsa.

Setelah pengibaran bendera, Ketua DPRD Provinsi Sultra membacakan teks Pancasila, dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh seorang ASN Pemprov Sultra.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sultra membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, yang menekankan pentingnya menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” demikian petikan pidato BPIP yang dibacakan Wagub Hugua.

Dalam pidatonya, BPIP menegaskan bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia, dan bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi justru menjadi kekuatan utama untuk bersatu. Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini diarahkan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, dan disinformasi digital yang dapat mengancam kohesi sosial bangsa.

BPIP juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu agenda terpenting adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Dalam konteks ini, Pancasila harus menjadi dasar pijakan dalam pendidikan, tata kelola pemerintahan, ekonomi, hingga ruang digital.

“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” tegas BPIP.

BPIP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Upaya pembinaan ideologi melalui pelatihan ASN, penguatan kurikulum Pancasila, serta kerja sama lintas sektor merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan publik dan pribadi.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang dihormati bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” pungkasnya.

Setelah prosesi upacara dan pembacaan pidato, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Purna Paskibraka tahun 2024, yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Provinsi Sultra sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam tugas kebangsaan tahun sebelumnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Sulawesi Tenggara tahun ini berjalan dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran seluruh peserta upacara menunjukkan bahwa semangat Pancasila tetap hidup dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan terus menjadi roh dalam pembangunan daerah dan nasional, menuju terwujudnya Indonesia Raya yang berkeadilan, berdaulat, dan bermartabat.*

Menteri ATR/BPN Serahkan 455 Sertifikat Aset dan Tanah Wakaf, Gubernur Sultra Dorong Kepastian Hukum dan Tata Ruang Berkelanjutan

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang di Provinsi Sulawesi Tenggara yang dirangkaikan dengan silaturahmi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bersama forum keagamaan se-Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dapil Sultra, Ketua DPRD Provinsi Sultra, para bupati dan wali kota se-Sultra, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, pimpinan ormas serta tokoh agama se-Sulawesi Tenggara.

Kegiatan diawali dengan penyerahan sertifikat tanah secara simbolis oleh Menteri ATR/BPN kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Sebanyak 455 sertifikat diserahkan, yang meliputi sertifikat aset pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta tanah wakaf untuk rumah ibadah.

“Terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN RI yang telah menerbitkan sertifikat-sertifikat ini,” ujar Gubernur ASR. “Dengan adanya sertifikat tersebut, diharapkan akan ada kepastian hukum atas aset-aset pemerintah maupun rumah ibadah, sehingga dapat digunakan secara optimal untuk pelayanan publik dan kegiatan sosial-keagamaan.”

Rincian sertifikat yang diserahkan meliputi:

– 5 sertifikat aset Pemerintah Provinsi,
– 265 sertifikat aset Pemerintah Kabupaten/Kota,
– 185 sertifikat tanah wakaf untuk rumah ibadah (150 untuk masjid, 29 mushola, 1 gereja, dan 5 pura).

Dalam sambutannya, Gubernur ASR menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri ATR/BPN dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ke Bumi Anoa, yang disebutnya sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Sultra.

ASR memaparkan bahwa Pemprov Sultra tengah menyelesaikan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi. Revisi tersebut menghadapi kendala pasca dikembalikannya dokumen Raperda RTRW Provinsi Sultra oleh Kementerian ATR/BPN melalui surat Nomor PP.01.1608.200.VII Tahun 2024 tertanggal 22 Juli 2024. Salah satu isu krusial adalah status kepemilikan Pulau Kawi-Kawia.

“Upaya penyelesaian sedang kami lakukan bersama Pemprov Sulawesi Selatan melalui penyusunan MoU yang telah dikonsultasikan secara substansi dengan Kementerian ATR/BPN. Pulau tersebut sementara berstatus word, sembari menunggu penyelesaian dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti urgensi penyelesaian RTRW Provinsi, mengingat meningkatnya aktivitas industri nikel dan hadirnya 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Sultra. PSN ini mencakup kawasan industri, pabrik smelter, serta infrastruktur seperti Bendungan Ladongi dan Ameroro, sesuai Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian RI Nomor 12 Tahun 2024.

“RTRW menjadi instrumen utama untuk mengarahkan penataan dan pemanfaatan ruang dalam rangka mendukung kebijakan nasional serta menjaga kelestarian lingkungan,” lanjutnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di kabupaten/kota. Saat ini terdapat 19 RDTR yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan 6 di antaranya telah terintegrasi ke dalam sistem Online Single Submission (OSS).

Dalam forum tersebut, Gubernur ASR juga menyampaikan enam poin masukan kepada Menteri ATR/BPN untuk mendukung penataan ruang yang adil dan berkelanjutan:

1. Penataan ruang yang mengintegrasikan kepentingan industri pertambangan dengan keberlanjutan lingkungan, memperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah.

2. Penyelarasan RTRW dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tetap berpihak kepada masyarakat lokal.

3. Keadilan spasial, di mana masyarakat lokal harus mendapat ruang hidup dan berkembang tanpa terdesak oleh ekspansi industri.

4. Konektivitas wilayah melalui RTRW agar pertumbuhan ekonomi tersebar secara merata.

5. Partisipasi aktif pemerintah daerah dalam perumusan RTRW agar dokumen tidak hanya formalistik, tetapi juga aspiratif.

6. Penyelesaian batas wilayah, termasuk status Pulau Kawi-Kawia, sebagai bagian dari kepastian hukum dan kedaulatan wilayah.

Arahan Menteri ATR/BPN

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepastian hukum atas tanah adalah fondasi dari pembangunan yang berkelanjutan. Penyerahan sertifikat tanah adalah bagian dari upaya pemerintah mempercepat legalisasi aset dan mendukung pengelolaan pertanahan yang tertib.

“Tanah milik negara, baik untuk fasilitas publik, pemerintahan maupun rumah ibadah, harus jelas status hukumnya agar tidak terjadi konflik dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk rakyat,” tegasnya.

Ia juga memaparkan beberapa kebijakan prioritas Kementerian ATR/BPN:

1. Percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL);

2. Digitalisasi layanan pertanahan untuk efisiensi dan transparansi;

3. Penertiban dan pemutakhiran data bidang tanah, khususnya di wilayah strategis dan pesisir;

4. Penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan ruang;

5. Perlindungan ruang publik dan kawasan lindung dalam perencanaan pembangunan.

Menteri Nusron juga mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Geospasial untuk perencanaan pembangunan berbasis data, serta menjelaskan bahwa Reforma Agraria dan pengadaan tanah untuk PSN akan terus didorong dengan menggandeng pemda sebagai mitra strategis.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah terkait pertanahan dan penataan ruang di Sultra. Kunjungan kerja Menteri ATR/BPN diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan strategis dan mendorong terciptanya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tenggara.*

Sekda Sultra Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan Prov. Sultra, Selasa (28/5/2025).

Sekda juga mengungkapkan bahwa rapat ini menghadirkan berbagai unsur penting baik dari perangkat daerah maupun instansi vertikal. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Sultra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Cipta Karya, Dinas SDA dan Bina Marga, Perwakilan Disperindag, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga Badan POM Kendari. Semua berkumpul untuk menyatukan persepsi dan strategi dalam mendukung program MBG.

Selanjutnya, Mayjen TNI (Purn) Purnomo Sidi memimpin jalan rapat koordinasi ini adalah bukti bahwa pemerintah pusat sangat serius mengawal pelaksanaan program MBG di daerah,” jelasnya.

“Ini bukan hanya program Dinas Ketahanan Pangan atau Badan Gizi Nasional. Ini kerja kolaboratif seluruh elemen pemerintah dan lintas sektor. Bahkan dalam waktu dekat juga direncanakan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan didayagunakan untuk mensuplai kebutuhan dapur MBG,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep MBG harus dikomunikasikan secara efektif ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan investor, mengingat keberhasilan dapur MBG juga bergantung pada ketersediaan bahan baku lokal dan dukungan mitra yang solid.

Dalam kesempatan itu, turut disampaikan laporan perkembangan satuan pelayanan pengembangan gizi di Sulawesi Tenggara oleh Kepala Regional MBG Sultra, Agnes Eka Wahyuni dan Wakil Kepala Regional MBG Sultra, Maharani Putra Ningrum mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan menyeluruh, Sulawesi Tenggara membutuhkan sedikitnya 316 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ucap Agnes

Lanjut, menyampaikan bahwa hingga 28 Mei 2025, telah terdapat 13 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai kabupaten/kota di Sultra, seperti Kendari (2 titik), Baubau (2 titik), Konawe (1 titik), Muna Barat (1 titik), Konsel (2 titik), Kolaka Timur (1 titik), Bombana (1 titik), Muna (1 titik) dan Konut (1 titik).

Sementara itu, 5 titik lainnya telah siap operasional yaitu: Kota Kendari 1 titik, Kab. Buton Selatan 2 titik, Kab. Buton 1 titik dan Kab. Kolaka Utara 1 titik. namun masih menunggu pencairan dana melalui virtual account dari Badan Gizi Nasional (BGN), sesuai kebijakan terbaru dari Presiden Republik Indonesia bahwa dana operasional harus tersedia terlebih dahulu sebelum pelayanan dimulai.

Program MBG di Sultra ditargetkan menjangkau 705.478 penerima manfaat, dan hingga akhir tahun 2025 ditargetkan seluruh wilayah yang masuk dalam kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Salah satu contoh nyata adalah Kecamatan Routa di Kabupaten Konawe. Meskipun jumlah penerima manfaat hanya sekitar 900 orang, kecamatan ini tidak bisa digabungkan dengan wilayah lain karena faktor geografis dan akses yang terbatas. Oleh karena itu, harus dibangun titik SPPG tersendiri di sana,” jelas Agnes.

Ia juga mengingatkan bahwa batas waktu pelaksanaan program ini adalah November 2025, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat secara nasional telah mendapatkan layanan MBG pada akhir tahun 2025. Untuk itu, pihaknya telah merancang sistem tata kelola program di Sulawesi Tenggara dan dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi sistematis dengan seluruh pemangku kepentingan daerah.

Agnes menambahkan bahwa ekosistem pelaksanaan MBG dibentuk dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dalam ekosistem ini, penerima manfaat terbagi ke dalam dua kategori:

1. Peserta didik, terdiri dari anak-anak di jenjang TK, PAUD, SD,SMP dan SMA.

2. Non-peserta didik 3B, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Lebih lanjut, penyediaan bahan baku pangan diarahkan oleh Presiden RI agar melibatkan UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memberdayakan ekonomi lokal. Prinsipnya adalah memanfaatkan bahan pangan lokal di setiap daerah, demi mendukung ketersediaan dan keberlanjutan bahan baku dapur MBG.

Sementara itu, Wakil Kepala Regional MBG Sultra, Maharani Putra Ningrum, menyampaikan beberapa tantangan koordinasi pelaksanaan program. Ia menjelaskan bahwa selama ini struktur koordinasi belum berjalan optimal, terutama karena belum adanya sistem komunikasi lintas sektor yang terintegrasi.

“Namun saat ini sudah mulai terbentuk wadah koordinasi yang lebih baik. Struktur BGN terdiri dari pusat, provinsi atau regional melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan tingkat pelaksana yaitu SPPG. Kami bersyukur, saat ini koordinasi sudah mulai berjalan, termasuk dengan beberapa OPD,” ujar Maharani.

Untuk Dinas Lingkungan Hidup diminta mempercepat solusi pengelolaan limbah makanan dan penyediaan sarana IPAL. Sementara BPOM dan Dinas Kesehatan berperan penting dalam menjamin kualitas makanan dan kesehatan tenaga kerja dapur.

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan jaringan komunikasi dan internet di beberapa titik, seperti di Palangga Selatan di Kabupaten Konawe Selatan, yang menyebabkan pelaporan kegiatan MBG secara daring tidak dapat dilakukan secara optimal.

Terkait hal ini, Mayjen TNI (Purn) Purnomo Sidi
meminta agar kebutuhan penguatan jaringan internet disampaikan kepada Dinas Kominfo Provinsi Sultra melalui Dinas Ketahanan Pangan, agar dapat ditindaklanjuti dalam bentuk dukungan infrastruktur TIK di titik-titik kritis.

Kemudian, Dinas Cipta Karya dan Bina Marga juga mendapat arahan untuk memetakan kebutuhan akses jalan ke titik SPPG. Dinas Koperasi dan UMKM didorong membentuk Koperasi Merah Putih guna mendukung pengadaan bahan pangan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kemenag diimbau untuk turut menyosialisasikan program ini di satuan pendidikan, termasuk pesantren dan madrasah.

Terkait pembangunan infrastruktur SPPG, Maharani mengutip arahan Gubernur Sultra pada kegiatan bersama SANGTAMA tanggal 17 Maret 2025, yang menyatakan komitmen membangun 57 titik dapur MBG di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebagai bentuk tindak lanjut, telah diterbitkan Surat Edaran Nomor 500.12/2119/SJ tentang dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan tanah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah 3T. Maharani menekankan bahwa wilayah 3T seringkali tidak menarik bagi mitra/investor mandiri karena faktor akses dan infrastruktur. Oleh karena itu, skema pembangunan di lokasi tersebut akan dilakukan langsung oleh BGN dengan dukungan lahan dari Pemda.

“Saat ini sudah ada beberapa kabupaten/kota yang menyatakan kesiapan, seperti Kolaka dengan 3 titik, Konawe 5 titik, dan Pemprov Sultra melalui Sekretariat Daerah menyediakan 10 lokasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra juga menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan amanat Surat Edaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa dalam rakor nasional yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri dan dihadiri oleh BGN serta seluruh sekda provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, telah diminta agar masing-masing daerah mengajukan hingga 10 titik lokasi pembangunan SPPG, bukan hanya 3 titik.

“Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penambahan pembangunan oleh BGN ke depan. Jadi kami minta kepada seluruh kabupaten/kota agar menyiapkan 10 lokasi sekaligus.

Terakhir membahas SK Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Prov.Sultra sehingga nanti dikasih masuk Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda, Sekda, Asisten perekonomian, Kepala Badan Gizi Nasional Regional Sultra dan Kepala Dinas terkait.*

1.145 Jamaah Haji Sultra Diberangkatkan Melalui Bandara Haluoleo

KENDARIKINI.COM — Sebanyak 1.145 jamaah haji asal Provinsi Sulawesi Tenggara diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci melalui Bandara Haluoleo Kendari sejak 22 Mei hingga 28 Mei 2025. Keberangkatan dilakukan menggunakan maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia dengan jadwal yang telah disusun berdasarkan kabupaten/kota asal jamaah.

Para jamaah berasal dari sembilan kabupaten/kota, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Bombana, Buton Utara, Wakatobi, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur.

Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yaitu 561 orang, yang terbagi dalam empat gelombang penerbangan menggunakan Lion Air pada 22 dan 25 Mei 2025.

Sementara itu, Kabupaten Bombana terbagi dalam dua kloter, yaitu Kloter 35 dan Kloter 38. Ketua Kloter jamaah asal Bombana, Surahman, menyampaikan bahwa “Alhamdulillah, Kloter 35 diberangkatkan dari Bandara Haluoleo pada Sabtu, 24 Mei 2025 sebanyak 4 orang. Hari ini, Selasa (27/5), Kloter 38 yang membawa 123 jamaah dan 1 petugas kembali diberangkatkan dari Bandara Haluoleo,” ujar Surahman.

Selain itu, Kabupaten Konawe juga memberangkatkan 146 jamaah pada 24 Mei 2025 menggunakan maskapai Garuda Indonesia dalam penerbangan tambahan (extra flight). Kabupaten Konawe Utara mengirimkan 37 jamaah, Wakatobi 85 jamaah, Buton Utara 7 jamaah, dan semuanya telah diberangkatkan sesuai jadwal masing-masing.

Pemberangkatan akan ditutup besok, Rabu, 28 Mei 2025, dengan keberangkatan jamaah dari tiga kabupaten terakhir, yaitu:

1. Kabupaten Konawe Kepulauan sebanyak 19 jamaah,
2. Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 73 jamaah, dan
3. Kabupaten Kolaka Timur sebanyak 90 jamaah.

Ketiganya dijadwalkan berangkat menggunakan Lion Air pada pukul 14.30 WITA.

Fasilitas pelayanan juga disiapkan untuk mendukung kelancaran ibadah, termasuk 58 unit kursi roda bagi jamaah lansia serta 16 unit bus pengantar dari masing-masing daerah ke Bandara Haluoleo. Sisanya menggunakan kendaraan pribadi.

Pemberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sulawesi Tenggara setelah beberapa tahun terakhir pembatasan kuota akibat pandemi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui dinas dan instansi terkait bersama Kementerian Agama berkomitmen memastikan kelancaran seluruh proses ibadah haji dari tanah air hingga kembali ke kampung halaman.

Dengan penuh harap dan doa dari keluarga dan masyarakat, para jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali menjadi haji yang mabrur.*

Polda Sultra Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojek Online dalam Rangka Hari Bhayangkara

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang ditujukan bagi para pengemudi ojek online.

Kegiatan sosial ini berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025, bertempat di dua lokasi yakni Kantor Gojek Kendari yang berlokasi di Jalan Saranani serta Kantor Maxim Kendari, Lepo-Lepo, Baruga. Pemeriksaan kesehatan dipimpin langsung oleh Iptu dr. Adel dari Rumah Sakit Bhayangkara, didampingi sejumlah personel dari Bid Dokkes Polda Sultra yang mewakili Kabid Dokkes Polda Sultra, Kombes Pol drg. Ignatius Hendra Arifianto, Sp.Kg.

Dalam kegiatan ini, para pengemudi ojek online mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, gula darah, hingga pemeriksaan asam urat.

Tujuan dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang memiliki peran penting dalam mobilitas harian warga. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79 untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat serta membangun sinergi dan rasa kebersamaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pengemudi ojek online semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas mereka yang padat dan penuh risiko.

Polda Sultra Gelar Rakernis Fungsi Keuangan untuk Penguatan Polri Presisi dan Dukung Program ‘Asta Cita’

KENDARIKINI.COM – Bertempat di Hotel Zahra Kendari, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan T.A. 2025 dengan tema “Optimalisasi Fungsi Keuangan Polri Guna Penguatan Polri Presisi dalam Rangka Mendukung Program ‘Asta Cita'”.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Keuangan Polda Sultra, Kombes Pol M. Kunto Wibisono, S.H., S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh para Kasubag Renmin serta Kaur Keuangan dari seluruh satuan kerja (satker) jajaran Polda Sultra.

Rakernis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan profesionalisme para personel fungsi keuangan di lingkungan Polda Sultra. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan keuangan Polri semakin akuntabel, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Selain itu, Rakernis ini juga menjadi bagian dari upaya Polda Sultra dalam mendukung penuh program nasional “Asta Cita”, yakni delapan program prioritas yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia maju dan berkeadilan sosial.

Dengan adanya Rakernis Fungsi Keuangan ini, diharapkan seluruh satker jajaran Polda Sultra dapat mengelola keuangan dengan lebih optimal dan bertanggung jawab dalam mendukung setiap program serta pelayanan Polri kepada masyarakat.*

Satgas Pungli Berikan Imbauan Kepada Jukir Ilegal di Pasar Panjang Kendari

KENDARIKINI.COM – Satgas Preventif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melaksanakan kegiatan monitoring di wilayah Kota Kendari. Kali ini, kegiatan difokuskan di sekitar Pasar Panjang, Jalan Sorumba, Kecamatan Wua-Wua, pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan seorang juru parkir bernama AD (23), warga Jalan Bahagia Dua, Kecamatan Wua-Wua, yang diduga melakukan pungutan liar kepada para pengunjung pasar. AD diketahui tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Daerah maupun pengelola pasar untuk mengkoordinir area parkir di lokasi tersebut.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa AD memungut biaya parkir dengan jumlah uang sebesar Rp30.000 tanpa dasar legal yang jelas. Tim Satgas segera memberikan imbauan tegas agar tidak lagi melakukan pungutan liar dan melarang membawa senjata tajam dalam aktivitas sehari-hari. “Selain itu, petugas juga melakukan pendataan dan pembinaan kepada yang bersangkutan,” kata Kasatgas Preventif IPDA ARIF RAHMAN, S.H., M.P.W.K..

Satgas Preventif mengajak seluruh masyarakat agar tidak segan melapor jika menemukan praktik pungutan liar atau aksi premanisme yang meresahkan. Partisipasi aktif warga menjadi elemen penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari tindakan yang melanggar hukum.*

Kapolda Sultra Pantau Langsung Kesiagaan Personel

KENDARIKINI.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko melakukan kunjungan Dalam rangka mengecek dan memantau kesiagaan jajaran personel di wilayah hukum Polda Sultra serta Polresta Kendari, Senin malam (9/6/2025).

Lokasi yang menjadi fokus pengecekan oleh Kapolda Sultra yang di dampingi Karo Ops Kombes Pol Wasis Santoso yakni, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra, Polsek Baruga, Pos Lalu Lintas di Taman Kantor Balai Kota Kendari serta Base camp Tim Buru Sergap (Buser) 77 Satreskrim Polresta Kendari.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengatakan kunjungan itu dalam rangka melihat langsung aktivitas sekaligus mengecek kesiapsiagaan anggota maupun perkantoran.

“Saya melihat banyak hal positif yang sudah dilakukan seluruh anggota dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kapolda Irjen Pol Didik Agung.

Kapolda juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah ditunjukkan, sehingga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Sultra khususnya Polresta Kendari tetap aman dan terkendali.

“Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam melaksanakan tugas kepolisian. Seluruh jajaran dinstruksikan untuk tidak meremehkan potensi gangguan Kamtibmas,” tegas Kapolda.

Irjen Didik Agung meminta kepada personil di lapangan, khususnya Reskrim untuk memberikan perhatian khusus terhadap kejadian menonjol.

“Penanganan harus dilakukan secara
cepat, tepat, dan terukur agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” pintanya.

“Harus tahu perkembangan situasi, harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, tuntutan dan ekspektasi masyarakat, sehingga pelaksanaan tugasnya betul-betul dinamis,” tutup Kapolda Sultra.*

Satgas Preemtif Gelar Penyuluhan Premanisme dan Pungli di Kendari

KENDARIKINI.COM – Satgas Preemtif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan kali ini digelar di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Satgas menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik premanisme maupun pungutan liar yang dapat merugikan dan menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan sekitar. Penyuluhan ini bertujuan membangun kesadaran hukum serta meningkatkan rasa tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib.

Masyarakat diberikan pemahaman bahwa pungutan liar merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Selain itu, premanisme yang meresahkan warga harus dicegah sedini mungkin dengan mengedepankan peran serta aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Satgas Preemtif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan aksi pungli atau premanisme. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua.*

Satgas Preventif Berikan Penyuluhan Kepada Juru Parkir Ilegal di Kota Kendari

KENDARIKINI.COM – Satgas Preventif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melakukan patroli dan monitoring di sejumlah titik rawan pungutan liar di Kota Kendari. Salah satu temuan terjadi di area Senyum 5000, Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kecamatan Wua-Wua, pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Petugas menemukan seorang juru parkir berinisial HM (17), warga Jl. Veteran, Kecamatan Wua-Wua. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa yang bersangkutan tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah dan tidak menjalin kerja sama dengan pihak pengelola Senyum 5000 dalam mengatur parkiran. Uang sebesar Rp25.000 turut diamankan sebagai barang bukti dugaan pungutan liar.

Satgas kemudian memberikan imbauan tegas kepada yang bersangkutan agar tidak melakukan pungutan liar, tidak memaksakan tarif parkir kepada pengunjung, dan tidak membawa senjata tajam saat bertugas. Tindakan ini dilakukan guna mencegah munculnya rasa takut atau ketidaknyamanan di tengah masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Sebagai bentuk pendekatan humanis, petugas melakukan pendataan dan memberikan pembinaan langsung di lokasi. Satgas Preventif mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan praktik pungli atau premanisme di lingkungan sekitar, demi mewujudkan ruang publik yang aman dan tertib.*

Satgas Gakkum Lakukan Pembinaan Juru Parkir di Swalayan Marina Terkait Dugaan Pungli

KENDARIKINI.COM – Tim dari Satgas Gakkum Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melakukan monitoring di sejumlah titik rawan pungli. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di area parkir Swalayan Marina, Kota Kendari, pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan seorang juru parkir bernama RN (55), warga Jl. Bunggasi No.9, Anduonohu, Kecamatan Poasia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan telah bekerja sama dengan pihak pengelola swalayan untuk mengatur area parkir.

Meski memiliki keterlibatan resmi, petugas tetap memberikan imbauan agar tidak melakukan pungutan liar dengan dalih uang keamanan, serta melarang segala bentuk pemaksaan terhadap pelanggan. Satgas juga menegaskan pentingnya untuk tidak membawa senjata tajam saat bertugas, guna menghindari potensi intimidasi terhadap masyarakat.

Sebagai langkah persuasif, Satgas Gakkum memberikan pembinaan langsung kepada yang bersangkutan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap praktik pungli atau aksi premanisme di lingkungan sekitar demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif.*

Momentum Idul Adha 1446 H, Polda Sultra Kurban 378 Ekor Sapi untuk Masyarakat

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban secara serentak pada Jumat, 6 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan usai pelaksanaan Sholat Idul Adha dan melibatkan seluruh jajaran polres di wilayah Sultra. Sebanyak 378 ekor sapi disiapkan untuk dikurbankan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., didampingi Wakapolda Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., dan Irwasda Kombes Pol Hartoyo, S.IK., hadir dalam prosesi simbolis penyerahan daging kurban kepada perwakilan masyarakat. Penyerahan ini dilakukan sebagai bentuk nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakat di momen penuh berkah ini. Kapolda menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban ini juga mendapat dukungan dari masyarakat, yang turut berpartisipasi menyumbangkan hewan kurban.

“Kami bersama seluruh polres jajaran melaksanakan pemotongan hewan kurban. ” Beberapa dari hewan kurban ini juga berasal dari partisipasi masyarakat yang dititipkan melalui panitia Idul Adha Polda Sultra,” ujar Kapolda. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Daging kurban yang didistribusikan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi berkah bagi yang menerima.

Lebih jauh, Kapolda Sultra mengingatkan bahwa ada tiga nilai penting yang harus dijadikan pedoman bagi seluruh personel Polri dalam pelaksanaan kurban. Pertama, bagaimana sebagai aparat kepolisian kita bertakwa dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah. Kedua, memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkurban. Dan ketiga, meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang patuh terhadap perintah Tuhan.

Melalui kegiatan ini, Polda Sultra tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pengabdian dan ketulusan dalam tugas kepolisian. Semangat berkurban diharapkan menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta membentuk pribadi personel Polri yang lebih humanis dan berintegritas.*

Satgas Preemtif Berikan Penyuluhan kepada Warga di Megros Terkait Bahaya Premanisme dan Pungli

KENDARIKINI.COM – Satgas Preemtif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat di area Supermarket Megros, Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis 5 Juni 2025 dan menyasar pengunjung swalayan serta masyarakat sekitar.

Petugas memberikan imbauan agar masyarakat tidak terlibat dalam aksi premanisme maupun melakukan pungutan liar dengan dalih apa pun. Penekanan juga diberikan agar warga memahami konsekuensi hukum dari tindakan tersebut dan menjauhi praktik-praktik intimidatif yang merugikan masyarakat luas.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya preemtif kepolisian dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan bebas dari gangguan keamanan di ruang publik. Selain edukasi, Satgas juga menjalin komunikasi langsung dengan warga guna membangun kepercayaan dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Satgas Preemtif mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera melapor kepada pihak kepolisian jika menemukan indikasi premanisme atau pungli di lingkungan sekitarnya. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan upaya pencegahan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.*

Panen Raya Jagung Serentak Digelar di Konsel, Sultra Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional

KENDARIKINI.COM – Desa Lamong Jaya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan menjadi saksi pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II pada Kamis, 5 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus menunjukkan potensi besar pertanian di wilayah Sulawesi Tenggara.

Acara panen raya ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M, didampingi Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H, Wakapolda Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H, jajaran Forkopimda Sultra, serta Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo bersama Forkopimda Konsel.

Dalam sambutannya, Bupati Konsel Irham Kalenggo menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Konawe Selatan sebagai lokasi pelaksanaan panen raya. Ia menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan di Sulawesi Tenggara. “Potensi di Konsel sangat besar. Ini adalah awal dari peran besar Konsel dalam mendukung ketahanan pangan di Sultra,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan pentingnya kemandirian pangan bagi daerah. “Dengan adanya ketahanan pangan, lonjakan pertumbuhan sektor pertanian akan tercapai, dan profesi petani akan semakin dihargai. Ke depan, semua pasokan pangan harus berasal dari Sulawesi Tenggara. Kita akan hentikan pasokan dari luar,” tegasnya.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko juga menekankan bahwa panen raya ini merupakan wujud nyata komitmen dan kepedulian Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. “Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan dan pendukung ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Kapolda apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kelompok tani yang telah bekerja keras, kepada jajaran Polri yang telah turun langsung ke lapangan, serta kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menyukseskan program ini. Sebagai penutup, Kapolda menegaskan kembali bahwa Polri, khususnya Polda Sultra, akan terus berkomitmen mendukung ketahanan ekonomi dan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Diketahui, Jagung yang dipanen merupakan hasil dari lahan seluas 1,5 hektare milik masyarakat, dengan total produksi mencapai 7 ton. Hal ini menjadi bukti nyata dari peran aktif Polri dalam memperkuat pondasi sosial-ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan memberikan motivasi kepada masyarakat luas untuk memaksimalkan potensi pertanian.

Panen raya ini menjadi momentum penting bagi Sultra, khususnya Kabupaten Konawe Selatan, dalam memperkuat posisi strategis sebagai daerah penyangga pangan dan mendorong terwujudnya kedaulatan pangan yang berkelanjutan.*

Sambut Hari Lingkungan Hidup Se Dunia, Triple C Bakal Gelar Parade Untuk Bumi

KENDARIKINI.COM — Celebes Concervation Center atau Triple C bakal sambut Hari Lingkungan Hidup Se Dunia 6 Juni mendatang. Senin (26/05/2025).

Seperti tahun sebelumnya, Triple C yang dikenal sebagai NGO yang aktif dalam advokasi kerusakan lingkungan bakal gelar event Parade Untuk Bumi Episode Dua.

Diketahui, Triple C bakal mengadakan event tahunan dalam rangka menyambut hari Lingkungan Hidup Se Dunia.

Dalam kegiatannya, Triple C akan mengajak seluruh penggiat lingkungan yang ada di Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum Triple C Fingki membenarkan, pihaknya akan menggelar event spektakuler dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup Se Dunia.

“Oh kalau itu memang setiap peringatan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia telah kami jadikan event tahunan dari Triple C,”Ujarnya.

Fingki juga menegaskan bahwa akan ada item-item kegiatan yang menarik, membahas soal isu kerusakan lingkungan terkhusus di Kota Kendari dab n secara umum di Sulawesi Tenggara.

“Pencegahan banjir, pengelolaan sampah, hingga kerusakan yang terjadi akibat pertambangan akan dikemas dalam bentuk item kegiatan pada event tahunan ini,”Jelas Fingki.

Fingki juga berharap dukungan, pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah provinsi dalam menjalankan kegiatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia ini.*

Satgas Gakkum Tegur Juru Parkir Swalayan di Anduonohu Terkait Dugaan Pungli Berkedok Uang Keamanan

KENDARIKINI.COM – Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Ops Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melakukan kegiatan monitoring di wilayah Kota Kendari. Kali ini, sasaran berada di area parkir Swalayan Megros, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum juru parkir.

Kegiatan berlangsung pada Rabu dini hari, 4 Mei 2025. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, juru parkir berinisial NDR (47), warga Jl. K.H. S. Tubun, Lorong Saaba, Kelurahan Baruga, diketahui telah bekerja sama dengan pihak pengelola swalayan dalam mengatur parkiran.

Meskipun terdapat kerja sama antara pelaku dan pihak pengelola, Satgas tetap memberikan teguran dan pembinaan secara langsung kepada yang bersangkutan. Petugas mengimbau agar tidak melakukan pungutan liar maupun memaksa pelanggan membayar biaya parkir di luar ketentuan resmi. Selain itu, juga ditegaskan larangan membawa senjata tajam saat bertugas.

Kepada masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pungli atau praktik premanisme di lingkungan sekitar kepada pihak berwenang. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan bebas dari tindakan yang merugikan.
Satgas Gakkum menyatakan akan terus melakukan patroli dan monitoring di titik-titik rawan guna menciptakan suasana aman dan tertib di tengah masyarakat.*

Tukang Parkir Liar di Indomaret THR Kendari Kabur, Tinggalkan Sajam Modifikasi

KENDARIKINI.COM – Satgas Preventif Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melakukan patroli di wilayah Kota Kendari dan menemukan indikasi kuat adanya praktik pungli berkedok jasa keamanan parkir.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Dodi Ruyatman selaku Kepala Satgas Daerah (Kasatgas), mengatakan bahwa pada Selasa sore, 3 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WITA, tim melakukan monitoring di Jl. Budi Utomo, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Wua-Wua, tepatnya di area parkir swalayan Indomaret THR.

Dari hasil kegiatan, tim menemukan informasi dari warga mengenai keberadaan seorang juru parkir liar yang memungut tarif dengan dalih retribusi keamanan sambil menampakkan senjata tajam (sajam) yang dibawanya. Saat petugas tiba di lokasi, pelaku telah melarikan diri. Pelaku diketahui berinisial DR yang berdomisili di Lorong Mangga.

Meski pelaku berhasil meloloskan diri, tim berhasil mengamankan satu buah senjata tajam jenis modifikasi yang terbuat dari paku, diduga digunakan untuk menimbulkan rasa takut kepada pengendara.

Satgas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan praktik serupa di lingkungan sekitar.*

Satgas Preemtif Gelar Penyuluhan Premanisme dan Pungli di Pasar Mandonga

KENDARIKINI.COM — Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat di Pasar Mall Mandonga, Kota Kendari, pada Selasa (3/6) pukul 13.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan himbauan langsung kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi premanisme maupun praktik pungutan liar yang merugikan dan mengganggu ketertiban umum, khususnya di lingkungan pasar tradisional.

“Tujuan kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjauhi tindakan-tindakan yang merugikan sesama, seperti premanisme dan pungli. Kami juga mengajak warga untuk berani melapor apabila menemukan praktik semacam itu di sekitar mereka,” ujar Iptu Abdul Razak, perwakilan dari Satgas Preemtif.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka menyambut baik upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari aksi-aksi intimidatif maupun pungutan liar yang tidak sah.

Satgas Preemtif menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan di berbagai lokasi strategis guna menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di tengah masyarakat.*

Satgas Anti Premanisme Memberikan Imbauan Tukang Parkir Indomaret

KENDARIKINI.COM – Setelah mendapat aduan dari masyarakat dugaan adanya pungli dengan tarif tertentu yang dilakukan oleh juru parkir dengan berkedok uang keamanan, tim Satgas Preventif Penanganan Aksi Premanisme dan Pungli langsung bergerak cepat.

Pada hari Senin tanggal 2 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WITA di JL. Budi Utomo, Kec. Kadia, Kota Kendari ( Indomaret Thr ), tukang parkir berinisial DR (39) asal Makassar, langsung diinterogasi oleh tim satgas sembari menunjuk spanduk Parkir Gratis yang dipasang depan indomaret.

Petugas turut mengamankan duit hasil parkir senilai 35 Ribu dan dari hasil pemeriksaan juru parkir tersebut tidak menjalin kerja sama dengan Pihak Indomaret THR untuk mengkoordinir Parkiran.

Petugas juga melakukan imbauan untuk tidak melakukan pungutan liar dan pemaksaan biaya parkir terhadap pelanggan atau Pengujung indomaret THR, selain itu kepada si tukang parkir diimbau agar tidak membawa senjata tajam.

Satgas preventif juga melakukan pendataan dan pembinaan sebagai langkah tindak lanjut. Kepada masyarakat agar tidak segan segan untuk melaporkan bila ada hal yang kurang nyaman dari aktivitas pungli berkedok tukang parkir.*

Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 di Polda Sultra, Momentum Perkuat Komitmen Kebangsaan dan Ideologi

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Kendari, Senin (2/6/2025).

Upacara mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” dan diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Sultra, Personel Polda Sultra, serta PNS Polda Sultra.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H. Dalam apel ini, Kapolda membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam pidatonya, Kepala BPIP menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda,” ucap Kapolda dalam sambutan yang dibacakan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas pembangunan nasional. Salah satu pilar utamanya adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Empat area prioritas yang disebutkan meliputi: Penanaman nilai Pancasila sejak dini melalui dunia pendidikan, Implementasi nilai Pancasila dalam birokrasi dan pelayanan publik, Mewujudkan keadilan sosial dalam pembangunan ekonomi, dan Penguatan etika dan toleransi dalam ruang digital.

Kapolda menyampaikan agar menjadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Kepada segenap personel Polri agar menjadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan yang dilakukan sebagai cerminan dari semangat Pancasila.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” pungkas Irjen Didik Agung Widjanarko.*

Polda Sultra Tertibkan Juru Parkir di Pasar Andonohu Kendari

KENDARIKINI.COM — Dalam upaya memberantas praktik premanisme dan pungutan liar (pungli), Satgas Preventif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungli 2025 melaksanakan penertiban di kawasan Pasar Andonohu, Jalan Bunggasi, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas melakukan pemeriksaan terhadap juru parkir yang diketahui telah menjalin kerja sama dengan pihak pengelola pasar untuk mengoordinir area parkir. Meskipun memiliki kesepakatan dengan pengelola pasar, Satgas memberikan himbauan tegas agar tidak melakukan pungutan liar atau memaksakan biaya parkir kepada pengunjung pasar. Selain itu, petugas juga mengingatkan agar tidak membawa senjata tajam yang dapat membahayakan keamanan lingkungan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Satgas Preventif Ops 2025 dalam memberantas praktik premanisme dan pungli di wilayah Kota Kendari, serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di pasar tradisional. Pihak Satgas menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar di lingkungan sekitar.

Satgas Preventif Ops 2025 akan terus melakukan patroli dan penertiban di berbagai lokasi strategis di Kota Kendari untuk memastikan tidak adanya praktik pungli dan premanisme yang meresahkan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung upaya ini dengan melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan kepada pihak berwenang.*

Polda Sultra Jaga Keamanan di Titik Rawan Kendari

KENDARIKINI.COM – Pada Jumat dini hari pukul 00.15 WITA, Unit Polsatwa K9 Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar patroli di sejumlah titik rawan di Kota Kendari. Patroli ini menyasar lokasi seperti Jalan Batbat Anduonohu, Pasar Ranomeeto, Pasar Baruga, Bank BRI Wua-Wua, Bank BCA Wua-Wua, serta pemukiman Allo di Kelurahan Watubangga.

Patroli dipimpin langsung oleh Kanit Polsatwa AKP Risard Gattu, bersama empat personel lainnya, yaitu Bripda Wisnu, Bripda Sendy, Bripda Ainul, dan Bripda Ardy. Dalam giat ini, tim diperkuat oleh dua ekor satwa K9 terlatih, Noha dan Mawar, yang membantu mendeteksi potensi ancaman keamanan.Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah tindak pidana seperti pencurian, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, dan aksi premanisme.

“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Kendari,” ujar AKP Risard Gattu.

Dengan dukungan satwa K9, patroli ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat serta menekan potensi gangguan keamanan di titik-titik strategis. Polda Sultra berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan demi kenyamanan warga.*

Polda Sultra Tertibkan Juru Parkir di Coffee Shop di Kendari

Kendari – Pada Kamis, 29 Mei 2025, sekitar pukul 16.20 WITA, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 melakukan penindakan terhadap sejumlah juru parkir di Jalan Jenderal AH. Nasution, Kelurahan Kambu, Kota Kendari. Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat tentang praktik pemaksaan pembayaran parkir oleh oknum juru parkir terhadap pengunjung sebuah kedai kopi di kawasan tersebut.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan lima orang juru parkir berinisial MIA, I, DS, D, dan F. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa para juru parkir ini diduga bekerja sama dengan pihak pengelola kafe dan di koordinir oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengoordinasikan area parkir di lokasi tersebut, namun oknum juru parkir sering memanipulasi tarif yg tercantum di karcis dgn meminta tarif lebih kepada pengunjung.

Satgas Gakkum memberikan himbauan dan peringatan keras kepada para juru parkir agar tidak melakukan pungutan liar dan tindakan pemaksaan terhadap pelanggan. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk tidak membawa senjata tajam. Para juru parkir yang terjaring operasi telah didata dan diberikan pembinaan untuk mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat kepolisian dalam menertibkan praktik parkir liar dan premanisme di Kota Kendari. 

Dir Krimum Polda Sultra Kombes Pol Dody Ruyatman, S.IK melalui Kasubdit III Jatanras selaku Kasatgas Gakum mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pungutan liar atau tindakan premanisme kepada pihak berwenang melalui layanan pengaduan yang tersedia. Dengan kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan Kota Kendari dapat menjadi lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi semua warganya.*

Polda Sultra Lakukan Sterilisasi Dua Gereja di Kendari Jelang Ibadah

KENDARIKINI.COM – Unit Polsatwa K9 Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan sterilisasi pada Kamis pagi, 29 Mei 2025, di dua gereja yang berada di kawasan Mandonga, Kota Kendari. Kegiatan dimulai pukul 06.30 WITA dan difokuskan di Gereja Katolik Santo Clemens serta Gereja Protestan Ora Et Labora.

Sterilisasi ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya ancaman aksi terorisme, guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan ibadah.

Kegiatan tersebut melibatkan tiga personel Polsatwa Bripka Made Sujana (Dan Tim), Bripda Wayan Irawan dan Bripda Komang Wisnu

Mereka dibantu oleh satu ekor anjing pelacak (K9) spesialis bahan peledak bernama K9 Legeni. Satwa ini dilatih khusus untuk mendeteksi keberadaan bahan peledak dan digunakan dalam operasi sterilisasi lokasi-lokasi vital.

Kanit Polsatwa Polda Sultra AKP Rizard Gattu dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri, khususnya Dit Samapta, dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Sterilisasi ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya benda atau situasi mencurigakan di sekitar gereja. Kami ingin memberikan rasa tenang dan aman kepada jemaat yang akan melaksanakan ibadah,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung lancar dan tidak ditemukan benda mencurigakan selama proses pemeriksaan. Dengan pelaksanaan sterilisasi ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaannya tanpa rasa khawatir.*

Personel dan Bhayangkari Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Dua Panti Asuhan

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat, perwakilan personel serta Bhayangkari Ditbinmas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan bakti sosial pada Rabu, 28 Mei 2025.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.20 Wita hingga selesai ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga dan Panti Asuhan Al-Amin Andonohu, Kota Kendari. Sasaran utama kegiatan ini adalah warga penghuni panti dan anak-anak yatim piatu yang tinggal di sana.

Dipimpin oleh Ibu Dirbinmas, Ny. Retha Danang HW, rombongan menyerahkan bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada para penghuni. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban hidup anak-anak yatim piatu dan para pengasuh panti, sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Ny. Retha Danang HW menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang berada di lingkungan panti asuhan. Ia juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat mempererat kemitraan dan sinergitas antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin hadir dan berbagi, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian,” ujar Ny. Reta.

Kegiatan ini disambut dengan penuh antusias dan kehangatan oleh para penghuni panti. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Ditbinmas Polda Sultra berkomitmen terus menjalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat demi terciptanya situasi Harkamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara, Khususnya Kota Kendari.*

Pimpin Apel Perdana di Mako Brimob, Kapolda Sultra Kenang Awal Karier di Korps Brimob

KENDARIKINI.COM — Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., memimpin apel perdananya di Markas Komando Brimob Sultra pada Rabu (28/5).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Didik menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada jajaran Korps Brimob yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sultra.

Di hadapan pasukan, jenderal bintang dua membagikan kisah perjalanan awal kariernya di kepolisian. Ia mengenang masa pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1990, di mana dirinya mengikuti orientasi di Watukosek, Pusat Pendidikan Brimob Polri.

“Saya sangat bangga bisa berdiri di hadapan rekan-rekan Brimob. Korps ini bukan hal yang asing bagi saya, karena saat pendidikan Akpol dan PTIK saya mengikuti Orientasi di Pusdik Brimob Polri Watukosek. Itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier saya,” ungkap Kapolda Sultra dengan penuh semangat.

Momen apel tersebut menjadi ajang konsolidasi awal sekaligus simbol penguatan soliditas antara pimpinan Polda dan satuan elit kepolisian.
Irjen Didik menegaskan pentingnya sinergi dan loyalitas pasukan dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks.*

Polri Gelar Dialog Publik, Dorong Ekonomi Nasional Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas

KENDARIKINI.COM – Divisi Humas Polri menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk “Semangat Kebangkitan Menuju Ekonomi Nasional yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas yang Kondusif”, Selasa (27/5). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara Polri, akademisi, dan mahasiswa dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya stabilitas keamanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keamanan dan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat dan saling memengaruhi.

“Polri menyadari betul adanya keterkaitan erat antara keamanan dan pertumbuhan ekonomi, di mana stabilitas keamanan menjadi prasyarat bagi perkembangan ekonomi, dan sebaliknya,” ujar Brigjen Trunoyudo. Ia juga menambahkan bahwa Polri terus mendorong kolaborasi dan komunikasi dengan generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam mewujudkan kondisi kamtibmas yang kondusif.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan perspektif terkait sinergi antara keamanan dan ekonomi dalam konteks pembangunan nasional.

Erick Armudito, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa keamanan nasional adalah fondasi utama pembangunan. Ia menekankan bahwa keterlibatan Polri, TNI, dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan stabilitas yang terjaga, proses pembangunan dapat berjalan optimal,” jelas Erick.

Sementara itu, Dr. Tauhid Ahmad menyoroti pentingnya penurunan economic overhead cost agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Ia menyebut bahwa biaya-biaya tidak resmi seperti pungli, premanisme, dan ketidakpastian hukum masih menjadi hambatan utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Penegakan hukum yang konsisten dan penciptaan alternatif ekonomi yang positif sangat penting agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam praktik ilegal yang merugikan perekonomian nasional,” ujarnya.

Melalui dialog ini, Divhumas Polri berharap dapat memperkuat sinergi antar elemen bangsa dan menumbuhkan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan global. Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan sebagai fondasi untuk mewujudkan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti